TERHADAP NIAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING BRI - DIGITAL

Kompleksitas mengacu pada apakah inovasi tersebut sulit untuk dipahami atau diterapkan. Menurut Premkumar dan Ramamurthy (dalam Islam et al., 2013...

0 downloads 0 Views 3MB Size

Recommend Stories


Panduan Penggunaan Corporate Mobile Banking - iPhone
Mozilla Firefox. • Google Chrome. Penggunaan Mobile Banking Commonwealth Bank compatible dengan spesifikasi software berikut: • iPhone : Minimum iOS6.

pengaruh kepercayaan terhadap niat penggunaan rekening bersama
terhadap organisasi penjualan (Andersone & Weits 1989; Ganesan, 1994;. Jarvenpaa et al., 1999). Reputasi persepsian memberikan keyakinan kepada pihak.

Pengaruh Persepsi Nasabah terhadap Niat Penggunaan Cash
Intention to Use pada Cash Deposit Machine (CDM) secara parsial ... ini adalah metode Regresi Linear Sederhana dan pengujian hipotesis menggunakan Uji-t.

Pengaruh Kualitas Layanan Mobile Banking Terhadap ... - Open Library
3 Des 2016 - China Indonesia Thailand India Singapore Malaysia Hongkong ... Salah satu bank di Indonesia yang menerapkan sistem layanan mobile banking adalah Bank ... menghubungkan dengan internet tanpa membutuhkan kabel.

implementasi mobile banking universal menggunakan secure gprs
perbankan. Mobile banking universal juga menyediakan spesifikasi komunikasi ISO 8583 untuk ... Para nasabah tidak ingin menghabiskan waktu lama karena.

Geliat Bank Mengembangkan Digital Banking
28 Apr 2016 - layanan yang dalam hal ini berupa digital banking. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator perbankan pun akhirnya membentuk tim ...

BNI Mobile Banking Transaction Journal - BKSTM
BNI Mobile Banking Transaction Journal. 1 message. . Wed, 20 Sep 2017 at 22:23. To: [email protected] Yth. MADE SUCIPTA ...

Digital Financial & Banking Solution - Metra Digital Media
Security Service menjamin keamanan ICT Network, seperti serangan peretas .... Social Media Care, atau pengelolaan akun social media pelanggan untuk ...

BRI Silver - Kartu Kredit BRI - Bank BRI
Protection Plus. 2. • BRI Travel Service. 2 .... BRI Protection Plus. Perlindungan asuransi jiwa bagi ... Mentari, Star One dan Kartu As). Kemudahan Pembayaran ...

DAMPAK ELECTRONIC BANKING TERHADAP KINERJA
Farah Margaretha: Telp: -. E-mail: ... Farah Margaretha. Fakultas Ekonomi Universitas ..... penelitian ini dapat dilihat bahwa beban operasi- onal bank yang ...

Story Transcript


PENGARUH INOVASI PRODUK (KEUNTUNGAN RELATIF, KOMPATIBILITAS DAN KOMPLEKSITAS) TERHADAP NIAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING BRI (Studi pada Agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung)

(Skripsi)

Oleh Dewisri Wulandari

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG 2017

ABSTRACT The Effect of Product Innovation (Relative Advantage, Compatibility, and Complexity) Towards Intention to Use Mobile Banking BRI (A Study on 3 Kg LPG Agent in Bandar Lampung)

By Dewisri Wulandari

This study aims to determine the effect of product innovation (relative advantage, compatibility, and complexity) towards intention to use mobile banking BRI (a study on 3 Kg LPG agent in Bandar Lampung). BRI cooperated Business to Business (B2B) with PT. Pertamina (Persero) officially launched the 3 kg LPG (Liquified Petroleum Gas) payment facility using mobile banking called Mocash LPG BRI. The study population was a 3 Kg LPG agent in Bandar Lampung with a total sample of 100 respondents. This research use multiple linear regression analysis. The results showed that relative advantage has a positive effect on intention to use Mobile Banking BRI. Compatibility has a positive effect on intention to use Mobile Banking BRI. Complexity has a negative effect on intention to use Mobile Banking BRI. The relative advantage has the biggest effect to the intention to use at this research.

Keywords : product innovation, intention to use

ABSTRAK Pengaruh Inovasi Produk (Keuntungan Relatif, Kompatibilitas dan Kompleksitas) Terhadap Niat Penggunaan Mobile Banking BRI (Studi Pada Agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung)

Oleh Dewisri Wulandari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk (keuntungan relatif, kompatibilitas dan kompleksitas) terhadap niat penggunaan mobile banking BRI (studi pada agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung). BRI menjalin kerjasama Business to Business (B2B) dengan PT. Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan fasilitas pembayaran LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 kg dengan menggunakan mobile banking yang disebut dengan Mocash LPG BRI. Populasi penelitian ini adalah agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keuntungan relatif berpengaruh positif terhadap niat penggunaan Mobile Banking BRI. Variabel kompatibilitas berpengaruh positif terhadap niat penggunaan Mobile Banking BRI. Variabel kompleksitas berpengaruh negatif terhadap niat penggunaan Mobile Banking BRI. Variabel keuntungan relatif memiliki pengaruh terbesar terhadap niat penggunaan.

Kata kunci : inovasi produk, niat penggunaan

PENGARUH INOVASI PRODUK (KEUNTUNGAN RELATIF, KOMPATIBILITAS DAN KOMPLEKSITAS) TERHADAP NIAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING BRI (Studi pada Agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung)

Oleh Dewisri Wulandari

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA EKONOMI Pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG 2017

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Bandar Jaya, pada tanggal 12 Januari 1995 sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, puteri Bapak Ir. Ekowadi Joko Nurmantyo dan Ibu Ir. Sri Hendarini. Peneliti mulai mengenyam pendidikan formal pada Pendidikan Taman KanakKanak (TK) Insan Kamil yang diselesaikan pada tahun 2000. Sekolah Dasar (SD) Al-Azhar Bandar Lampung yang diselesaikan pada tahun 2006. Peneliti meneruskan pendidikannya pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang diselesaikan pada tahun 2009. Sekolah Menengah Atas (SMA) YP UNILA yang diselesaikan pada tahun 2012 dan Diploma III Pemasaran Universitas Lampung yang diselesaikan pada tahun 2015. Tahun 2015, Peneliti terdaftar sebagai mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung dengan konsentrasi Pemasaran.

MOTTO

“Jika seseorang berpergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga” (Nabi Muhammad SAW)

“Good Vibes Only. Life just is better when you have good vibes” (Unknown)

PERSEMBAHAN

Bismillāhir rahmānir rahhim Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Alhamdu lillāhi rabbil’ālamin Segala puji dan syukur pada Allah SWT atas kesempatan, petunjuk dan rahmat-Nya

Dengan kerendahan dan setulus hati, ku persembahkan karya ini untuk: Kedua Orangtuaku Terimakasih Bapak Ir. Ekowadi Joko Nurmantyo dan Ibu Ir. Sri Hendarini atas lantunan doa yang tak pernah putus, semua perhatian dan kasih sayang yang memberikan keberkahan dalam setiap langkahku.

SANWACANA

Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Inovasi Produk (Keuntungan Relatif, Kompatibilitas, dan Kompleksitas) Terhadap Niat Penggunaan Mobile Banking BRI (Studi Pada Agen LPG 3 Kg Di Bandar Lampung)” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Dalam skripsi ini, peneliti memperoleh bantuan dan bimbingan serta petunjuk dari semua pihak. Maka dalam kesempatan ini, peneliti ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Hi. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., selaku Dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, dan sebagai Pembimbing Utama atas kesediaannya memberikan waktu, pengetahuan, bimbingan, saran dan kritik, serta kesabaran selama proses penyelesaian skripsi ini; 2. Ibu Dr. R.R. Erlina, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, dan sebagai Pembimbing Akademik peneliti;

3. Ibu Yuningsih, S.E., M.M., selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung; 4. Bapak Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. selaku Pembimbing Pendamping atas

kesediaannya memberikan waktu, pengetahuan, bimbingan, saran dan kritik, serta kesabaran selama proses penyelesaian skripsi ini; 5. Bapak Driya Wiryawan, S.E., M.M., selaku Penguji Utama pada ujian

komprehensif skripsi, atas kesediannya dalam memberikan pengarahan dan pengetahuan dalam proses penyelesaian skripsi ini; 6. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan ilmunya

serta membimbing peneliti; 7. Bapak dan Ibu Staf Administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Lampung yang telah membantu peneliti dalam segala proses administrasi; 8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Bandar Lampung

terimakasih telah diberi kesempatan untuk melakukan penelitian; 9. Kedua Orangtuaku tercinta, yang tak pernah henti dengan dukungan, kasih

sayang, pengorbanan, perhatian, cinta kasih, dan doa yang telah diberikan demi

kesuksesan

peneliti

semoga

kelak

di

kemudian

hari

dapat

membahagiakan dan menjadi kebanggaan kalian; 10. Kedua Kakakku Bagus Bagas Baskoro dan Sarastya Satiti yang tak pernah

henti dengan motivasinya, kasih sayang dan doa yang selalu menyertai dalam setiap langkah; 11. Kak Rio dan Aviliani Sari Putri, yang selalu setia memberikan semangat dan

doa dalam setiap langkah;

12. Teman-teman seperjuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Destia Prastiwi,

Gita Prastyanti, Eskawati Rita Mustika, Lilik Andriani, Ayu Widi Larasati, Barastia Windu Murti, Aldila Nurdita, Evi Novitasari, Dini Febrianti, Binsar Roland Pasaribu, Aji Kurniawan Putra. Serta seluruh teman-teman Manajemen angkatan 2012, 2013, dan 2014 yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih atas kerja samanya selama ini; 13. Terima kasih untuk Almamater Tercinta Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Lampung; 14. Semua pihak yang telah membantu, memberikan motivasi serta doa kepada

peneliti yang tidak dapat disampaikan satu persatu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Akhir kata, peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, Oktober 2017 Peneliti

Dewisri Wulandari

DAFTAR ISI

Halaman DAFTAR ISI ............................................................................................ i DAFTAR TABEL ..................................................................................... iii DAFTAR GAMBAR ................................................................................ iv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. v I. PENDAHULUAN ............................................................................... A. Latar Belakang Penelitian ................................................................ B. Rumusan Masalah Penelitian ........................................................... C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ......................................................... 1. Tujuan Penelitian ........................................................................ 2. Manfaat Penelitian ....................................................................... II. KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka ................................................................................. 1. Pemasaran ................................................................................... 2. Pemasaran Jasa Bank ................................................................... a. Pengertian Pemasaran Jasa Bank ............................................. b. Produk dan Jasa Bank ............................................................. c. Harga Produk dan Jasa Bank ................................................... d. Promosi Produk dan Jasa Bank ............................................... e. Lokasi Produk dan Jasa Bank .................................................. 3. Mobile Banking ........................................................................... a. Pengertian Mobile Banking ..................................................... b. Manfaat Mobile Banking ......................................................... c. Mobile Cash (MOCASH) LPG BRI ........................................ 4. Inovasi Produk ............................................................................. a. Karakteristik Inovasi ............................................................... 1) Keuntungan Relatif ............................................................ 2) Kompatibilitas .................................................................... 3) Kompleksitas ..................................................................... 5. Niat Penggunaan ......................................................................... 6. Penelitian Terdahulu .................................................................... B. Rerangka Pemikiran ......................................................................... C. Pengembangan Hipotesis ................................................................. D. Hipotesis ..........................................................................................

1 1 8 8 8 9 10 10 10 11 11 11 12 12 13 13 13 14 16 20 22 22 23 24 24 26 30 31 36

ii

III. METODE PENELITIAN ............................................................... A. Jenis Penelitian .............................................................................. B. Definisi dan Operasionalisasi Variabel .......................................... 1. Definisi Variabel ....................................................................... 2. Operasional Variabel Penelitian ................................................. C. Pengukuran Variabel ..................................................................... D. Populasi dan Sampel Penelitian ..................................................... 1. Populasi Penelitian .................................................................... 2. Sampel Penelitian ...................................................................... E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 1. Studi Pustaka ............................................................................. 2. Observasi ................................................................................... 3. Kuesioner .................................................................................. F. Metode Analisis Data ..................................................................... 1. Instrumen Penelitian .................................................................. 2. Uji Instrumen Penelitian ............................................................ a. Uji Validitas .......................................................................... b. Uji Reliabilitas ...................................................................... 3. Analisis Data ............................................................................. 4. Pengujian Hipotesis ................................................................... a. Koefisien Determinasi (R2) .................................................... b. Uji F ..................................................................................... c. Uji t .......................................................................................

37 37 37 37 39 41 41 41 41 43 43 43 43 44 44 44 44 45 46 47 47 47 48

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................... A. Gambaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ......................... B. Karakteristik Responden ................................................................ C. Hasil Pernyataan Kuesioner Responden ......................................... 1. Rekapitulasi Jawaban Atas Variabel Keuntungan Relatif ........... 2. Rekapitulasi Jawaban Atas Variabel Kompatibilitas ................... 3. Rekapitulasi Jawaban Atas Variabel Kompleksitas .................... 4. Rekapitulasi Jawaban Atas Variabel Niat Penggunaan ............... D. Hasil Analisis Data ........................................................................ 1. Hasil Uji Regresi Linear Berganda ............................................ 2. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ....................................... 3. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ............................................ E. Pembahasan ...................................................................................

50 50 52 54 54 57 60 63 66 66 68 69 70

V. SIMPULAN DAN SARAN ................................................................. A. Simpulan ....................................................................................... B. Saran .............................................................................................

76 76 77

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1

Halaman Daftar Transaksi Agen LPG 3 Kg Pengguna Mocash LPG BRI Desember Tahun 2016 ........................................................................... 5

2.1

Penelitian Terdahulu .............................................................................. 27

3.1

Operasional Variabel Independen dan Dependen ................................... 39

3.2

Skor Penilaian ........................................................................................ 44

3.3

Hasil Uji Validitas ................................................................................. 45

3.4

Hasil Uji Reliabilitas ............................................................................. 46

4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Perusahaan ......................... 52

4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Omset Perusahaan ...................... 53

4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Karyawan ....................... 53

4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Omset Perusahaan dan Jumlah Karyawan .................................................................................. 54

4.5

Rekapitulasi Jawaban Berdasarkan Omset Perusahaan dan Pernyataan Variabel Keuntungan Relatif ................................................ 56

4.6

Rekapitulasi Jawaban Berdasarkan Omset Perusahaan dan Pernyataan Variabel Kompatibilitas ....................................................... 59

4.7

Rekapitulasi Jawaban Berdasarkan Omset Perusahaan dan Pernyataan Variabel Kompleksitas ......................................................... 62

4.8

Rekapitulasi Jawaban Berdasarkan Omset Perusahaan dan Pernyataan Variabel Niat Penggunaan .................................................... 65

4.9

Hasil Uji Regresi Linear Berganda ......................................................... 66

4.10 Hasil Uji Regresi (Koefisien Determinasi) ............................................. 67 4.11 Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ........................................... 68 4.12 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ................................................ 69

iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1.1

Skema Produk E-Banking BRI ............................................................... 2

1.2

Pengguna Internet Banking Dan Mobile Banking Bank BRI Periode Juli-Desember Tahun 2016 ....................................... 3

2.1

Flow Transaksi Mocash LPG BRI .......................................................... 17

2.2

Penggunaan Mocash LPG BRI ............................................................... 18

2.3

Rerangka Pemikiran ............................................................................... 36

4.1

Rekapitulasi Jawaban Keuntungan Relatif .............................................. 55

4.2

Rekapitulasi Jawaban Kompatibilitas ..................................................... 58

4.3

Rekapitulasi Jawaban Kompleksitas ....................................................... 61

4.4

Rekapitulasi Jawaban Niat Penggunaan ................................................. 64

v

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian 2. Lampiran 2 : Tabulasi Data 3. Lampiran 3 : Uji Validitas 4. Lampiran 4 : Uji Reliabilitas 5. Lampiran 5 : Hasil Tabulasi Jawaban Responden 6. Lampiran 6 : Regresi Linear Berganda

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media digital, dunia perbankan pun ikut melangkah jauh ke depan. Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Salah satu layanan yang kini bisa dilakukan nasabah di manapun selama ada jaringan internet adalah layanan e-banking. E-banking memiliki dua jenis yakni jenis e-banking berbasis konvensional channel (ATM, EDC, ATM Non Tunai, CDM) dan e-banking berbasis personal channel atau perangkat piranti bertransaksi yang dimiliki individu nasabah (internet banking dan mobile banking). Seiring dengan perkembangan waktu, semakin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa e-banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan ebanking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan

2

yang menginginkan service cepat, aman, nyaman, murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, komputer, laptop/note book, PDA, dan sebagainya. Bank BRI memulai bisnis e-banking sejak tahun 2011. Layanan e-banking yang dilakukan di BRI terbagi dalam 2 layanan. Kedua jenis layanan tersebut secara detail terdapat pada Gambar 1.1 berikut ini:

BRI Mobile

Berbasis Pulsa

Internet Banking BRI

Berbasis Kuota Data

E-Banking BRI

GAMBAR 1.1 SKEMA PRODUK E-BANKING BRI Sumber : Kanwil BRI Bandar Lampung, 2017

BRI Mobile adalah bagian dari e-banking yang diakses melalui aplikasi pada gawai dan juga SMS. Mobile banking terdiri atas m-banking dan juga SMS banking. Sesuai namanya, fasilitas ini memberikan layanan perbankan bergerak. Internet banking BRI adalah layanan transaksi perbankan yang dapat diakses melalui website IB BRI dengan berbasis kuota data, yaitu pada laman https://ib.bri.co.id. Inovasi teknologi yang tiada henti adalah bagian dari upaya BRI menjawab tantangan era digital kini. Masyarakat sudah cerdas. Mereka bukan hanya memosisikan bank sebagai tempat menyimpan uang, tetapi membutuhkan bank

3

yang memfasilitasi dalam bertransaksi, dalam hal ini transaksi melalui teknologi mobile banking BRI dan internet banking BRI. Pengguna mobile banking maupun internet banking BRI selama periode JuliDesember 2016 terdapat pada grafik berikut ini:

700,000 600,000 500,000 400,000 300,000 200,000 100,000 -

588,921

87,827

Juli

595,831

132,029

125,374

Agustus

622,383

608,763

September

Mobile Banking

639,868

136,426

Oktober

656,639

142,693

November

152,439

Desember

Internet Banking

GAMBAR 1.2 PENGGUNA INTERNET BANKING DAN MOBILE BANKING BRI PERIODE JULI-DESEMBER TAHUN 2016 Sumber : Kanwil BRI Bandar Lampung, 2017 Berdasarkan Gambar 1.2 terlihat penggunaan layanan mobile banking BRI dengan rata-rata 618.734 transaksi setiap bulannya dan layanan internet banking dengan rata-rata 129.464 transaksi setiap bulan dari bulan Juli sampai bulan Desember Tahun 2016 mengalami peningkatan. Jumlah ini meningkat seiring adanya perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan aktivitas perbankan.

Peningkatan jumlah

pengguna internet banking dan mobile banking BRI Bandar Lampung setiap bulannya

dapat dijadikan evaluasi bagi perusahaan untuk mengoptimalkan

pemanfaatan teknologi digital dengan menyediakan produk dan layanannya yang semakin beragam.

4

Mobile banking dikatakan telah menjadi cara pemasaran jasa perbankan yang baru, salah satu fasilitas electronic channel mobile banking BRI adalah Mobile Cash (Mocash) yang melayani pembayaran transaksi belanja (purchase) oleh customer (pelanggan) kepada merchant (penyedia barang dan atau jasa) menggunakan telepon seluler. Mocash BRI telah banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak, dan salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). BRI sebagai Bank Pemerintah terus melakukan inovasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif agar perusahaan dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan. Salah satunya adalah dengan konsep kerja sama Business to Business (B2B).

Business to Business (B2B) adalah transaksi antara institusi bisnis

(perusahaan) dengan institusi bisnis lainnya, bentuk kerja sama ini dapat memudahkan mitra bisnis. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan kerja sama business to business dengan PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan fasilitas pembayaran LPG 3 Kg menggunakan Mocash BRI pada tanggal 5 Februari 2016. Kerja sama tersebut terhubung dengan sistem monitoring penyaluran LPG 3 Kg Pertamina yang dinamakan Mocash Pertamina LPG atau sering disebut dengan Mocash LPG BRI. Bertempat di Kantor Pusat Pertamina, penandatanganan kedua belah pihak dilakukan oleh Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto dan Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang. Sinergi kedua BUMN tersebut bertujuan untuk mempermudah transaksi pembayaran dari pangkalan LPG 3 Kg kepada Agen Pertamina. Melalui Mocash LPG BRI, transaksi dapat dilakukan

5

secara cashless (non-tunai), penghitungan secara real time online dan setiap transaksi akan terbuku by system. Pihak Business to Business (B2B) dapat mempertukarkan data sehingga terjalin interaksi bisnis (data exchange) karena adanya inisiatif untuk mengirimkan data, di mana informasi-informasi yang sifatnya tertutup bisa dikomunikasikan dan ditransformasikan melalui B2B (processing intelligence). Kerjasama B2B ini juga akan memberikan banyak manfaat untuk berbagai pihak.

Adanya integrasi sistem ini selain untuk mempermudah transaksi

pembayaran dari pangkalan LPG 3 Kg kepada agen, Pertamina juga dapat memonitor langsung penyaluran dan kuota tabung LPG 3 Kg yang diberikan baik kepada agen maupun pangkalan.

Pangkalan dan agen juga secara otomatis

mendapat notifikasi transaksi melalui pesan singkat pada handphone yang mereka miliki. Monitoring transaksi juga dapat dilakukan oleh masing-masing agen melalui web ke agenan BRI melalui situs https://agen.bri.co.id.

Baik

pangkalan maupun agen LPG 3 kg tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam pengelolaan uang tunai untuk transaksi pembelian LPG sehari-hari. Berikut daftar transaksi agen pengguna Mocash LPG BRI di Provinsi Lampung. TABEL 1.1 DAFTAR TRANSAKSI AGEN LPG 3 KG PENGGUNA MOCASH LPG BRI DESEMBER TAHUN 2016 No

Cabang

Jumlah Agen

Transaksi

1 2 3 4 5 6 7

Teluk Betung Metro Tanjung Karang Tulang Bawang Kota Bumi Pringsewu Liwa

47 38 75 36 41 18 17 272

4.328 5.958 9.992 988 738 490 101 22.595

Sumber : Kanwil BRI Bandar Lampung, 2017

Sales Volume (Rp) 15.166.922.620 1.862.531.900 6.947.239.969 2.231.085.940 1.934.830.001 1.516.436.000 392.125.000 30.051.171.430

6

Berdasarkan Tabel 1.1 sebanyak 272 agen telah beralih melakukan transaksi non-tunai sesuai arahan Pertamina.

Terlihat bahwa jumlah transaksi sebesar

22.595 dengan volume penjualan sebesar Rp 30.051.171.430.

Hal ini

mengindikasikan sebanyak 272 agen tersebar di Provinsi Lampung menggunakan fasilitas Mocash LPG BRI. Khusus untuk wilayah Bandar Lampung yaitu cabang Teluk Betung dan Tanjung Karang tercatat sebanyak 122 agen LPG 3 Kg menggunakan Mocash LPG BRI dari 335 jumlah agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung berdasarkan data PT Pertamina Pahoman, Bandar Lampung. Hal ini menunjukkan masih banyak peluang untuk mengajak agen LPG 3 Kg sadar menggunakan transaksi mobile dengan Mocash LPG BRI. Transaksi mobile akan semakin menguntungkan masyarakat terutama dalam hal waktu dan keamanan, waktu yang seharusnya digunakan untuk bertransaksi non mobile dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal yang lebih produktif dan menguntungkan bagi pengguna mobile banking. Suatu produk dikatakan sukses ketika produk tersebut muncul dan diterima, hal tersebut tidak terlepas dari kekuatan sebuah inovasi produk. Inovasi produk menurut Kanagal (2015 : 10) dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengatasi tekanan kompetitif, perubahan selera dan preferensi, siklus hidup produk, kemajuan teknologi (atau sebaliknya, teknologi usang), berbagai pola permintaan, dan persyaratan khusus pelanggan. Inovasi merupakan suatu alat utama untuk mencapai posisi produk tertentu dalam melaksanakan fungsi yang diharapkan. Menurut Kotler dan Keller (2013 : 612) terdapat lima karakteristik dalam mempengaruhi tingkat pengadopsian inovasi produk, yaitu keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, kemampuan dipisahkan, kemampuan komunikasi.

7

Tornatzky dan Klein (dalam Yeong et al. 2015 : 596) mengemukakan bahwa tiga karakteristik

inovasi

yaitu, keuntungan relatif,

kompatibilitas

dan

kompleksitas, memiliki hubungan yang signifikan paling konsisten dengan niat penggunaan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga karakteristik inovasi sebagai berikut : 1.

Keuntungan relatif adalah tingkat dimana inovasi tampak lebih bagus dari produk lama. Tingkat kelebihan suatu inovasi, apakah lebih baik dari inovasi yang ada sebelumnya atau dari hal-hal yang biasa dilakukan.

2.

Kompatibilitas adalah tingkat sesuainya inovasi dengan nilai dan pengalaman perorangan. Tingkat keserasian dari suatu inovasi, apakah dianggap konsisten atau sesuai dengan nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhan yang ada.

3.

Kompleksitas adalah tingkat sulitnya inovasi untuk dipahami atau digunakan. Semakin mudah suatu inovasi dimengerti atau semakin rendah kompleksitas, maka semakin

cepat

inovasi

diadopsi.

Sebaliknya,

semakin

besar

kompleksitas, maka semakin lambat tingkat penggunaan. Penilaian konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi niat beli konsumen. Menurut Shanmugam et al. (2014 : 239) niat penggunaan didefinisikan sebagai ukuran kemungkinan bahwa seseorang akan mengadopsi aplikasi. Niat beli konsumen untuk menggunakan suatu produk merupakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam usahanya untuk memperoleh pasar. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti memilih judul

“Pengaruh

Inovasi Produk (Keuntungan Relatif, Kompatibilitas dan Kompleksitas) Terhadap Niat Penggunaan Mobile Banking BRI (Studi Pada Agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung)”.

8

B. Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang dihadapi Mobile Banking BRI pada inovasi produk Mocash LPG BRI dalam penelitian ini terlihat pada Tabel 1.1 tercatat sebanyak 122 agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung yaitu cabang Teluk Betung dan Tanjung Karang yang menggunakan Mocash LPG BRI. Menurut data PT Pertamina terdapat 335 agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung, artinya masih banyak peluang untuk mengajak agen LPG 3 Kg menggunakan transaksi mobile dengan Mocash LPG BRI. Inovasi produk dengan memberikan fasilitas dan manfaat untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan nasabah diharapkan mampu memberikan solusi dalam meringankan aktivitas nasabah khususnya untuk transaksi Mocash LPG BRI akan terus tumbuh. Berdasarkan permasalahan Mobile Banking BRI pada inovasi produk Mocash LPG BRI, maka dapat disimpulkan pertanyaan pada penelitian ini adalah “Apakah inovasi produk (keuntungan relatif, kompatibilitas dan kompleksitas) berpengaruh terhadap niat penggunaan mobile banking BRI (studi pada agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung)?”.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.

Tujuan penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah pada penelitian ini, maka

tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh inovasi produk (keuntungan relatif, kompatibilitas dan kompleksitas) terhadap niat penggunaan mobile banking BRI (studi pada agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung).

9

2.

Manfaat penelitian Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya penelitian ini

diantaranya adalah: a.

Bagi Perusahaan Penelitian ini dilakukan sebagai bahan evaluasi kinerja Mocash Kanwil BRI

Bandar Lampung. b. Bagi Peneliti Sebagai referensi bagi peneliti tentang inovasi produk. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai perbandingan sejauh mana teori-teori yang didapat selama masa perkuliahan dapat diterapkan pada perusahaan secara nyata.

c.

Bagi Pihak Lain Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan informasi untuk penelitian

selanjutnya khususnya yang tertarik pada bidang permasalahan ini.

10

II. KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka 1.

Pemasaran Pemasaran menurut Kotler dan Keller (2013 : 27) adalah sebuah proses

kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Pemasaran menurut American Marketing Association (AMA) (dalam Kotler dan Keller, 2013 : 27) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran (offerings) yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Menurut Kotler dan Keller (2013 : 27) manajemen pemasaran terjadi ketika setidaknya satu pihak dalam sebuah pertukaran potensial berfikir tentang cara-cara untuk mencapai respon yang diinginkan pihak lain.

Karenanya manajemen

pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan,

serta

menumbuhkan

pelanggan

dengan

menciptakan,

menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang tunggal.

11

2.

Pemasaran Jasa Bank

a.

Pengertian Pemasaran Jasa Bank Definisi jasa menurut Kotler dan Keller (dalam Tjiptono, 2014 : 26) adalah

setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Pemasaran perbankan menurut Fahmi (2015 : 170) merupakan suatu bentuk pengenalan produk perbankan secara lebih aplikatif, terbuka dan detail kepada berbagai konsumen dengan harapan agar para konsumen dapat menentukan keputusan secara lebih baik.

b. Produk dan Jasa Bank Produk dan jasa bank menurut Wahjono ( 2013 : 90) dibedakan menjadi dua, yaitu produk dan jasa yang berhubungan dengan penyerapan dana masyarakat (funding) dan produk dan jasa yang bersifat penyaluran dana ke masyarakat yaitu kredit dan/atau pembiayaan. Jenis-jenis funding yang telah dikenal di Indonesia adalah: simpanan giro, simpanan deposito, simpanan tabungan, setoran Ongkos Naik Haji (ONH), dan wesel. Khusus untuk bank yang telah mendapat izin sebagai bank devisa, bank juga bisa menawarkan jasa penukaran uang asing (valuta asing-valas), dan menerima penukaran traveller’s cheque.

Semakin

berkembangnya perekonomian, semakin berkembang pula jenis dan ragam produk dan jasa perbankan. Hal ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang semakin bank minded.

12

c.

Harga Produk dan Jasa Bank Menurut Wahjono (2013 : 144) bagi perbankan syariah (bank dengan basis

ajaran Islam) harga adalah bagi hasil, sementara itu bagi bank konvensional, yang dimaksud harga adalah : •

Bunga, untuk segala macam kredit diperhitungkan bulanan.



Biaya provisi, untuk segala macam kredit diperhitungkan tahunan.



Komisi, untuk jasa-jasa bank lainnya seperti pembukaan bank garansi, Letter of Credit (L/C).



Biaya administrasi, untuk setiap persetujuan kredit dan fasilitas bank lainnya dihitung tahunan.



Biaya kirim, untuk fasilitas pengiriman uang, transfer, inkaso.



Biaya tagih, untuk fasilitas penagihan factoring dan lainnya.



Biaya sewa, untuk fasilitas safe deposito box.



Biaya iuran, untuk kartu kredit dan kartu dengan keanggotaan lainnya. Bagi bank konvensional, bunga terdapat tiga pengertian, yaitu: harga beli,

harga jual, dan biaya yang dibebankan ke nasabah.

d. Promosi Produk dan Jasa Bank Menurut Wahjono (2013 : 133) promosi adalah kegiatan memberitahukan dan mengkomunikasikan

kepada

masyarakat

tentang

keberadaan

produk,

kemanfaatan, keunggulan, atribut-atribut yang dimiliki, harga, di mana dan cara memperolehnya.

13

e.

Lokasi Produk dan Jasa Bank Menurut Wahjono (2013 : 125) lokasi bank adalah jejaring (net-working) di

mana produk dan jasa bank disediakan dan dapat dimanfaatkan oleh nasabah. Oleh karena itu jejaring pemasaran bank tidak hanya berupa kantor bank sendiri di mana disediakan produk dan jasa bank sendiri saja tetapi termasuk juga kantor bank lain bahkan mesin ATM bank lain di mana produk dan jasa bank dapat dimanfaatkan.

3.

Mobile Banking

a.

Pengertian Mobile Banking Mobile banking menurut Lin (dalam Mohammadi, 2015 : 736) merupakan

evolusi alami dari elektronik perbankan yang memberdayakan konsumen untuk menyelesaikan transaksi keuangan melalui perangkat mobile atau genggam. Perangkat mobile memungkinkan pengguna untuk terhubung ke server, melakukan autentikasi dan otorisasi, melakukan pembayaran mobile, dan kemudian mengkonfirmasi transaksi selesai. Menurut Mishra et al. (2013 : 81) fasilitas mobile banking terdiri dari : •

Balance Enquiry : Layanan ini menyediakan semua pelanggan, tentang saldo yang tersedia di default nya, akun operasi nya yang terkait dengan nomor identifikasi pelanggan. Jumlah maksimum dari rekening yang dapat mengakses adalah lima.



Cost Transaction : Jenis transaksi ini menyediakan pelanggan dengan informasi tentang debit lima terakhir / kredit dibuat untuk account.

14



Cheque Book Request : Pelanggan dapat meminta buku cek untuk dikirimkan ke alamat nya sesuai catatan bank, ini menghemat waktu berharga nya.



Bill Payment : Perusahaan-perusahaan yang mendaftar dengan bank untuk layanan ini, pembayaran dilakukan atas permintaan dari mobile phone banking.



Change of Primary Account : Pelanggan memiliki pilihan untuk mengubah akun utama untuk nomor rekening baru lain untuk melakukan transaksi.



Help : Pelanggan dapat mengetahui kode transaksi untuk berbagai jenis transaksi melalui opsi ini.

b. Manfaat Mobile Banking Menurut Mishra et al. (2013 : 82) beberapa manfaat timbul ke berbagai pihak dengan sejalannya perkembangan mobile banking sebagai berikut : 1) Manfaat untuk Nasabah •

Nasabah tidak perlu berdiri di counter bank untuk berbagai pertanyaan tentang akun mereka.



Nasabah dapat menghemat waktu berharga mereka dan menghemat biaya perjalanan ke bank untuk transaksi keuangan mereka.



Layanan mobile yang dapat memberikan informasi, setiap 365 hari, kapan saja, di mana saja, tentang akun mereka.



Nasabah dapat membayar tagihan tepat waktu dan terhindar dari membayar denda, karena peringatan yang diterima dari bank.

15

2) Manfaat untuk Bank •

Bank dapat memanfaatkan waktu yang disimpan oleh perpindahan saluran pelanggan ke mobile banking untuk ekspansi bisnis melalui kegiatan pemasaran dan penjualan yang lebih baik.



Bank dapat mengambil keuntungan atas laba berupa komisi untuk perusahaan seluler dengan menjual waktu bicara prabayar melalui ATM.



Mobile banking memungkinkan bank untuk mengurangi biaya kurir, komunikasi, karya kertas, dll

3) Manfaat untuk Merchants, Traders •

Memastikan pembayaran cepat terjamin untuk berbagai transaksi yang dilakukan oleh para pedagang.



Menyediakan berbagai layanan kepada pengusaha setara dengan standar internasional dengan biaya transaksi yang rendah.



Biaya dan risiko masalah yang terlibat dalam penanganan uang tunai yang sangat tinggi dalam bisnis transaksi dihindari.



Manfaat lainnya termasuk meningkatkan citra, meningkatkan layanan pelanggan, menghilangkan kertas kerja, mengurangi biaya menunggu dan peningkatan fleksibilitas.

16

c.

Mobile Cash (MOCASH) LPG BRI

Mocash

adalah

banking BRI yang

salah

melayani

satu

fasilitas

pembayaran

electronic transaksi

channel

belanja

mobile

(purchase)

oleh customer (pelanggan) kepada merchant (penyedia barang dan atau jasa) menggunakan telepon seluler.

Mocash BRI telah banyak dimanfaatkan oleh

berbagai pihak, dan salah satunya adalah PT Pertamina (Persero) yang dinamakan Mocash Pertamina LPG atau sering disebut dengan Mocash LPG BRI. Mocash LPG BRI adalah fasilitas pembayaran LPG 3 Kg terhubung secara Host to Host dengan SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 Kg). Sinergi kedua BUMN tersebut bertujuan untuk mempermudah transaksi pembayaran dari pangkalan LPG 3 Kg kepada Agen Pertamina.

Keuntungan Pangkalan : 1. Transaksi mudah dan aman, hanya memanfaatkan handphone. 2. Notifikasi status transaksi ke handphone pangkalan . 3. Transaksi fleksibel, kapan saja dan dimana saja.

Keuntungan Agen : 1. Mengurangi pengelolaan uang tunai 2. Notifikasi status transaksi real time via SMS ke handphone agen dan website https://agen.bri.co.id 3. Laporan transaksi baik harian maupun bulanan yang dapat diakses melalui website https://agen.bri.co.id.

17

Berikut aliran transaksi Mocash LPG BRI yang terhubung secara Host to Host dengan SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 Kg) : SIMOL3K 2

AGEN 3

H2H

4

Monitoring Agen https://agen.bri.co.id

4

5 1

PANGKALAN

GAMBAR 2.1 FLOW TRANSAKSI MOCASH LPG BRI Sumber : Kanwil BRI Bandar Lampung, 2017 Keterangan :

1) Pangkalan melakukan pembayaran ke store ID agen menggunakan Mocash BRI. 2) Setelah terhubung dengan BRI, BRI akan memverifikasi data pangkalan. Selanjutnya, terhubung secara Host to Host dengan SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 Kg). SIMOL3K adalah sistem yang dibangun oleh Pertamina untuk memonitor distribusi LPG 3 Kg yang di subsidi oleh pemerintah. Sistem ini sekarang dilengkapi dengan perbankan dalam pembayarannya. Sehingga para pelaku bisnis LPG 3 Kg tidak harus laporan ke Pertamina melainkan ketika membayar ke bank menggunakan fasilitas

18

Mocash maka otomatis jumlah tabung yang terbeli tercatat sebagai jumlah tabung yang dikeluarkan sesuai kuota yang ditentukan. 3) Kemudian SIMOL3K (Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 Kg) mengkonfirmasi data pangkalan. 4) - Pangkalan akan menerima SMS notifikasi transaksi Mocash sukses atau gagal - Apabila transaksi sukses, notifikasi transaksi Mocash sukses menjadi bukti setor dari pangkalan ke Agen 5) Setelah itu, agen akan melakukan pengiriman LPG ke pangkalan.

Berikut ini adalah tahapan dalam menggunakan Mocash BRI:

Pangkalan

SMS diterima Pangkalan BAYAR MOCASH PT MULTI SINDO STORE : 10065942 ORDER : 123456789012345T1000 T10022016 Rp. 1500000 2016-02-01 10:22 Ref. 000000000046995 SUKSES

SMS diterima Agen BAYAR MOCASH PT MULTI SINDO STORE : 10065942 ORDER : 123456789012345T1000 T10022016 Rp. 1500000 2016-02-01 10:22 Ref. 000000000046995 HP. 08569865646 SUKSES

GAMBAR 2.2 PENGGUNAAN MOCASH LPG BRI Sumber : Kanwil BRI Bandar Lampung, 2017

19

Dalam menggunakan aplikasi Mocash pelaku usaha pangkalan dan agen gas elpiji harus menjadi nasabah di Bank BRI. Kemudian men download aplikasi Mocash untuk melakukan transaksi pembelian tabung gas elpiji 3 kg. Tahapan dalam mengakses Mocash Pertamina LPG atau Mocash LPG BRI sebagai berikut: 1) Buka atau masuk ke aplikasi BRI Mobile 2) Pilih Mobile banking BRI, 3) Pilih Mocash 4) Pilih Mocash Pertamina LPG. Adapun data-data yang perlu dimasukkan saat bertransaksi sebagai berikut : - store ID agen (8 digit kode agen), - jumlah pembayaran, - ID pangkalan (15 digit), - jumlah tabung elpiji (sesuai kuota yang diberikan Pertamina), dan - tanggal pengiriman. 5) Setelah transaksi sukses, pihak agen dan pangkalan akan mendapatkan notifikasi melalui pesan singkat di ponselnya masing-masing. Integrasi sistem ini membuat proses transaksi menjadi lebih mudah, serta bagi pihak Pertamina sendiri akan dapat lebih mudah melakukan monitoring terhadap penyaluran kuota tabung produk gas elpiji.

20

4.

Inovasi Produk Inovasi (innovation) menurut Kotler dan Keller (2013 : 611) adalah semua

barang, jasa, atau ide yang dianggap seseorang sebagai sesuatu yang baru, tanpa memedulikan berapa lama sejarahnya.

Inovasi membutuhkan waktu untuk

membayar. Inovasi menurut Fontana (2009 : 20) adalah keberhasilan sosial dan ekonomi berkat diperkenalkannya atau ditemukannya cara-cara baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasi input menjadi output sedemikian rupa sehingga berhasil menciptakan perubahan besar atau perubahan drastis dalam hubungan antara nilai guna atau nilai manfaat (yang dipersepsikan oleh konsumen dan/atau pengguna) dan nilai moneter atau harga. Menurut Ibidunni et al. (2014 : 195) inovasi produk merupakan salah satu instrumen dasar strategi pertumbuhan untuk memasuki pasar baru, untuk meningkatkan pangsa pasar yang ada dan untuk melengkapi perusahaan dengan keunggulan kompetitif. Menurut Kanagal (2015 : 10) inovasi produk dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengatasi tekanan kompetitif, perubahan selera dan preferensi, siklus hidup produk, kemajuan teknologi (atau sebaliknya, teknologi usang), berbagai pola permintaan, dan persyaratan khusus pelanggan. Everett Rogers (dalam Kotler dan Keller, 2013 : 611) mendefinisikan proses difusi inovasi (innovation diffusion process) sebagai penyebaran ide baru dari sumber penemuan atau kreasinya kepada pengguna atau pengadopsi akhir. Proses adopsi konsumen adalah langkah mental di mana melalui proses tersebut

21

seseorang melalui tahap dari mendengar tentang inovasi itu pertama kali sampai adopsi akhir. Lima kelompok pengadopsi mempunyai orientasi nilai dan motif yang berbeda untuk mengadopsi atau menolak produk baru, Kotler dan Keller (2013 : 611) : 1.

Inovator adalah peminat teknologi, mereka senang mencoba hal baru dan suka mengutak-atik produk baru serta menguasai penggunaannya. Untuk mendapatkan harga murah, mereka bersedia melaksanakan pengujian alfa dan beta serta melaporkan kelemahan awal.

2.

Pengadopsi awal adalah pemimpin opini yang mencari teknologi baru secara cermat dan mungkin memberikan mereka keunggulan kompetitif yang dramatis. Mereka tidak sensitif terhadap harga dan bersedia mengadopsi produk jika diberi solusi yang dipersonalisasikan dan dukungan layanan yang baik.

3.

Mayoritas awal adalah orang pragmatis yang menerapkan teknologi baru ketika manfaatnya terbukti dan banyak adopsi yang sudah terjadi. Mereka membentuk pasar utama.

4.

Mayoritas akhir adalah konservatif skeptis yang suka menghindari risiko, tidak mengikuti perkembangan teknologi, dan sensitif harga.

5.

Orang yang lambat adalah orang yang dibatasi tradisi dan menolak inovasi sampai mereka menemukan bahwa status quo tidak lagi dapat dipertahankan.

22

a.

Karakteristik Inovasi Menurut Kotler dan Keller (2013 : 612) terdapat lima ciri yang

mempengaruhi tingkat penggunaan inovasi, antara lain yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, kemampuan dipisahkan, kemampuan komunikasi. Teori Rogers (1995) (dalam Yeong et al., 2015 : 595) menegaskan faktor penentu penting dari tingkat adopsi dijelaskan oleh lima karakteristik inovasi yaitu keuntungan relatif, kompleksitas, kompatibilitas, trialability dan observability. Tornatzky dan Klein (dalam Yeong et al., 2015 : 596) mengemukakan bahwa tiga karakteristik

inovasi

yaitu, keuntungan relatif,

kompatibilitas

dan

kompleksitas memiliki hubungan yang signifikan paling konsisten dengan niat penggunaan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga karakteristik inovasi tersebut.

1) Keuntungan Relatif Menurut Kotler dan Keller (2013 : 612) keuntungan relatif adalah tingkat dimana inovasi tampak lebih bagus dari produk lama. Tingkat kelebihan suatu inovasi, apakah lebih baik dari inovasi yang ada sebelumnya atau dari hal-hal yang biasa dilakukan.

Biasanya diukur dari segi ekonomi, prestasi sosial,

kenyamanan dan kepuasan. Semakin besar keuntungan relatif yang dirasakan oleh adopter, maka semakin cepat inovasi tersebut diadopsi. Ceccucci et al. (dalam Islam et al., 2013 : 828) menyatakan keuntungan relatif adalah sejauh mana adopter merasakan inovasi untuk mewakili peningkatan

baik

efisiensi

atau

efektivitas

bila

dibandingkan

dengan

menggunakan metode yang sudah ada. Keuntungan relatif mengacu pada sejauh

23

mana suatu inovasi dianggap lebih baik daripada gagasan itu menggantikan (Yeong et al. 2015 : 596). Flight et al. (2011 : 345) keuntungan relatif dirancang untuk mencerminkan persepsi konsumen bahwa semua atau atribut tertentu dan kualitas inovasi yang dapat membawa nilai tambahan untuk adopter dibandingkan dengan alternatif yang tersedia saat ini. Keuntungan relatif mengacu pada tingkat di mana calon adopter akan mendapatkan manfaat dari adopsi inovasi baru. Dimensi ini, umumnya ditemukan dalam literatur adopsi, sering disebut sebagai yang paling signifikan dalam tingkat adopsi. 2) Kompatibilitas Menurut Kotler dan Keller (2013 : 612) kompatibilitas adalah tingkat sesuainya inovasi dengan nilai dan pengalaman perorangan. Tingkat keserasian dari suatu inovasi, apakah dianggap konsisten atau sesuai dengan nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhan yang ada. Jika inovasi berlawanan atau tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh adopter maka inovasi baru tersebut tidak dapat diadopsi dengan mudah oleh adopter. Kompatibilitas menurut Islam et al. (2013 : 828) adalah sejauh mana suatu inovasi dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang sudah ada, pengalaman masa lalu dan kebutuhan calon pengadopsi. Menurut Flight et al. (2011 : 344) jika kompatibel, inovasi cocok erat dengan situasi kehidupan individu dan mungkin kompatibel pada dua sub-dimensi: pribadi dan sosial.

24

3) Kompleksitas Menurut Kotler dan Keller (2013 : 612) kompleksitas adalah tingkat sulitnya inovasi untuk dipahami atau digunakan. Tingkat kerumitan dari suatu inovasi untuk diadopsi, seberapa sulit memahami dan menggunakan inovasi. Semakin mudah suatu inovasi dimengerti dan dipahami oleh adopter, maka semakin cepat inovasi diadopsi. Kompleksitas mengacu pada apakah inovasi tersebut sulit untuk dipahami atau diterapkan. Menurut Premkumar dan Ramamurthy (dalam Islam et al., 2013 : 828) semakin besar kompleksitas, semakin lambat tingkat adopsi. Menurut Flight et al. (2011 : 346) kompleksitas berasal dari karakteristik yang membantu memperkirakan kemungkinan calon adopter, apakah inovasi akan gagal untuk memenuhi kebutuhan calon adopter atau tidak. 5.

Niat Penggunaan Menurut Shanmugam et al. (2014 : 239) niat penggunaan didefinisikan

sebagai ukuran kemungkinan bahwa seseorang akan mengadopsi aplikasi. Menurut Ajzen dan Fishbein (dalam Islam et al., 2013 : 826) niat perilaku dapat digunakan untuk memprediksi perilaku yang sesuai sehingga seseorang dapat melakukan tindakan secara sukarela. Menurut Mafe' et al. (dalam Islam et al., 2013 : 834) niat diasumsikan untuk menangkap faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku, mereka adalah indikator seberapa keras orang bersedia untuk mencoba, berapa banyak dari upaya mereka berencana untuk menggunakan, dan untuk terlibat dalam perilaku.

25

Ghosh (dalam Jaafar et al., 2013 : 75) menyatakan bahwa niat beli adalah penggunaan alat yang efektif dalam memprediksi proses pembelian. Niat beli adalah jenis pengambilan keputusan yang mempelajari alasan untuk membeli merek tertentu oleh konsumen. Morinez (dalam Mirabi et al., 2015 : 268) mendefinisikan niat beli sebagai situasi di mana konsumen cenderung membeli produk tertentu dalam kondisi tertentu. Perilaku konsumen menentukan niat beli konsumen. Pemasar perlu memusatkan perhatian pada niat beli konsumen. Biasanya niat pembelian terkait dengan perilaku konsumen, persepsi dan sikap mereka.

Perilaku pembelian adalah titik kunci penting bagi konsumen

selama mempertimbangkan dan mengevaluasi produk tertentu. Setelah konsumen memutuskan untuk membeli produk di toko tertentu, mereka akan didorong oleh niat mereka. Namun, niat pembelian mungkin diubah oleh pengaruh persepsi kualitas dan persepsi nilai. Selain itu, konsumen akan terganggu oleh dorongan internal dan lingkungan eksternal selama proses pembelian. Para peneliti telah mengusulkan enam tahapan sebelum memutuskan untuk membeli produk, yaitu kesadaran, pengetahuan, minat, preferensi, persuasi dan pembelian, Kotler dan Armstrong (dalam Mirabi et al., 2015 : 268).

Tipe pengambilan keputusan konsumen menurut Sumarwan (2003 : 292):

a.

Pemecahan masalah yang diperluas : konsumen tidak memiliki kriteria untuk mengevaluasi sebuah kategori produk atau merek tertentu pada kategori tersebut atau tidak membatasi jumlah merek yang akan dipertimbangkan ke dalam jumlah yang mudah dievaluasi.

26

b.

Pemecahan masalah yang terbatas : konsumen memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut. Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu.

c.

Pemecahan masalah rutin : konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya, ia juga memiliki standar untuk mengevaluasi merek.

Menurut Kotler dan Keller (2013 : 611) pengadopsi produk baru bergerak melalui lima tahap : 1.

Kesadaran, konsumen menyadari inovasi, tetapi kekurangan informasi tentang inovasi tersebut.

2.

Minat, konsumen terdorong untuk mencari informasi tentang inovasi.

3.

Evaluasi, konsumen mempertimbangkan apakah mereka akan mencoba inovasi baru.

4.

Percobaan, konsumen mencoba inovasi untuk meningkatkan perkiraan nilainya.

5.

Adopsi, konsumen memutuskan untuk menggunakan inovasi secara penuh dan teratur.

6.

Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan digunakan sebagai acuan serta pembanding diantaranya dapat dilihat pada Tabel 2.1. Terdapat persamaan dari penelitian terdahulu adalah samasama meneliti inovasi produk, adapun perbedaanya antara lain waktu.

27

TABEL 2.1 PENELITIAN TERDAHULU No 1.

2.

Peneliti

Judul

Variabel

Soo Yeong, Ewe, Sheau Fen Yap, and Christina Kwai Choi Lee. (Vol. 33 Iss 4, 2015 pp. 592 – 611)

Network Externalities and The Perception of Innovation characteristic : Mobile banking

Independen: Karakteristik Inovasi

Fred K. Weigel, Benjamin T. Hazen, and Casey G. Cegielski Dianne J. Hall ( Vol. 34 , 2014)

Diffusion of Innovations and the Theory of Planned Behavior in Information Systems Research: A Meta-Analysis

Independen: Karakteristik Inovasi (keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dapat diamati) Teori Perilaku yang Direncanakan (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku)

Dependen: Niat Penggunaan

Dependen: Adopsi Inovasi

Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif Analisis Data: Structural Equation Model (SEM)

Meta analisis terhadap 58 artikel menggunakan metode yang ditentukan oleh Hunter dan Schmidt

Hasil Terdapat hubungan positif antara jumlah pengguna dan ketersediaan layanan pelengkap. Hasilnya memberi dukungan pada peran mediasi yang dihipotesiskan yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas dengan pengaruh positif dan kompleksitas dengan pengaruh negatif pada niat untuk menggunakan mobile banking. Keuntungan relatif, kompatibilitas, triabilitas, dapat diamati serta sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh secara signifikan dan positif sedangkan kompleksitas berpengaruh negatif terhadap adopsi inovasi.

28

TABEL 2.1 PENELITIAN TERDAHULU (LANJUTAN) No 3.

Peneliti

Judul

Variabel

Louis G. Tornatzky and Katherine J. Klein (Vol. EM29, No.1 February 1982)

Innovations Characteristi c and Innovation AdoptionImplementatio n: A MetaAnalysis of Findings

Independen: Kompatibilitas, keuntungan relatif, kompleksitas, pembiayaan, kemampuan dikomunikasikan, divisibel, profitabel, social approval, triabilitas, dapat diamati.

Metode Penelitian Meta analisis terhadap 75 artikel

Dependen:Adopsi Inovasi

4.

5.

Md. Zahidul Islam, Patrick Kim Cheng Low, and Ikramul Hasan. (Vol. 51 No. 4, 2013 pp. 824-838)

Intention to Use Advanced Mobile Phone Services (AMPS)

Agus Rahayu, dan Gita Anggarini. (Vol. 8, No.16, September 2009 pp. 12-95)

Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Audio Sony (Survei Konsumen di Toko Aneka Irama)

Independen: Persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, kompatibilitas, kompleksitas Dependen: Niat Penggunaan

Independen: Inovasi Produk (Keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, divisibilitas, & komunikabilitas). Dependen: Keputusan Pembelian

Deskriptif Kuantitatif Teknik Pengumpulan Data: Survey dengan melibatkan 120 kuesioner Analisis Data: Structural Equation Model (SEM) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey explanatory Analisis Data: SPSS 15

Hasil Tiga karakteristik inovasi, keuntungan relatif, kompatibilitas, dan kompleksitas, memberikan asosiasi signifikan secara konsisten dengan adopsi inovasi. Penelitian menunjukkan keuntungan relatif, kompatibilitas berpengaruh posistif dan kompleksitas negatif terhadap adopsi inovasi. Persepsi kegunaan dan kompatibilitas berpengaruh terhadap niat penggunaan, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan dan kompleksitas tidak signifikan.

Inovasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen produk audio Sony Toko Aneka Irama.

29

TABEL 2.1 PENELITIAN TERDAHULU (LANJUTAN) No 6.

Peneliti Dina Uliana (2012)

Judul Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Purchase Intention (Studi Pada Starbucks VIA)

Variabel Independen: Inovasi produk Dependen: Purchase Intention

Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif Teknik Pengumpulan Data : Kuesioner dengan 100 konsumen Starbucks Pondok Indah. Analisis Data : SPSS 17

7.

Kent Eriksson, Katri Kerem, Daniel Nilsson. (Vol. 26 No. 3, 2008 pp. 154169)

The adoption of Commercial Innovations in The Former Central and Eastern European Markets The case of Internet banking in Estonia

Independen : Keuntungan Relatif, kompleksitas, risiko yang dirasakan, dan kompatibilitas Dependen : Niat Penggunaan

Deskriptif Kuantitatif Teknik Pengumpulan Data : 1.831 kuesioner yang dikumpulkan dari pengguna Internet banking individu di Estonia Analisis Data : SPSS

8.

Nomsa Mndzebe le, (Vol. 2, No. 4, July 2013 pp. 473-476)

The Effects of Relative Advantage, Compatibility and Complexity in the Adoption of EC in the Hotel Industry

Independen : Keuntungan relatif, kompatibilitas, dan kompleksitas

Teknik Pengumpulan Data : Desain penelitian kuantitatif melalui Dependen : Adopsi kuesioner dengan sampel Inovasi 332 hotel di Afrika Selatan 2012. Analisis Data : SPSS

Hasil Innovation attributes berpengaruh langsung dan positif terhadap purchase intention. Adoption risk dan behavior change tidak berpengaruh terhadap purchase intention. Keuntungan relatif dan kompleksitas memiliki pengaruh kuat pada niat penggunaan Internet banking. Risiko yang dirasakan negatif pada niat penggunaan. Kompatibilitas signifikan, tapi lemah. Kompleksitas berpengaruh negatif dan kompatibilitas memiliki hubungan positif dengan tingkat adopsi EC. Keuntungan relatif tidak berkorelasi dengan tingkat adopsi EC.

30

B. Rerangka Pemikiran Beroperasinya berbagai bank asing di dalam negeri telah menyebabkan bankbank domestik harus bersaing kuat dengan bank-bank asing tersebut. Kondisi ini menyebabkan setiap perbankan diharuskan memiliki strategi untuk bisa memasarkan dan mengenalkan produknya ke konsumen dengan mekanisme pemasaran yang lebih maksimal.

Teknologi dan informasi saat ini telah memberikan banyak keuntungan bagi sektor kegiatan bisnis di berbagai bidang termasuk sektor jasa, yaitu perbankan. Majunya teknologi dan informasi saat ini dimanfaatkan oleh sektor industri jasa perbankan dengan cara mengintegrasikan teknologi dengan layanan keuangan perbankan yang salah satunya mengembangkan sistem e-banking, yaitu mobile banking.

Melalui strategi yang kreatif dan inovatif, akan menjadi langkah untuk mengantarkan lembaga keuangan tersebut untuk mencapai tujuan bank. Menerapkan berbagai inovasi yang kreatif pasti juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para nasabah sehingga produk-produk yang dikeluarkan oleh bank bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Inovasi produk dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengatasi tekanan kompetitif, perubahan selera dan preferensi, siklus hidup produk, kemajuan teknologi (atau sebaliknya, teknologi usang), berbagai pola permintaan, dan persyaratan khusus pelanggan.

Layanan mobile banking lahir karena adanya

31

tuntutan kebutuhan akan suatu layanan yang dapat mempermudah dan memperlancar suatu aktivitas tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.

Menurut Tornatzky dan Klein (dalam Yeong et al., 2015 : 596) karakteristik inovasi produk yang memiliki hubungan signifikan paling konsisten dengan niat penggunaan yaitu, keuntungan relatif, kompatibilitas dan kompleksitas.

Suatu produk atau jasa mungkin sudah tersedia untuk beberapa waktu, tetapi bagaimana konsumen belajar mengenai produk untuk pertama kalinya dan memutuskan apakah akan menggunakannya.

Davis dan Venkatesh (dalam Ruyter et al., 2001 : 190) mengatakan bahwa niat individu untuk menggunakan adalah satu-satunya alat prediksi terbaik dari penggunaan sebenarnya, khususnya ketika fokusnya adalah pada konsep virtual dari sebuah inovasi teknologi yang mungkin belum dipasarkan secara besarbesaran. Dalam hal ini, preferensi pelanggan dan niat konsumsi yang sebenarnya harus diselidiki.

C. Pengembangan Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang dikembangkan dari teori dan hasil penelitian yang relevan dalam bidang ilmu utama penelitian (Ferdinand, 2006).

32

Hipotesis 1. Pengaruh Keuntungan Relatif terhadap Niat Penggunaan Eriksson et al. (2008 : 154-169) mengungkapkan bahwa keuntungan relatif memiliki pengaruh kuat pada niat penggunaan. Konsumen menganggap internet banking menjadi lebih mudah daripada saluran perbankan lainnya. Mereka juga merasa bahwa internet banking memberi mereka gambaran yang lebih baik dari keuangan mereka dan kecepatan yang merupakan keuntungan dari internet bank. Komponen ini mencerminkan sikap konsumen terhadap manfaat yang pada akhirnya menggunakan internet banking. Sebaliknya, Echchabi dan Aziz (2012 : 25-31) menunjukkan bahwa keuntungn relatif tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada niat penggunaaan. Hal ini juga diungkapkan oleh Mndzebele (2013 : 473-476) menunjukkan bahwa keuntungan relatif tidak berkorelasi dengan niat penggunaan. Kaabachi et al. (2016 : 1069-1091)

mengungkapkan bahwa keuntungan

relatif memiliki pengaruh positif yang signifikan pada niat konsumen untuk menggunakan jasa perbankan syariah. Penelitian tersebut didukung oleh Rahayu dan Anggarini (2009 : 12-95) yang mengatakan bahwa keunggulan relatif dalam inovasi produk mempengaruhi untuk keputusan pembelian, karena dengan adanya keunggulan relatif konsumen dapat membedakan keunggulan pada masing-masing produk atau jasa yang akan di beli sehingga terciptalah keputusan untuk membeli atau tidak produk yang diinginkan oleh konsumen tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dibentuklah hipotesis berikut ini : H1 :

Keuntungan relatif berpengaruh positif terhadap niat penggunaan.

33

Hipotesis 2. Pengaruh Kompatibilitas terhadap Niat Penggunaan Berbagai penelitian dilakukan untuk melihat hubungan antara kompatibilitas dan niat penggunaan. Menurut Islam et al. (2013 : 824-838)

kompatibilitas

termasuk dalam teori difusi inovasi, di mana itu dianggap sebagai sejauh mana suatu inovasi cocok dengan nilai-nilai yang ada pada calon adopter, pengalaman sebelumnya dan kebutuhan saat ini. Penelitian yang dilakukan menemukan bahwa kompatibilitas memiliki dampak positif dan signifikan dalam mempengaruhi pelanggan. Penelitian ini membuktikan hubungan antara Advanced Mobile Phone Service (AMPS) dan kehidupan sehari-hari, termasuk pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial dan bahkan hiburan. Yeong et al. (2015 : 592-611) secara khusus mengungkapkan bahwa kompatibilitas memiliki hubungan positif terhadap niat penggunaan mobile banking. Kompatibilitas menunjukkan efek mediasi terkuat menghubungkan ketersediaan layanan pelengkap terhadap niat untuk menggunakan mobile banking. Mohammadi (2015 : 733-759) menemukan bahwa sistem kompatibilitas menjadi faktor utama yang mempengaruhi sikap pengguna terhadap penggunaan mobile banking.

Penelitian Mohammadi (2015) sesuai dengan penelitian

sebelumnya oleh Hanafizadeh et al. (2014 : 62-78). Penelitian ini membuktikan bahwa kompatibilitas merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi konsumen terhadap niat penggunaan. Menurut Mndzebele (2013 : 473-476) ketika organisasi merasa bahwa teknologi yang ingin mereka adopsi konsisten dengan keyakinan mereka, budaya

34

dan nilai-nilai dan tidak ada resistensi terhadap perubahan dari staf, mereka akan mengadopsi teknologi tersebut. Semakin besar kompatibilitas dengan kebutuhan yang dirasakan, semakin besar tingkat niat penggunaannya.

Penelitian ini

menemukan hubungan positif antara kompatibilitas dan niat penggunaan. Atribut kompatibilitas dapat berdampak pada keputusan untuk menggunakan teknologi baru karena teknologi sering membutuhkan pendirian untuk mengubah praktik bisnis yang ada dan operasi dalam rangka meningkatkan manfaat menggunakan teknologi.

Kompatibilitas dapat memiliki peran positif dalam

memutuskan apakah ide baru akan diperkenalkan. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dibentuklah hipotesis berikut ini : H2 :

Kompatibilitas berpengaruh positif terhadap niat penggunaan.

Hipotesis 3. Pengaruh Kompleksitas terhadap Niat Penggunaan Bauer et al. (2005 : 181-192) mengungkapkan di mana kompleksitas memiliki hubungan negatif ketika mengadopsi sistem baru, semakin rendah kompleksitas maka akan semakin cepat dan mudah inovasi tersebut di adopsi. Sebaliknya, semakin besar kompleksitas, semakin lambat tingkat adopsi. Perusahaan perlu lebih memperhatikan bahwa sistem harus sangat user friendly dengan “titik dan klik” antarmuka. Yeong et al. (2015 : 592-611) mengungkapkan ketika persepsi kompleksitas berkurang, konsumen akan merasa lebih terdorong untuk menggunakan layanan dan karenanya meningkatkan niat penggunaan.

35

Tornatzky dan Klein (1982 : 28-43) melakukan sebuah tinjauan dan meta analisis terhadap tujuh puluh lima artikel yang berkaitan dengan karakteristik inovasi dan hubungannya dengan adopsi dan implementasi inovasi. Tornatzky dan Klein's (1982 : 28-43) menunjukkan bahwa kompleksitas menunjukkan korelasi negatif dengan adopsi inovasi pada tingkat signifikansi yang dapat diterima. Menurut Rahayu dan Anggarini (2009 : 12-95) kompleksitas dalam inovasi produk mempengaruhi untuk terciptanya keputusan pembelian, karena dengan adanya kompleksitas konsumen dapat menilai sejauh mana kesulitan produk baru tersebut dapat dimengerti atau digunakan, setelah konsumen menilai kesulitan produk baru ini dapat dimengerti maka terciptalah keputusan konsumen untuk membeli atau tidak produk baru tersebut. Echchabi dan Aziz (2012 : 25-31), menemukan kompleksitas tidak memiliki pengaruh pada niat penggunaan. Penelitian ini juga didukung oleh Islam et al. (2013 : 824-838) yang menunjukkan kompleksitas tidak signifikan dengan niat penggunaan. Mndzebele (2013 : 473-476) menunjukkan jika karyawan merasa sulit untuk menggunakan teknologi mereka tidak akan menggunakan teknologi apapun itu manfaat yang mungkin dimiliki.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa niat

penggunaan teknologi dilihat dari kompleksitas yang dirasakan. Jika teknologi ini mudah untuk menggunakannya, sangat mungkin bahwa itu akan diadopsi. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dibentuklah hipotesis berikut ini : H3 :

Kompleksitas berpengaruh negatif terhadap niat penggunaan

36

Berdasarkan teori-teori yang dikemukakan, maka rerangka penelitian sebagai berikut : Inovasi Produk (X) Keuntungan Relatif (X1)

Kompatibilitas (X2)

H1 H2

Niat Penggunaan (Y)

H3 Kompleksitas (X3)

GAMBAR 2.3 RERANGKA PEMIKIRAN D. Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan rerangka pemikiran, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) H1 : Keuntungan relatif berpengaruh positif terhadap niat penggunaan (2) H2 : Kompatibilitas berpengaruh positif terhadap niat penggunaan (3) H3 : Kompleksitas berpengaruh negatif terhadap niat penggunaan

37

III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini bersifat eksplanasi yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis (Ferdinand, 2006 : 3). Menurut Sanusi (2011 : 14) desain penelitian kausalitas adalah desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel. Tipe data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yaitu memberikan beberapa pertanyaan-pertanyaan dengan responden (Ferdinand, 2006).

B. Definisi dan Operasionalisasi Variabel 1.

Definisi Variabel Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variable) menurut Sanusi

(2011 : 50) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain, sedangkan variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi variabel lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel-variabel yang menggambarkan tentang :

38

a.

Variabel Inovasi Produk Tornatzky dan Klein (dalam Yeong et al., 2015 : 596) mengemukakan tiga

karakteristik inovasi yang memiliki hubungan signifikan paling konsisten dengan niat penggunaan : 1) Keuntungan relatif adalah tingkat dimana inovasi tampak lebih bagus dari produk lama. Tingkat kelebihan suatu inovasi, apakah lebih baik dari inovasi yang ada sebelumnya atau dari hal-hal yang biasa dilakukan. 2) Kompatibilitas adalah tingkat sesuainya inovasi dengan nilai dan pengalaman perorangan. Tingkat keserasian dari suatu inovasi, apakah dianggap konsisten atau sesuai dengan nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhan yang ada. 3) Kompleksitas adalah tingkat sulitnya inovasi untuk dipahami atau digunakan.

b. Variabel Niat Penggunaan Menurut Shanmugam et al. (2014 : 239) niat penggunaan didefinisikan sebagai ukuran kemungkinan bahwa seseorang akan mengadopsi aplikasi. Niat penggunaan menurut Van Slyke (dalam Yeong et al., 2015) : 1. Dengan asumsi memiliki akses ke layanan mobile banking, maka tertarik untuk menggunakannya. 2. Mencari informasi mobile banking adalah sesuatu yang akan dilakukan. 3. Berencana menggunakan mobile banking untuk melakukan transaksi perbankan yang tersedia. 4. Berniat untuk menggunakan mobile banking di masa depan.

39

2.

Operasional Variabel Penelitian

a.

Variabel Independen (X) Berdasarkan uraian sebelumnya maka dalam penelitian ini yang menjadi

variable independen adalah inovasi produk (X) yang terdiri atas keuntungan relatif (X1), kompatibilitas (X2) serta kompleksitas (X3), karena variabel ini akan mempengaruhi variabel terikat (Y) yaitu niat penggunaan mobile banking BRI pada produk Mocash LPG BRI.

b. Variabel Dependen (Y) Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah niat penggunaan mobile banking BRI pada produk Mocash LPG BRI karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel independen (X) yaitu inovasi produk.

TABEL 3.1 OPERASIONAL VARIABEL INDEPENDEN DAN DEPENDEN Variabel Inovasi Produk (X)

Sub Variabel 1. Keuntungan Relatif

Sumber

Indikator

Moore and Benbasat (dalam Yeong et al., 2015)

1. Menggunakan mobile banking memberi kontrol lebih besar atas rekening bank. 2. Lebih mudah dalam melakukan transaksi. 3. Menggunakan mobile banking memungkinkan untuk melakukan transaksi dengan lebih cepat. 4. Meningkatkan efektivitas dalam melakukan transaksi.

Skala Pengukuran Skala Likert

40

TABEL 3.1 OPERASIONAL VARIABEL INDEPENDEN DAN DEPENDEN (LANJUTAN) Variabel

Sub Variabel

Sumber

2. Kompatibilitas Parthasarathy and Bhattacherje; Van Slyke (dalam Yeong et al., 2015)

3. Kompleksitas

Niat Penggunaan (Y)

Moore and Benbasat (dalam Yeong et al., 2015)

Strader et al. Gu et al. Van Slyke (dalam Yeong et al., 2015)

Indikator 1. Mobile banking cocok dengan basis pengetahuan. 2. Mobile banking sesuai dengan cara mengelola transaksi keuangan. 3. Mobile banking cocok dengan gaya hidup. 4. Mobile banking sepenuhnya kompatibel dengan kegiatan sehari-hari. 1. Mobile banking rumit untuk digunakan. 2. Membutuhkan banyak usaha mental. 3. Menggunakan mobile banking sering mengecewakan. 4. Belajar untuk menggunakan mobile banking sangat sulit. 1. Dengan asumsi memiliki akses ke layanan mobile banking, maka tertarik untuk menggunakannya. 2. Mencari informasi mobile banking adalah sesuatu yang akan dilakukan. 3. Berencana menggunakan mobile banking untuk melakukan transaksi perbankan yang tersedia. 4. Berniat untuk menggunakan mobile banking di masa depan.

Skala Pengukuran Skala Likert

Skala Likert

Skala Likert

41

C. Pengukuran Variabel Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala likert. Menurut Sanusi (2011 : 59) skala likert adalah skala yang didasarkan pada penjumlahan sikap responden dalam merespons pernyataan berkaitan indikator-indikator suatu konsep atau variabel yang sedang diukur. Responden diminta untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap setiap pernyataan. Skala likert lazim menggunakan lima titik dengan label netral pada posisi tengah (ketiga).

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1.

Populasi Penelitian Menurut Sanusi (2011 : 87) populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang

menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Populasi adalah kumpulan individu dengan kualitas dan ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel. Target populasi dalam penelitian ini adalah 335 agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung, data didapat dari PT Pertamina (Persero) Pahoman, Bandar Lampung. 2.

Sampel Penelitian Menurut Sanusi (2011 : 87) sampel adalah bagian dari elemen-elemen

populasi yang terpilih. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode non-probability sampling. Menurut Sanusi (2011 : 94) pengambilan sampel secara tidak acak (non-probability sampling) merupakan tipe sampling yang tidak mempertimbangkan peluang. Teknik non-probability sampling yang dipilih

42

adalah teknik purposive, yaitu pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang ada pada responden. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin, Slovin (dalam Sanusi, 2011 : 101) dengan rumus sebagai berikut :

n=

N 1+Ne2

Dimana : n

= ukuran sampel

N

= ukuran populasi

e

= persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan yaitu sebesar 0,1 (10%).

Dengan rumus slovin tersebut maka didapat angka n adalah:

n=

335 1+(335 × 0,12 )

= 77 Peneliti menggenapkan sampel menjadi 100 responden sebagaimana teori Hair et al. (2006 : 197) bahwa data yang diolah dengan regresi linier berganda, jumlah sampel minimal 50 responden dan lebih disarankan 100 responden bagi kebanyakan situasi penelitian, sehingga besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden agar lebih memudahkan pengumpulan data penelitian. Sampel 100

responden tersebut merupakan agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung yang menggunakan dan belum menggunakan Mocash LPG BRI.

43

E. Teknik Pengumpulan Data Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1.

Studi Pustaka Studi pustaka yaitu suatu teknik untuk mendapatkan data teoritis dari para

ahli melalui sumber bacaan yang berhubungan dan menunjang terhadap penelitian ini baik dari buku, majalah, koran dan bacaan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data sekunder yang digunakan sebagai landasan perbandingan dalam menyusun penelitian. Data sekunder ini diperoleh dengan membaca, mempelajari catatan-catatan kuliah dan sumber-sumber lainnya yang relevan dengan masalah yang diteliti sehingga dapat menjadi landasan teori yang kuat serta mendukung penelitian. 2.

Observasi Teknik pengumpulan data ini dengan melakukan pengamatan langsung

terhadap objek penelitian untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti . Menurut Sanusi (2011 : 111) observasi merupakan cara pengumpulan data melalui proses pencatatan perilaku subjek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. 3.

Kuesioner Cara pengumpulan data dengan menyebarkan suatu daftar yang berisi

serangkaian pernyataan tertulis yang disusun secara sistematis yang diserahkan langsung kepada seluruh responden yang merupakan agen LPG 3 Kg di Bandar Lampung.

44

F. Metode Analisis Data 1.

Instrumen Penelitian Instrumen utama dalam penelitian ini adalah kuesioner. Instrumen yang

diberikan kepada responden dengan menggunakan teknik skala likert 5 point untuk mengukur variabel penelitian. Responden nantinya memilih jawaban dari pernyataan-pernyataan dengan 5 alternatif jawaban yang ada, dengan pemberian skor sebagai berikut :

Tabel 3.2 Skor Penilaian Skor Penilaian Keterangan

2.

Pernyataan Positif

Pernyataan Negatif

Sangat Setuju (SS)

5

1

Setuju (S)

4

2

Netral (N)

3

3

Tidak Setuju (TS)

2

4

Sangat Tidak Setuju (STS)

1

5

Uji Instrumen Penelitian Setelah itu dilakukan uji instrumen untuk melihat validitas dan reliabilitas

kuesioner. a.

Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen yang

digunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas diuji melalui Analisis Faktor Konfirmatori. Jika loading factor dari indikator > 0,50 indikator tersebut valid (Ghozali, 2004 : 21).

45

Hasil uji validitas dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut ini : Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Item Loading Factor Pernyataan 1 0,647 2 0,748 Keuntungan Relatif (X1) 3 0,694 4 0,708 1 0,740 2 0,756 Kompatibilitas (X2) 3 0,776 4 0,601 1 0,832 2 0,847 Kompleksitas (X3) 3 0,864 4 0,839 1 0,657 Niat 2 0,742 Penggunaan 3 0,738 (Y) 4 0,660 Sumber : Data diolah dari lampiran 3, 2017 Variabel

Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Berdasarkan Tabel 3.3 diperoleh nilai seluruh indikator > 0,50. Berdasarkan hasil uji validitas, maka disimpulkan seluruh indikator valid.

b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur tingkat konsistensi instrumen penelitian. Penelitian ini diuji melalui Analisis Faktor Konfirmatori, dan jika nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari nilai Cronbach’s alpha if item deleted berarti instrument tersebut reliabel (Ghozali, 2004).

46

Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 3.4 berikut ini : Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas Item Pernyataan

Variabel

Cronbach Alpha

1 2 Keuntungan 0,649 Relatif (X1) 3 4 1 2 Kompatibilitas 0,692 (X2) 3 4 1 2 Kompleksitas 0,867 (X3) 3 4 1 Niat 2 Penggunaan 0,652 3 (Y) 4 Sumber : Data diolah dari lampiran 4, 2017

Cronbach’s Alpha if Item Deleted 0,613 0,556 0,593 0,563 0,614 0,606 0,588 0,690 0,838 0,829 0,818 0,834 0,613 0,550 0,557 0,612

Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

Tabel 3.4 menunjukkan nilai cronbach’s alpha lebih besar dari nilai cronbach’s alpha if item deleted maka dinyatakan seluruh instrumen dalam penelitian ini reliabel.

3.

Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear

berganda dengan model sebagai berikut : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + et Keterangan

:

Y

= Niat Penggunaan

a

= Intercept

47

b1-b3 = Koefisien korelasi masing-masing variabel X1

= Keuntungan Relatif

X2

= Kompatibilitas

X3

= Kompleksitas

Et

= Error Term

4.

Pengujian Hipotesis

a.

Koefisien Determinasi (R2) Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan

model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2012).

b. Uji F Kemudian untuk uji hipotesis dilakukan dengan uji F dan uji t. Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan (Muhidin, 2007 : 239). Untuk uji secara simultan menggunakan uji F perhitungannya dilakukan dengan rumus sebagai berikut : 𝐹= Keterangan

𝐽𝑘𝑟𝑒𝑔/𝑘 𝐽𝑘𝑟𝑒𝑠/(𝑛 − 𝑘 − 1)

:

Jk (reg) = b1 ∑X1 Y + b2 ∑X2 Y + b3 ∑X3 Y

48

Jk (res) = ∑Y 2 - Jk (reg) n

= banyaknya responden

k

= banyaknya kelompok

Ftabel = Fa (k : n-k-l) Rumus mencari F tabel : df = ( Jumlah variabel - 1) df = n - k - 1 Keterangan : n = Jumlah Responden K = Jumlah variabel bebas (x)

Kriteria pengujian dilakukan dengan cara : 1. Membuat hipotesis Ho : Secara simultan tidak terdapat pengaruh X terhadap Y. Ha : Secara simultan terdapat pengaruh X terhadap Y. 2. Menentukan nilai probabilitas (sig) pada nilai α sebesar 0,05 (5%) a. Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak b. Jika nilai sig ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

c.

Uji t Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas

terhadap variabel terikat secara parsial (Muhidin, 2007 : 239). Untuk uji secara parsial menggunakan uji t perhitungannya dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

𝒕𝒐 =

𝒃 𝒔𝒃

49

Rumus mencari t tabel : df = n - k - 1 Keterangan : n = Jumlah responden K = Jumlah variabel bebas (x)

Kriteria pengujian dilakukan dengan cara : 1. Membuat hipotesis Ho : Secara parsial tidak terdapat pengaruh X terhadap Y Ha : Secara parsial terdapat pengaruh X terhadap Y 2. Menentukan nilai probabilitas (sig) pada nilai α sebesar 0,05 (5%) a. Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima Ha ditolak. b. Jika nilai sig ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa inovasi produk yang terdiri dari keuntungan relatif (X1), kompatibilitas (X2), dan kompleksitas (X3) berpengaruh terhadap niat penggunaan mobile banking BRI yaitu Mocash LPG BRI di Bandar Lampung. Hal ini didasarkan pada: 1.

Keuntungan relatif berpengaruh positif terhadap niat penggunaan Mocash LPG BRI, kompatibilitas berpengaruh positif terhadap niat penggunaan Mocash LPG BRI, dan kompleksitas berpengaruh negatif terhadap niat penggunaan Mocash LPG BRI. Semakin tinggi nilai variabel independen yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas serta semakin rendah nilai variabel kompleksitas maka nilai variabel dependen yaitu niat penggunaan akan semakin meningkat.

2.

Hasil analisis regresi linear berganda membuktikan bahwa variabel inovasi produk yang terdiri dari keuntungan relatif (X1), kompatibilitas (X2), dan kompleksitas (X3) memberikan pengaruh sebesar 84% terhadap niat penggunaan Mocash LPG BRI di Bandar Lampung. Sisanya 16% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

3.

Pengaruh terbesar terdapat pada variabel keuntungan relatif yaitu sebesar 59,7 %. Konsumen akan lebih cepat menerima serta menggunakan suatu

77

inovasi produk jika produk atau layanan tersebut lebih memberikan manfaat baik dilihat dari sisi finansial maupun ekonomis dibandingkan dengan produk sebelumnya. Semakin tinggi kemanfaatan suatu produk maka semakin cepat produk tersebut diterima dan digunakan.

B. Saran BRI telah melakukan strategi inovasi produk dengan baik, oleh karena itu sebaiknya BRI tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai. Saran yang diajukan oleh peneliti yang dapat dijadikan acuan sesuai dengan hasil penelitian, yaitu: 1.

Pada variabel kompleksitas BRI perlu meningkatkan upaya sosialisasi yang intensif untuk memberikan arahan dan instruksi secara tepat agar beberapa agen yang belum terlalu paham mampu memahami inovasi produk ini secara tepat.

2.

Pada variabel keuntungan relatif terdapat pernyataan, Mocash BRI segera memberikan laporan untuk segala transaksi mendapatkan nilai rata-rata terkecil. Oleh karena itu, BRI perlu meningkatkan kualitas layanan mobile banking dalam hal kecepatan pesan konfirmasi dengan menentukan batas waktu maksimal tidak lebih dari 5 menit untuk transaksi yang terpaksa tidak dapat dieksekusi.

3.

Pada variabel kompatibilitas terdapat pernyataan, Mocash LPG BRI cocok dengan gaya hidup mendapatkan nilai rata-rata terkecil. Oleh karena itu, BRI perlu meningkatkan kegiatan promosi untuk mengkomunikasikan Mocash LPG BRI dengan gaya hidup saat ini kepada masyarakat dimanapun cabang

78

bank beroperasi, bahkan di daerah pedesaan. Beberapa fitur penunjang gaya hidup seperti personalisasi untuk mengubah tampilan aplikasi mobile banking sesuai dengan gaya dan kepribadian nasabah, serta info promosi seputar penawaran dari sejumlah merchant yang bekerjasama dengan pihak bank. 4.

Penelitian selanjutnya diusahakan untuk melakukan penelitian dengan indikator variabel inovasi produk yang lebih banyak lagi, diantaranya kemampuan

dipisahkan

(divisibility)

dan

kemampuan

komunikasi

(communicability) sehingga tidak hanya keuntungan relatif, kompatibilitas, dan kompleksitas saja agar deskripsi mengenai inovasi produk terhadap niat penggunaan dapat lebih kaya dan lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

a. Buku Teks : Fahmi, Irham. 2015. “Manajemen Perbankan Konvensional & Syariah”. Jakarta : Mitra Wacana Media. Ferdinand, Augusty. 2006. “Metode Penelitian Manajemen”. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Fontana, Avanti. 2009. “Innovate We Can! Manajemen inovasi dan Penciptaan Nilai”. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Ghozali, Imam. 2004. “Aplikasi analisis Multivariate dengan Program SPSS”. Semarang : Badan Penerbitan Universitas Diponegoro. Ghozali, Imam. 2012. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20”. Semarang : UNDIP. Hair, Jr., J. F., Anderson, R. E., Tatham, R. L., & Black, W. C. 2006. “Multivariate Data Analysis”. 6th Edition, New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. Kotler, Philip, dan Keller, Kevin Lane. 2013. “Marketing Management” : Fourteenth Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc. Muhidin dan Abdurahman. 2007. “Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian”. Bandung: Pustaka Setia. Sanusi, Anwar. 2011. “Metode Penelitian Bisnis” . Jakarta : Salemba Empat. Sumarwan, Ujang. 2003. “Perilaku Konsumen”. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia. Tjiptono, Fandy. 2014. “Pemasaran Jasa Prinsip, Penerapan, dan Penelitian”. Yogyakarta : Penerbit Andi. Wahjono, Sentot Imam. 2013. “Manajemen Pemasaran Bank”. Yogyakarta : Graha Ilmu.

b. Artikel Jurnal : Bauer, H.H., Reichardt, T., Barnes, S.J. and Neumann, M.M. 2005. “Driving consumer acceptance of mobile marketing: a theoretical framework and empirical study”. Journal of Electronic Commerce Research. Vol. 6 No. 3, pp. 181-192. Echchabi, A. and Aziz, H.A. 2012. “The relationship between religiosity and customers adoption of Islamic banking services in Morocco”, International Journal of Contemporary Business Studies. Vol. 3 No. 5, pp. 25-31. Eriksson, Kent., Kerem, Katri and Nilsson, Daniel. 2008. "The adoption of commercial innovations in the former Central and Eastern European marketsThe case of internet banking in Estonia”. International Journal of Bank Marketing. Vol. 26 Iss 3 pp. 154 – 169. Flight, Richard L., D’Souza,G. and Allaway, Arthur W. 2011. “Characteristicsbased innovation adoption: scale and model validation”. Journal of Product and Brand Management. Vol. 20 Iss 5 pp. 343 – 355. Hanafizadeh, P., Behboudi, M., Khoshksaray, A. and Shirkhani Tabar, M. 2014. “Mobile-banking adoption by Iranian bank clients”. Telematics and Informatics. Vol. 31 No. 1, pp. 62-78. Ibidunni., Iyiola, Oluwole and Ibidunni, Ayodotun S. 2014. “Product Innovation, A Survival Strategy For Small And Medium Enterprises In Nigeria”. European Scientific Journal. Vol.10, No 1 ISSN: 1857 – 7881. Islam, Md. Zahidul., Low, Patrick Kim Cheng and Hasan, Ikramul. 2013. "Intention to use advanced mobile phone services (AMPS)". Management Decision. Vol. 51 Iss 4 pp. 824 – 838. Jaafar, Sit Nurafifah., Lalp, Pan Ein and Mohamed, Mohaini. 2013. “ Consumers’ Perceptions, Attitudes and Purchase Intention towards Private Label Food Products in Malaysia”. Asian Journal of Business and Management Sciences. Vol. 2 No. 8 [73-90]. Kaabachi, Souheila and Obeid, Hasan. 2016. " Determinants of Islamic banking adoption in Tunisia: empirical analysis ". International Journal of Bank Marketing. Vol. 34 Iss 7 pp. 1069 – 1091. Kanagal, Nagasimha Balakhrisna. 2015. “Innovation and product innovation in marketing strategy”. Journal of Management and Marketing Research. Volume 18. Mirabi, Vahidreza, dkk. 2015. “A Study of Factors Affecting on Customers Purchase Intention”. Journal of Multidisciplinary Engineering Science and Technology, Vol. 2.

Mishra, Sunil Kumar and Sahoo, Durga Prasad.2013.”Mobile Banking Adoption and Benefits Toward Customers Service.” Vol. 2 Iss 1 pp. 2319 – 2526. Mndzebele, Nomsa. 2013. “The Effects of Relative Advantage, Compatibility and Complexity in the Adoption of EC in the Hotel Industry”. Journal of Computer and Communication Engineering. Vol. 2, No. 4, July 2013. Mohammadi, Hossein. 2015. “A study of mobile banking usage in Iran”. International Journal of Bank Marketing, Vol. 33 Iss 6 pp. 733 – 759. Rahayu, Agus dan Anggarini, Gita. 2009. “Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Audio Sony (Survei pada Konsumen di Toko Aneka Irama Jalan ABC Bandung)”. Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis. Vol. 8, Nomor 16. Ruyter, Ko De., Wetzels, Martin and Kleijnen, Mirella. 2001. "Customer adoption of e-service: an experimental study”. International Journal of Service Industry Management. Vol. 12 Iss 2 pp. 184 – 207. Shanmugam, Arunagiri., Savarimuthu, Michael Thaz and Wen, Teoh Chai. 2014. “Factors Affecting Malaysian Behavioral Intention to Use Mobile Banking With Mediating Effects of Attitude". Academic Research International. Vol. 5 (2). Tornatzky, L. G., and Klein, K. J. 1982. “Innovation Characteristics and Innovation Adoption-Implementation: A Meta-Analysis of Findings”. IEEE Transactions on Engineering Management, 29 (1), pp. 28-45. Weigel, Fred K., Hazen, Benjamin T., Cegielski, Casey G. and Hall, Dianne J. 2014. “Diffusion of Innovations and the Theory of Planned Behavior in Information Systems Research: A Metaanalysis”. Communications of the Association for Information Systems. Vol. 34, Article 31, pp. 619-636. Yeong, Soo., Yap, Sheau Fen and Lee, C.K.C. 2015. "Network externalities and the perception of innovation characteristics: mobile banking”. Marketing Intelligence & Planning. Vol. 33 Iss 4 pp. 592 – 611. c. Tesis/Skripsi : Uliana, Dina. 2012. Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Purchase Intention (Studi Pada Starbucks VIA). Skripsi. Kekhususan Pemasaran. Jakarta : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.