Perjanjian Pemberian Kredit Secara Sindikasi No

Perjanjian Kredit, Bank Sindikasi dengan ini memberikan kepada Debitur ... dengan porsi pembiayaan masing-masing Bank Sindikasi secara proporsional...

0 downloads 16 Views 103KB Size

Recommend Stories


TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI
6 Jun 2012 - asas hukum perjanjian dalam perjanjian kredit sindikasi yaitu tidak terlepas dasar ... Kata Kunci : Perjanjian Kredit Sindikasi, Hukum Kontrak.

kredit sindikasi
A. Pengertian. Harus dibedakan antara “sindikasi kredit” atau loan syndication dan “kredit sindikasi” atau syndicated loan. Sindikasi kredit adalah suatu ...

kredit sindikasi dalam perbankan.pdf
pemberian kredit atau jasa. Jika melihat perumusan definisi kredit dalam Undang-undang No. 10. Tahun 1998 tentang Perbankan, maka dapat dilihat bahwa ...

ABSTRAK Kredit sindikasi adalah kredit yang ... - USU Repository
dua jenis sindikasi yakni Sindikasi Murni dan Club Deal/Join Banking. Dalam. Sindikasi Murni, kredit yang disindikasikan oleh dua bank atau lebih berdasarkan.

Pengurusan Dan Penyelesaian Kredit Sindikasi Yang Macet
Abstrak. Kredit sindikasi adalah kredit yang diberikan oleh beberapa bank atau lembaga non bank secara sindikasi membiayai satu debitur, dengan risiko ...

KREDIT SINDIKASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN ... - Neliti
Penerapan prinsip kehati-hatian perbankan atas pemberian kredit sindikasi ... atau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dari bank peserta sindikasi ada.

ANALISIS KREDIT SINDIKASI DITINJAU DARI HUKUM KONTRAK
yang memerlukan pembiayaan besar, kontrak kredit sindikasi dilihat dari isi ... Penulisan hukum ini membahas tentang kredit sindikasi ditinjau dari aspek.

perjanjian beli kembali dalam pemberian kredit kepemilikan kios
25 Nov 2010 - Kompleks Pasar Lama Dalu-Dalu Kec. Tambusai Kab. Rokan Hulu - Provinsi Riau. II. Orang Tua. Nama Ayah. : H. Nazar Juah. Nama Ibu.

kredit sindikasi sebagai alternatif pembiayaan kredit ... - OJS Unud
hadirnya kredit sindikasi, permintaan kredit dalam skala besar tetap dapat ... Kata kunci : Kredit, Kredit Sindikasi, Pembiayaan, Batas Maksimum Pemberian.

metode pengalihan kredit sindikasi - Jurnal Hukum & Pembangunan
assignment, participation novasi3 Metode lainnya yang juga dipergunakan dalam praktik pengalihan kredit sindikasi adalah melalui cessie ataupun subrogasi.

Story Transcript


 

Perjanjian Pemberian Kredit Secara Sindikasi No. XX tanggal XX/XX/XXXX Berhubung informasi yang terdapat pada Perjanjian Kredit juga adalah dasar untuk mendasari rancangan penyelesaian permasalahan pokok yang akan dibahas, maka beberapa pasal yang berhubungan dengan Case Study ini akan diinformasikan dibawah ini :

Pasal 2 FASILITAS 2.1

Atas permintaan Debitur dan dengan tunduk pada ketentuan dan syarat Perjanjian Kredit, Bank Sindikasi dengan ini memberikan kepada Debitur fasilitas yang terbagi dalam 2 kelompok (tranche) yaitu: (i)

kelompok (tranche) A dalam jumlah sebesar USD 16.373.773,00 [(enam belas juta tiga ratus tujuh puluh tiga ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga Dolar Amerika Serikat)] (“Tranche A”); dan

(ii)

kelompok (tranche) B dalam jumlah sebesar USD 20.000.000,00 (dua puluh juta Dolar Amerika Serikat) (“Tranche B”),

dengan porsi pembiayaan masing-masing Bank Sindikasi secara proporsional sesuai dengan Jumlah Komitmen. 2.2

Kewajiban-kewajiban Bank Sindikasi berdasarkan Perjanjian Kredit ini adalah terpisah dan sendiri-sendiri. Baik Agen Fasilitas, Agen Jaminan

 

Sindikasi, Arranger ataupun setiap Bank Sindikasi tidak akan bertanggung jawab atas kelalaian Bank Sindikasi lain untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Kredit ini, dan tidak ada kelalaian demikian yang akan membebaskan Debitur atas suatu kewajibannya yang timbul dari atau berdasarkan Jumlah Pokok Utang yang telah dicairkan kepadanya berdasarkan Perjanjian Kredit ini. 2.3

Fasilitas akan digunakan sebagai berikut: (i)

Tranche A akan digunakan untuk pelunasan Utang Yang Akan Dilunasi.

(ii) 2.4

Tranche B akan digunakan untuk Pengembangan Usaha

Penggunaan dari setiap Penarikan akan secara benar dan tepat dicatatkan pada pembukuan dan catatan perusahaan Debitur.

Pasal 6 PEMBAYARAN KEMBALI JUMLAH TERUTANG 6.1

Pembayaran Jumlah Pokok Utang Tranche A Tanpa mengurangi kewenangan Agen Fasilitas untuk menentukan syaratsyarat lain, pembayaran Jumlah Pokok Utang Tranche A dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut (“Pembayaran Pokok Tranche A”):

 

(i)

Jumlah Pokok Utang Tranche A harus dilunasi paling lambat 5 (lima) tahun sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit (“Jangka Waktu Pelunasan Tranche A”);

(ii)

Pembayaran dilakukan dengan angsuran perbulan yang akan dibayarkan setiap tanggal 25 bulan yang bersangkutan dan untuk pembayaran pertama kali dilakukan pada Tanggal Pembayaran Bunga pertama (“Pembayaran Angsuran Tranche A”);

(iii)

Jumlah keseluruhan Pembayaran Angsuran Tranche A per tahun untuk 4 (empat) tahun pertama adalah sebanyak-banyaknya sebesar USD 3.300.000 (tiga juta tiga ratus ribu Dolar Amerika Serikat) dan sisa dari Jumlah Pokok Utang Tranche A akan dibayarkan pada tahun kelima; dan

(iv)

Jumlah Pembayaran Angsuran Tranche A akan dicantumkan dalam jadwal Pembayaran Angsuran Tranche A sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI Perjanjian Kredit yang akan diberitahukan oleh Agen Fasilitas setelah Penarikan Tranche A, dan jadwal Pembayaran Angsuran Tranche A tersebut merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Perjanjian Kredit dan akan mengikat Debitur.

 

6.2

Pembayaran Jumlah Pokok Utang Tranche B Tanpa mengurangi kewenangan Agen Fasilitas untuk menentukan syaratsyarat lain, pembayaran Jumlah Pokok Utang Tranche B dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut (“Pembayaran Pokok Tranche B”): (i)

Jumlah Pokok Utang Tranche B harus dilunasi dengan penuh paling lambat 5 (lima) tahun sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit (“Jangka Waktu Pelunasan Tranche B”) dengan masa tenggang 1 tahun sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit, dalam jangka waktu mana Debitur tidak dikenakan kewajiban untuk melakukan Pembayaran Pokok Tranche B (“Masa Tenggang Tranche B”);

(ii)

Pembayaran dilakukan dengan angsuran perbulan yang akan dibayarkan setiap tanggal 25 bulan yang bersangkutan dan untuk pembayaran pertama kali dilakukan pada tanggal 25 bulan pertama setelah berakhirnya Masa Tenggang Tranche B (“Pembayaran Angsuran Tranche B”);

(iii)

Jumlah keseluruhan Pembayaran Angsuran Tranche B dalam satu tahun tidak akan melebihi USD 5.000.000 (lima juta Dolar Amerika Serikat) sehingga dalam hal Penarikan dilakukan untuk seluruh fasilitas Tranche B, maka jumlah keseluruhan Pembayaran Angsuran Tranche B untuk masing-masing tahun dalam Jangka Waktu

 

Pelunasan Tranche B adalah sejumlah USD 5.000.000 (lima juta Dolar Amerika Serikat); dan (iv)

Jumlah Pembayaran Angsuran Tranche B akan disesuaikan dengan Penarikan yang dilakukan Debitur dan akan dicantumkan dalam jadwal Pembayaran Angsuran Tranche B yang akan diberitahukan oleh Agen Fasilitas pada setiap Penarikan, dan jadwal Pembayaran Angsuran Tranche B tersebut merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Perjanjian Kredit dan akan mengikat Debitur (bersama-sama dengan jadwal Pembayaran Angsuran Tranche A tersebut dalam Pasal 6.1 angka (iv) diatas dan sebagaimana

divariasikan

berdasarkan

Pembayaran

Dipercepat

selanjutnya disebut “Jadwal Pembayaran Pokok Utang”).

Pasal 9 KETERLAMBATAN PEMBAYARAN DAN DENDA 9.1

Atas setiap kelalaian ataupun keterlambatan pembayaran kembali atas seluruh atau sebagian dari Pembayaran Pokok, atau Pembayaran Bunga, Debitur menyetujui dan menyanggupi untuk, seketika atas teguran pertama dari Agen Fasilitas, membayar denda sebesar 2% (dua persen) di atas Suku Bunga yang berlaku yang dikenakan atas jumlah uang yang lalai ataupun terlambat dibayarkan yang dihitung berdasarkan hari-hari yang nyata berlalu dengan

 

menggunakan dasar perhitungan 360 (tiga ratus enam puluh) hari per tahun mulai sejak tanggal pembayaran uang itu seharusnya dilakukan sampai dengan tanggal seluruh pembayaran uang tersebut berikut dendanya secara sekaligus dan tunai dilakukan oleh Debitur kepada Agen Fasilitas. 9.2

Atas setiap kelalaian atau keterlambatan pembayaran kembali atas seluruh atau sebagian dari pembayaran lainnya yang wajib dilaksanakan oleh Debitur berdasarkan Dokumen Transaksi, Debitur menyetujui dan menyanggupi untuk membayar biaya administrasi kepada Bank Sindikasi, Agen Jaminan, Agen Jaminan Sindikasi, Agen Fasilitas ataupun Arranger sesuai dengan jumlah kerugian yang dialami oleh pihak tersebut yang disebutkan oleh pihak yang bersangkutan yang dihitung secara wajar dan dengan itikad baik. Pembayaran

jumlah

uang

yang

dilalaikan

tersebut

berikut

biaya

administrasinya wajib dibayar secara sekaligus dan tunai atas permintaan dari Agen Fasilitas.

Pasal 16 KEWAJIBAN DEBITUR Selama Debitur belum membayar lunas Jumlah Terutang kepada Bank Sindikasi berdasarkan Perjanjian Kredit dan semua perjanjian yang berkaitan, Debitur wajib, berjanji dan mengikat diri kepada Agen Fasilitas untuk:

 

(a)

Setiap 2 tahun sekali, Debitur menyerahkan hasil penilaian atas Tanah, Mesin, Persediaan dan Peralatan yang dilakukan oleh perusahaan penilai yang disetujui oleh Bank Sindikasi dan seluruh biaya yang timbul menjadi beban Debitur;

(b)

Financial covenant: Menjaga agar keuangan Debitur dalam kondisi sebagai berikut

 

(i) 

Current Ratio minimum 1,1 X  (Current Ratio berarti perbandingan antara total aktiva lancar Debitur terhadap total pasiva lancar Debitur, yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia)

(ii)

Debt Service Coverage Ratio minimum 1,25 X (Debt Service Coverage Ratio berarti perbandingan antara (i) pendapatan operasional atau laba usaha sebelum dibebankan atau diperhitungkan dengan bunga, pajak dan depresiasi serta amortisasi terhadap (ii) hutang pokok ditambah dengan bunga yang timbul dari kewajiban utang Debitur)

(iii)

Debt to Equity Ratio maksimum 2,0 X (Debt to Equity Ratio berarti perbandingan antara total kewajiban (liabilities) Debitur dikurangi pinjaman yang disubordinasikan (Subordinated Loan) terhadap total equity Debitur, yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia)

 

(iv)

Interest Service Coverage Ratio (Ebitda/Interest) minimum 2,5 X (Interest Service Coverage Ratio berarti perbandingan antara (i) pendapatan operasional atau laba usaha sebelum dibebankan atau diperhitungkan dengan bunga, pajak dan depresiasi serta amortisasi terhadap (ii) bunga yang timbul dari kewajiban utang Debitur);

(c)

Tanah, Persediaan, dan Mesin dan Peralatan wajib diasuransikan melalui perusahaan

asuransi

yang

disetujui

oleh

Agen

Jaminan

dengan

mencantumkan bankers clause untuk kepentingan Agen Jaminan; (d)

Mengirimkan kepada Agen Fasilitas setiap 3 bulan laporan perkembangan instalasi mesin baru sehubungan dengan Pengembangan Usaha, dituangkan dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh Agen Fasilitas paling lambat 15 hari setelah tanggal laporan (akhir bulan);

(e)

Mengirimkan kepada Agen Fasilitas setiap 3 bulan laporan penjualan, laporan produksi, laporan piutang, laporan persediaan dituangkan dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh Agen Fasilitas paling lambat 15 hari setelah tanggal laporan (akhir bulan);

(f)

Menyerahkan Laporan proyeksi Cashflow 3 bulanan, paling lambat 45 hari setelah periode laporan dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh Agen Fasilitas.

(g)

menyerahkan Laporan Realisasi Cashflow 3 bulanan, paling lambat 45 hari setelah periode laporan dalam bentuk dan isi yang dapat diterima oleh Agen Fasilitas. Jika terdapat variance yang signifikan yang berpotensi mengganggu

 

kelancaran pembayaran kewajiban pinjaman selanjutnya, harus tersedia penjelasan dan rencana aksi untuk penyelesaiannya; (h)

Menyerahkan secara berkala penggunaan plafond dan outstanding fasilitas pinjaman dan trade facility (impor dan ekspor) 3 bulan sekali kepada Agen Fasilitas paling lambat 45 Hari Kerja dari akhir periode laporan;

(i)

Menyerahkan secara berkala rekening koran dari Rekening Operasional Debitur yang ada di Bank A, Bank B dan Bank Sindikasi lainnya 3 bulan sekali kepada Agen Fasilitas paling lambat 10 Hari Kerja dari tanggal akhir bulan rekening koran bulan terakhir;

(j)

Mengizinkan Bank Sindikasi dan penasehat atau konsultannya kapan saja untuk mengunjungi pabrik Debitur;

(k)

Memelihara sistem pembukuan atau pencatatan yang bersifat finansial atau komersial sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia;

(l)

Mensubordinasikan seluruh pinjaman dari Para Pemegang Saham dan pihak terafiliasi yang sudah ada saat ini sebesar USD 5,810,000 (lima juta delapan ratus sepuluh ribu Dolar Amerika Serikat) terhadap Jumlah Terutang dan bunga atas pinjaman tersebut tidak boleh dibayar sebelum seluruh Jumlah Terutang dilunasi;

(m)

Seluruh bunga atas pinjaman dari Para Pemegang Saham dan pihak terafiliasi setelah tanggal Perjanjian Kredit tidak boleh dibayar sebelum seluruh Jumlah Terutang dilunasi;

 

(n)

Segera dan paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah tanggal dilakukannya Penarikan Tranche A pertama, menandatangani Dokumen Jaminan untuk mengikat Jaminan;

(o)

Paling lambat 1 bulan setelah berakhirnya Jangka Waktu Penarikan Tranche B atau proses pembangunan pabrik, pembelian mesin-mesin dan pemasangan (instalasi) atas mesin-mesin dalam rangka Pengembangan Usaha selesai dilakukan (mana yang lebih dulu), maka mesin-mesin tersebut harus sudah masuk dalam daftar objek jaminan fidusia atas Mesin dan Peralatan;

(p)

Debitur menyerahkan laporan keuangan berupa: (i)

Audited Financial Statement yang telah diaudit paling lambat 180 hari kalender setelah tanggal laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik yang termasuk dalam daftar Kantor Akuntan Publik sebagaimana yang disampaikan oleh Agen Fasilitas kepada Debitur;

(ii)

Laporan Keuangan yang merupakan lampiran SPT Tahunan disertai tanda pengesahan dari kantor pajak setempat paling lambat 120 hari setelah tanggal pelaporan; dan

(iii)

Quaterly Financial statement (in house) yang belum diaudit yang dibuat secara konsisten atas dasar Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan telah ditandatangani serta disahkan oleh Direksi dari Debitur paling lambat 45 hari kalender dari tanggal laporan;

 

(q)

Memberitahukan kepada Agen Fasilitas selambat-lambatnya 7 Hari Kerja tentang adanya: (i)

Setiap Peristiwa Cidera Janji (dan setiap tindakan yang diambil atau diusulkan untuk diambil untuk memperbaikinya) pada saat terjadinya peristiwa tersebut;

(ii)

Setiap peristiwa yang diketahui dapat atau akan dapat menimbulkan terjadinya Peristiwa Cidera Janji dan keadaan-keadaan yang menurut pendapat yang wajar dari Debitur dapat mempengaruhi pelaksanaan dan pemenuhan dengan baik dan sebagaimana mestinya oleh Debitur atas semua kewajiban Debitur yang ditetapkan dalam Perjanjian Kredit;

(iii)

sengketa dengan instansi pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan usahanya;

(iv)

kerugian atau kerusakan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari Aset; dan

(v)

sengketa (baik di muka badan pengadilan, badan arbitrasi maupun badan administratif) yang menyangkut tuntutan kepada Debitur;

(r)

Mengasuransikan (dengan asuransi CEAR (Construction and Erection All Risk)/all risk termasuk risiko force majeure, termasuk tapi tidak terbatas kepada, huru-hara, gempa, banjir, pemogokan, perang, dan kebakaran) pabrik serta mesin yang pembangunan atau pembeliannya dibiayai oleh Fasilitas selama masa konstruksi atau pemasangan (minimum s/d Commercial

 

Operation Date) pada maskapai asuransi yang dapat diterima oleh Bank Sindikasi dengan nilai pertanggungan minimal sebesar nilai proyek dan dilengkapi dengan mencantumkan bankers clause untuk kepentingan Bank Sindikasi atau Agen Jaminan; (s)

Mempertahankan kepemilikan saham Debitur oleh keluarga Ruia, baik secara langsung maupun tak langsung, termasuk melalui Para Pemegang Saham, minimal 51% (lima puluh satu persen);

(t)

Mematuhi hukum yang berlaku dan memenuhi segala kewajibannya kepada pihak ketiga;

(u)

Debitur akan menggunakan Fasilitas ini sesuai dengan Tujuan Fasilitas dan Agen Fasilitas maupun Bank Sindikasi tidak berkewajiban untuk memeriksa hal tersebut;

(v)

Debitur akan menjalankan bisnisnya dengan seksama sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan;

(w)

Debitur wajib melakukan tindakan yang diperlukan sehubungan otorisasi, persetujuan, resolusi, lisensi, pembebasan, pencatatan, notarisasi, registrasi, dan asuransi untuk dapat menyelenggarakan bisnisnya dan memenuhi kewajibannya sesuai dengan Perjanjian Kredit dan untuk memastikan legalitas, validitas, dan kejelasan dari Perjanjian Kredit ini;

(x)

Membayar dan memenuhi semua pajak-pajak dan pungutan-pungutan pemerintah atas setiap harta kekayaan sebelum tanggal dibebankannya sanksi-sanksi apabila terjadi kelalaian dalam pembayaran.

 

(y)

menyerahkan jaminan-jaminan selain dari pada Jaminan dalam bentuk, isi, nilai dan cara yang dapat diterima dengan baik oleh Agen Jaminan, atas permintaan pertama dari Agen Jaminan, sebagai jaminan bagi Bank Sindikasi atas pengembalian setiap Jumlah Terutang oleh Debitur berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau pelaksanaan kewajiban pembayaran Debitur berdasarkan Perjanjian Kredit serta semua perjanjian yang berkaitan;

(z)

menyerahkan kepada Agen Jaminan semua asli polis asuransi, bukti pembayaran premi dan biaya asuransi, surat atau perjanjian mengenai atau yang sehubungan dengan pengasuransian tersebut;

(aa)

menyerahkan kepada Agen Fasilitas semua foto copy (yang dinyatakan sesuai dengan aslinya oleh Direksi Debitur) Akta Pendirian, Anggaran Dasar berikut setiap perubahannya, berita acara Rapat Umum Para Pemegang Saham Debitur

yang

berkenaan

dengan

penggantian,

pengangkatan

atau

pemberhentian anggota Direksi dan/atau Komisarisnya, segera setelah Debitur memperoleh akta atau dokumen tersebut atau segera setelah akta atau dokumen tersebut selesai dibuat; (bb)

mengadakan dan memelihara pembukuan, sistem administrasi/ penatausahaan dan pengawasan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang umum diterima di Indonesia dan yang diterapkan secara konsisten dan mencerminkan secara wajar keadaan keuangan serta hasil usaha Debitur;

 

(cc)

memberikan ijin kepada Agen Fasilitas atau pihak lain yang diberi kuasa oleh Agen Fasilitas atas pemberitahuan sebelumnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap pembukuan dan sistem administrasi Debitur, termasuk dalam hal ini mencatat, membuat fotokopi atau salinan atas dokumen Debitur yang dianggap perlu oleh Agen Fasilitas;

(dd)

secara terus menerus mendaftarkan, mencatatkan atau memperpanjang semua dokumen (termasuk tapi tidak terbatas pada asuransi), perijinan atau persetujuan yang diperlukan sehubungan dengan kegiatan usahanya ataupun Perjanjian Kredit ini pada setiap instansi yang berwenang agar tetap berlaku, dan selanjutnya mendapatkan, memperoleh, mencatatkan atau mendaftarkan semua dokumen tambahan pada atau dari instansi pemerintah yang berwenang yang diperlukan di kemudian hari.

Pasal 20 AGEN FASILITAS

20.1

Penunjukkan Untuk kepentingan Perjanjian Kredit, Bank Sindikasi dengan ini menunjuk Bank A selaku Agen Fasilitas dengan tugas dan wewenangnya sebagaimana disebutkan di bawah ini.

 

20.2

Wewenang yang Tidak Dapat Ditarik Kembali Setiap Bank dengan ini memberikan wewenang dan kuasa yang tidak dapat ditarik kembali kepada Agen Fasilitas, untuk mengambil tindakan atas nama masing-masing Bank untuk melaksanakan dan menjalankan kuasa, kebijakan, wewenang dan tugas sebagaimana secara khusus dilimpahkan kepada Agen Fasilitas berdasarkan Perjanjian Kredit ini dan segala perjanjian yang terkait.

20.3

Hubungan: (a)

Sehubungan dengan kuasa, kebijakan, kewenangan dan tugas berdasarkan Dokumen Transaksi, Agen Fasilitas harus bertindak untuk kepentingan Bank Sindikasi, dan Agen Fasilitas tidak menanggung dan tidak dapat dianggap menanggung kewajiban apapun kepada Bank Sindikasi selain yang secara khusus telah ditentukan dalam Perjanjian Kredit ini dan segala perjanjian yang berkaitan.

(b)

Agen Fasilitas tidak bertanggungjawab atas setiap kegagalan dari setiap pihak dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban pihak-pihak tersebut berdasarkan Dokumen Transaksi.

(c)

Agen Fasilitas tidak bertanggungjawab atas setiap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan olehnya dengan itikad baik berdasarkan Perjanjian Kredit ini dan segala perjanjian yang berkaitan

 

kecuali tindakan yang disebabkan oleh adanya kelalaian berat atau kesalahan secara sengaja. (d)

Agen Fasilitas dapat bertindak berdasarkan Dokumen Transaksi melalui pegawai dan pihak lain yang ditunjuk oleh Agen Fasilitas.

20.4

Keputusan Bank Mayoritas: Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Agen Fasilitas berdasarkan Dokumen Transaksi dan setiap masalah yang tidak secara tegas dinyatakan dalam Perjanjian Kredit ini atau Dokumen Transaksi, Agen Fasilitas wajib bertindak sesuai dengan petunjuk Bank Mayoritas. Dengan tidak mengenyampingkan Pasal 20.11 Perjanjian Kredit, setiap petunjuk dari Bank Mayoritas atau setiap keputusan dari Agen Fasilitas mengikat Debitur, seluruh Bank Sindikasi dan Agen Fasilitas.

20.5

Persetujuan Pembiayaan: Untuk kepentingan Agen Fasilitas sehubungan dengan Dokumen Transaksi, maka setiap Bank menyatakan bahwa: (a)

setiap Bank telah melakukan pemeriksaan dan mengambil kebijakan sendiri sebagaimana mestinya tanpa intervensi ataupun pengaruh dari Agen Fasilitas sehubungan dengan setiap informasi, pemberitahuan atau nasihat yang diberikan, baik tertulis ataupun lisan, setiap

 

penilaian dari, penyelidikan pada persyaratan pembiayaan, kelayakan kredit dan status atau sifat dari Debitur; dan (b)

dengan tidak bertentangan dengan Pasal 20.9 Perjanjian Kredit, Agen Fasilitas tidak diwajibkan baik sebelum atau pada saat setelah penandatanganan Dokumen Transaksi untuk memberikan informasi atau nasihat apapun atau untuk melakukan suatu penyelidikan atau penilaian sehubungan dengan Debitur ataupun setiap hal, hak dan kewajiban Bank Sindikasi berdasarkan Perjanjian Kredit ini.

20.6

Dokumentasi Baik Agen Fasilitas atau direktur, pegawai Agen Fasilitas, atau pihak lain yang ditunjuk oleh Agen Fasilitas tidak berkewajiban atau bertanggung jawab terhadap: (a)

eksekusi, keabsahan, pelaksanaan atau keberlakuan dari Dokumen Transaksi atau dokumen apapun yang dibuat sehubungan dengannya;

(b)

setiap pernyataan-pernyataan atau jaminan-jaminan yang dibuat atau disebutkan dalam Dokumen Transaksi atau informasi apapun yang diberikan sehubungan dengan Dokumen Transaksi.

 

20.7

Kepercayaan: Agen Fasilitas tidak bertanggungjawab atas: (a)

akibat dari setiap komunikasi atau dokumen yang oleh Agen Fasilitas dianggap sebagai asli dan benar dan telah disepakati atau ditandatangani oleh orang yang berwenang untuk menyepakati atau menandatangani; atau

(b)

akibat dari nasihat setiap penasihat professional yang dipilih oleh Agen Fasilitas sehubungan dengan Dokumen Transaksi.

20.8

Peristiwa Cidera Janji: (a)

Agen Fasilitas tidak diwajibkan untuk mengambil tindakan apapun untuk memastikan apakah Peristiwa Cidera Janji telah terjadi, sampai dengan Agen Fasilitas menerima pemberitahuan secara tertulis dari Debitur atau Bank Sindikasi.

(b)

Agen Fasilitas tidak diwajibkan untuk mengajukan perkara ke pengadilan manapun terhadap Debitur atas terjadinya suatu Peristiwa Cidera Janji berdasarkan Dokumen Transaksi kecuali Agen Fasilitas telah mendapatkan penggantian atas biaya-biaya yang telah atau mungkin dikeluarkannya sehubungan dengan pengajuan perkara tersebut dari setiap Bank secara proporsional sesuai dengan jumlah keikutsertaannya dalam Fasilitas berdasarkan Perjanjian Kredit ini.

 

20.9

Informasi: (a)

Agen Fasilitas akan mengirim kepada setiap Bank salinan setiap pemberitahuan yang diberikan oleh Debitur berdasarkan Perjanjian Kredit ini atau atas seluruh dokumen-dokumen yang dikirim kepada Agen Fasilitas sehubungan dengan Perjanjian Kredit.

(b)

Agen Fasilitas tidak diwajibkan untuk menyampaikan kepada Bank Sindikasi setiap informasi dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan setiap pihak dalam Dokumen Transaksi yang diperoleh oleh Agen Fasilitas selain yang berhubungan dengan Dokumen Transaksi.

20.10 Agen Fasilitas sebagai anggota dari Bank Sindikasi Agen Fasilitas, sehubungan dengan keikutsertaannya sendiri, memiliki hak dan wewenang yang sama berdasarkan Dokumen Transaksi seperti Bank lainnya. Agen Fasilitas dan/atau afiliasinya dapat, tanpa kewajiban untuk menjelaskan atau mempertanggung-jawabkan, terlibat dalam bidang usaha keuangan, perwaliamanatan atau hubungan komersial lainnya dengan Debitur dan/atau afiliasinya dan Agen Fasilitas dan/atau afiliasinya tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan atau mempertanggung-jawabkan setiap kesepakatan dengan Debitur dan/atau afiliasinya sebelum atau sesudah tanggal Dokumen Transaksi. Bagian keagenan dari Agen Fasilitas harus dianggap sebagai badan yang terpisah dari Agen Fasilitas dan setiap informasi yang diterima oleh Agen Fasilitas dalam kapasitas lain dapat

 

dianggap sebagai rahasia oleh Agen Fasilitas dan tidak perlu disampaikan kepada Bank Sindikasi. 20.11 Ganti Rugi Setiap Bank harus memberikan penggantian kepada Agen Fasilitas secara proporsional dengan besar keikutsertaannya dalam Fasilitas berdasarkan Dokumen Transaksi, dari dan terhadap seluruh perkara-perkara, pengeluaranpengeluaran,

kerugian-kerugian,

kerusakan-kerusakan

dan

kewajiban-

kewajiban dalam segala bentuk yang mungkin dapat diderita oleh Agen Fasilitas dalam kapasitasnya dengan itikad baik yang timbul sebagai akibat Dokumen Transaksi atau setiap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh Agen Fasilitas dalam melaksanakan atau melindungi, atau dalam usaha untuk melaksanakan atau melindungi, setiap hak-hak Bank Sindikasi berdasarkan Dokumen Transaksi. 20.12 Perubahan-perubahan Setiap Bank dengan ini memberi kuasa kepada Agen Fasilitas untuk menandatangani setiap perubahan atas ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Transaksi yang telah mendapat persetujuan dari Bank Mayoritas. Pemberian kuasa ini diberikan dengan tetap memberikan hak kepada Agen Fasilitas untuk atas pertimbangannya sendiri melepaskan kuasa tersebut dan meminta Bank Sindikasi menandatangani perubahan atas Dokumen Transaksi tersebut. Atas pelaksanaan kuasa tersebut dan segala akibatnya secara hukum mengikat

 

Bank Sindikasi dan Agen Fasilitas tidak bertanggung-jawab atas apapun sehubungan dengan pelaksanaan kuasa tersebut, dengan ketentuan bahwa Pasal 20.12 ini tidak memberi wewenang untuk setiap: (a)

perubahan nilai Pembayaran Pokok, baik setiap ataupun secara Pembayaran Pokok secara keseluruhan maupun Jadwal Pembayaran Pokok;

(b)

perubahan Jangka Waktu Pelunasan Fasilitas, atau perubahan atas biaya atau setiap jumlah lainnya yang terutang berdasarkan Dokumen Transaksi ini;

(c)

perubahan jumlah persentase dalam menentukan adanya Bank Mayoritas;

(d)

perubahan objek Jaminan;

kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Sindikasi secara keseluruhan. Bank Sindikasi harus menyampaikan jawaban kepada Agen Fasilitas untuk usulan perubahan sebagaimana dimaksud diatas dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja sejak diterimanya pemberitahuan tersebut. Setiap Bank yang tidak menyampaikan jawaban dalam waktu yang ditentukan dianggap menyetujui usulan perubahan tersebut. Setiap perubahan dari setiap ketentuan dalam Perjanjian Kredit ini yang mempengaruhi hak-hak atau kewajiban-kewajiban

 

Agen Fasilitas diperlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Agen Fasilitas.

20.13 Tugas-tugas Tugas-tugas Agen Fasilitas berdasarkan Perjanjian Kredit ini adalah: Dengan memperhatikan ketentuan Pasal 20.12 di atas, menandatangani perubahan syarat-syarat dalam Dokumen Transaksi sepanjang telah mendapatkan persetujuan dari Bank Mayoritas atau Bank Sindikasi; (a)

Menata-usahakan semua dokumen, keterangan-keterangan yang berhubungan dengan Dokumen Transaksi dan setiap perjanjian terkait dan memberikan salinan atau fotokopinya kepada Bank Sindikasi;

(b)

Menerima laporan berkala dari Debitur serta hal-hal lain yang dianggap perlu dan menyampaikan fotokopinya tersebut kepada Bank Sindikasi;

(c)

Melakukan pengawasan terhadap penggunaan Fasilitas berdasarkan Perjanjian Kredit ini termasuk melaksanakan pemeriksaan/peninjauan setempat ke tempat usaha Debitur maupun lokasi Jaminan yang dapat dilakukan bersama Bank Sindikasi;

(d)

Memberitahukan kepada Bank Sindikasi dan/atau kepada Debitur tentang semua hal yang berkaitan dengan Dokumen Transaksi;

 

(e)

Meneliti pemenuhan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat Dokumen Transaksi oleh Debitur dan memberitahukan hasilnya kepada Bank Sindikasi;

(f)

Melaksanakan tindakan-tindakan yang secara khusus diatur dalam Dokumen

Transaksi

termasuk

tetapi

tidak

terbatas

untuk

melaksanakan pembagian atas pembayaran-pembayaran Jumlah Pokok Terutang dari Debitur kepada Bank Sindikasi; (g)

Atas permintaan dari Bank Mayoritas setelah Bank Mayoritas memutuskan telah terjadi suatu Peristiwa Cidera Janji oleh Debitur, menjalankan tindakan-tindakan yang sah menurut hukum untuk melakukan penagihan dan sekaligus melaksanakan hak-hak Bank Sindikasi atas Jaminan berdasarkan Dokumen Transaksi melalui Agen Jaminan dan/atau Agen Jaminan Sindikasi dan menyampaikan pemberitahuan Peristiwa Cidera Janji (Notice of Default) tersebut kepada Debitur.

(h)

Agen Fasilitas wajib memberitahukan kepada Agen Jaminan dan Agen

Jaminan

Sindikasi

tentang

adanya

peralihan

Bank,

menyampaikan salinan dokumen peralihannya dan menyampaikan biaya peralihan untuk kepentingan Agen Jaminan dan Agen Jaminan Sindikasi yang akan dibayarkan oleh kreditur baru.

 

20.14 Wewenang Setiap Bank dengan ini memberi wewenang kepada Agen Fasilitas untuk: (a)

Melaksanakan tindakan-tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan hak-hak Bank Sindikasi berdasarkan Dokumen Transaksi tersebut.

(b)

Atas nama Bank Sindikasi melakukan hal-hal sebagai berikut: (i)

membuat atau suruh membuat seluruh dokumen yang dibutuhkan

dan

dipersyaratkan

pelaksanaannya

dalam

melaksanakan setiap pelaporan yang berhubungan dengan Dokumen Transaksi; dan (ii)

membuat atau suruh membuat seluruh dokumen atau instrumen tertulis lainnya dan melakukan tindakan-tindakan lain yang secara khusus disetujui oleh Bank Sindikasi untuk dibuat

atau

dilakukan

sehubungan

dengan

Dokumen

Transaksi. (c)

Menyimpan

Dokumen

Transaksi

dan

setiap

dokumen

yang

berhubungan karenanya atas nama Bank Sindikasi. (d)

Melakukan seluruh pelaporan yang berhubungan dengan Dokumen Transaksi atau dokumen lain yang mungkin diperlukan untuk pemeliharaan dan perlindungan hak-hak dari Bank Sindikasi. Agen Fasilitas dalam melaksanakan tugasnya dapat melaksanakan atau

 

menolak untuk melaksanakan seluruh hak-hak, kuasa-kuasa dan kewenangan-kewenangan

yang

diberikan

kepadanya

menurut

Dokumen Transaksi. Agen Fasilitas tidak bertanggung jawab atas setiap akibat yang timbul dari pelaksanaan tugasnya berdasarkan Dokumen Transaksi.

20.15 Pengakhiran Apabila Agen Fasilitas lalai untuk mengambil suatu tindakan berdasarkan Dokumen Transaksi dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kerja setelah adanya pemberitahuan kelalaian tersebut oleh Bank Sindikasi, maka atas dasar kesepakatan Bank Mayoritas dapat ditunjuk Agen Fasilitas baru. Dalam hal Agen Fasilitas mengundurkan diri, maka Agen Fasilitas harus memberitahu Debitur dan Bank Sindikasi atas rencana pengunduran diri tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum efektif pengunduran diri tersebut. Setelah memberitahu kepada Bank Sindikasi, Bank Mayoritas dapat secara tertulis menunjuk, atas nama Bank Sindikasi, seorang pengganti, sebagai Agen Fasilitas.

Apabila pengganti

tersebut belum menerima secara tertulis penunjukkannya dalam waktu 30 (tigapuluh) Hari Kerja setelah pemberitahuan rencana pengakhiran tersebut, Agen Fasilitas dapat dalam waktu 30 (tigapuluh) Hari Kerja berikutnya menunjuk, atas nama Bank Sindikasi, seorang pengganti yang harus merupakan salah satu dari Bank Sindikasi atau lembaga keuangan bank yang

 

mempunyai reputasi baik.

Setelah ditandatanganinya berita acara serah

terima atas dokumen-dokumen Debitur oleh Agen Fasilitas dengan agen baru, maka: (a)

pengganti tersebut menjadi terikat dengan seluruh kewajibankewajiban dari Agen Fasilitas dan menjadi berhak atas seluruh hakhak, hak-hak istimewa, kuasa-kuasa, wewenang-wewenang dan kebijakan dari Agen Fasilitas berdasarkan Perjanjian Kredit ini;

(b)

keagenan dari Agen Fasilitas yang telah mengundurkan diri harus diakhiri tetapi dengan tidak mengesampingkan setiap hak dan kewajiban yang dimiliki Agen Fasilitas yang telah mengundurkan diri sebelum pengakhiran keagenannya;

(c)

Agen Fasilitas yang telah mengundurkan diri harus dihapuskan dari setiap tanggung jawab atau kewajiban lebih lanjut berdasarkan Dokumen Transaksi; dan

ketentuan-ketentuan dari Dokumen Transaksi akan tetap berlaku untuk kepentingan Agen Fasilitas yang telah mengundurkan diri sehubungan dengan setiap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh Agen Fasilitas atau setiap kejadian yang terjadi sebelum pengakhiran keagenannya.

 

RIWAYAT HIDUP

Nama

:

Andreas Liando

Tempat/Tanggal Lahir

:

Surabaya, 11 Oktober 1982

Jenis Kelamin

:

Pria

Agama

:

Katolik

Alamat (kost)

:

Jl. KH Royani 1 No. 31 Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi Jakarta

(rumah)

:

Jl. Vila Taman Telaga TJ 6 / 45 CitraRaya Surabaya 60213

Telepon

:

081808881221

Email

:

[email protected]

Riwayat Pendidikan SD Kristen PPPK Petrus Tegalsari, Surabaya…………....

1989 – 1995

SMP Kristen PPPK Petrus Tegalsari , Surabaya...............

1995 – 1998

SMUK Santa Maria, Surabaya...........................................

1998 – 2001

Universitas Kristen Petra, Surabaya...................................

2001 – 2005

Pengalaman Kerja PT. Bank Central Asia, Tbk ..............................................

Juni 2005 – Sekarang

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.