Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode ... - Jurnal Untirta

prioritas setiap KPI, Scoring System dengan metode Higher Is Better, Smaller Is ... XYZ dengan Performance Prism berupa 56 KPI meliputi 11 KPI stakeho...

0 downloads 10 Views 216KB Size

Recommend Stories

No stories

Story Transcript


Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Performance Prism Di PT. XYZ Yogi Rahabistara1 , Putiri Bhuana Katili2 , Hadi Setiawan3 1, 2, 3

Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [email protected] , [email protected] , [email protected] ABSTRAK Metode pengukuran kinerja Performance Prism digunakan untuk memperbaiki metode pengukuran kinerja pada PT. XYZ. PT XYZ sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia air baku. Selama ini sistem pengukuran kinerja di PT. XYZ belum merepresentasikan kinerja keseluruhan karenahanya menggunakan pengukuran kinerja berdasarkan standra kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Key Performance Indicator berdasarkan stakeholder yang ada di PT. XYZ dengan metode Performance Prism. Menghitung nilai bobot pada Key Performance Indicator dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process, dan membandingkan niali achievment dan target pada Key Performance Indicator. Pengukuran kinerja dengan metode Performance Prism digunakan karena dapat merefleksikan kebutuhan dan keinginan dari setiap stakeholder yang diidentifikasikan dalam bentuk tujuan (objective). Pengukuran kinerja tersebut merupakan pengukuran yang terintegrasi meliputi seluruh aspek perusahaan (stakeholder) yang menyangkut kepuasan stakeholder dan kontribusi stakeholder kepada perusahaan Pengukuran kinerja dalam penelitian ini juga didukung oleh beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytic Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI, Scoring System dengan metode Higher Is Better, Smaller Is Better dan One Zero untuk mengetahui nilai indeks total perusahaan pada tingat perusahaan. Hasil pengukuran kinerja pada PT. XYZ dengan Performance Prism berupa 56 KPI meliputi 11 KPI stakeholder Investor, 14 KPI stakeholder Costumer, 10 KPI stakeholder Employess, 10 KPI stakeholder Supplier, 11 KPI stakeholder Regulator. Dari perhitungan pengukuran kinerja dengan menggunakan Higher Is Better, Smaller Is Better dan One Zero diperoleh nilai kinerja perusahaan sebesar 111.53. Kata Kunci : Performance Prism, Key Performance Indicator, AHP. ABSTRACT Performance Prism performance measurement methods used to improve performance measurement methods in PT. XYZ. PT. XYZ. a company engaged in the raw water supply. During this performance measurement system in PT. XYZ because that not represent the overall performance using performance measurements based standrad work. The purpose of identifying Key Performance Indicators based stakeholders in PT. XYZ with Performance Prism method. calculating the value of the weight on the Key Performance Indicators using Analytical Hierarchy Process, and comparing value achievment and the Key Performance Indicator targets. Performance measurement Performance Prism method used because it can reflect the needs and desires of each stakeholder are identified in the form of the goal (objective). Performance measurement is an integrated measurement covers all aspects of the company (stakeholders) concerning the stakeholder satisfaction and stakeholder contribution to the company's performance measurement in this study was also supported by several methods such as weighting by the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the scale of the priority value of each KPI , Scoring System with the method of Higher Is Better, Smaller Is Better and One Zero to find out the total enterprise value of the index on the rank of the company. Performance measurement results of PT. Performance Prism XYZ form of 56 KPI include KPI 11 stakeholders Investors, 14 stakeholder Customer KPI, KPI 10 Employess stakeholders, stakeholder Supplier KPI 10, KPI 11 stakeholders Regulator. From the calculation of performance measurement using Higher Is Better, Smaller Is Better and One Zero corporate performance values obtained at 111.53. Keywords: Performance Prism, Key Performance Indicator, AHP

PENDAHULUAN Penilaian kinerja terhadap suatu perusahaan merupakan suatu tahap evaluasi kerja yang dapat meningkatkan kualitas pekerjaan bagi kelangsungan aktivitas perusahaan di dalamnya. Pekerjaan yang diinginkan oleh perusahaan terhadap para pekerja memiliki standar mutu (quality) untuk mengukur keberhasilan kerja. Namun kualitas kerja dari beberapa pekerja tidak selamanya sesuai dengan standar mutu yang diberlakukan. Suatu saat situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mencapai tujuan dan harapan perusahaan tersebut, sehingga menyebabkan penilaian terhadap prestasi kerja yang dihasilkan (performance) menjadi menurun. Saat ini ada beberapa model sistem pengukuran kinerja terintegrasi yang populer dan digunakan secara luas di dunia industri yaitu Balanced Scorecard (BSC), Integrated Performance Measurement System (IPMS), Malcom Badrige criteria for Performance Excellence dan Performance Prism. Bila dibandingkan dengan Balanced Scorecard, Performance Prism memiliki beberapa kelebihan diantaranya mengidentifikasi stakeholder dari banyak pihak yang berkepentingan, seperti pemilik dan investor, supplier, pelanggan, tenaga kerja, pemerintah dan masyarakat sekitar. Sedangkan Balanced Scorecard mengidentifikasikan stakeholder hanya dari sisi shareholder dan customer saja. Sistem pengukuran kinerja model Performance Prism berupaya menyempurnakan model-model sebelumnya, model ini tidak hanya didasari oleh strategi tetapi juga memperhatikan kepuasan dan kontribusi stakeholder, proses dan kapabilitas perusahaan. (Nelly dan Adam, 2002 b, c). Memahami atribut apa yang menyebabkan stakeholder (pemilik dan investor, pemasok, konsumen, tenaga kerja, pemerintah dan masyarakat sekitar) puas adalah langkah penting dalam model Performance Prism. Dan untuk dapat mewujudkan kepuasan para stakeholder tersebut secara sempurna, maka pihak manajemen perusahaan perlu juga mempertimbangkan strategi-strategi apa saja yang harus dilakukan, proses - proses apa saja yang diperlukan untuk dapat menjalankan strategi tersebut, serta kemampuan apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakannya. PT. XYZ merupakan industri pengolahan air baku yang merupakan anak perusahan dari PT. ABC. PT. XYZ membantu suplai air baku baik untuk perumahan dan industri-industri yang berada di lingkungan kawasan PT. DEF. Seiring dengan visinya menjadi perusahaan penyedia air kelas dunia, diperlukan suatu pengukuran kerja. Salah satu metode yang sudah digunakan yaitu metode standar kerja (Work Standars Methods), membandingkan kinerja setiap karyawan dengan standar yang telah ditetapkan atau tingkat output yang diharapkan. Kondisi yang diinginkan PT. XYZ adalah suatu pengukuran kinerja yang mampu mengukur kinerja perusahaan secara menyeluruh yang dapat menilai performa perusahaan

dengan mengedepankan pentingnya menyelaraskan aspek perusahaan (stakeholder) ke dalam suatu pengukuran yang strategis. Stakeholder ini meliputi investor, pelanggan, pemasok, karyawan, pemerintah dan masyarakat sekitar lingkungan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi Key Performance Indicator berdasarkan stakeholder yang ada di PT. XYZ dengan metode Performance Prism. Menghitung nilai bobot pada Key Performance Indicator dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Membandingkan niali achievment dan target pada Key Performance Indicator. Pengukuran dalam hal ini adalah usaha untuk melihat persoalan yang dicapai akibat penerapan/aplikasi manajemen dalam teknologi yang diterapkan guna meningkatkan kinerja. Tujuan dari pengukuran kinerja secara umum adalah untuk mengevaluasi kinerja yang ada, menganalisa faktorfaktor yang berpengaruh dalam menunjang perbaikan kinerja serta mereduksi faktor -faktor yang menghambat. Performance prism merupakan penyempurnaan dari teknik pengukuran kinerja yang ada sebelumnya sebagai sebuah kerangka kerja (framework). Keuntungan dari framework tersebut adalah melibatkan semua stakeholder dari organisasi, terutama investor, pelanggan, end-users, karyawan, para penyalur, mitra persekutuan, masyarakat dan regulator. Pada prinsipnya metode ini dikerjakan dalam dua arah yaitu dengan mempertimbangkan apa kebutuhan dan keinginan (needs and wants) dari semua stakeholder, dan uniknya lagi metode ini juga mengidentifikasikan kontribusi dari stakeholders terhadap organisasi tersebut. Pada pokoknya hal itu menjadi hubungan timbal balik dengan masing-masing stakeholder. Filosofi performance prism berasal dari sebuah bangun prisma yang memiliki lima segi yaitu untuk atas dan bawah adalah satisfaction dari stakeholder dan kontribusi stakeholder. Sedangkan untuk ketiga sisi berikutnya adalah strategy, process dan capabilitay. Prisma juga dapat membelokkan cahaya yang datang dari salah satu bidang ke bidang yang lainya. Hal ini menunjukkan kompleksitas dari performance prism yang berupa interaksi dari kelima sisinya. Performance prism memiliki pendekatan pengukuran kinerja yang dimulai dari stakeholder, bukan dari strategi. Identifikasi secara detail tentang kepuasan dan kontribusi stakeholder akan membawa sebuah organisasi dalam sebuah pengambilan keputusan berupa strategi yang tepat. Sehingga dimungkinkan organisasi dapat mengeveluasi strategi yang telah dilakukan sebelumnya. Terdapat lima pertanyaan yang mendasari teori performance prism yaitu sebagai berikut: 1. Siapa yang menjadi stakeholder kunci dan apa yang mereka inginkan serta apa yang mereka perlukan?

2.

3. 4. 5.

Strategi apa yang seharusnya diterapkan untuk memenuhi apa yang menjadi kinginan dan kebutuhan stakeholder? Proses kritis apakah yang diperlukan untuk menjalankan strategi tersebut? Kemampuan apa yang harus kita operasikan untuk meningkatkan proses tersebut? Kontribusi apakah dari stakeholder yang kita perlukan jika kita akan mengembangkan kemampuan tersebut?

Gambar 1 Sudut Pandang Performance Prism METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian dapat dilihat merupakan kerangka alur berfikir dan prosedur kerja yang sistematika dalam pelaksanaan penelitian ini. Pada tahap pertamamerupakan tahap dimana peneliti melakukan pengenalan terhadap PT. XYZ, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui informasi yang ada pada perusahaan, sehingga peneliti mempunyai dasar untuk melakukan penelitian dengan cara diskusi dengan orang berpengalaman yang mengerti dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kinerja perusahaan yang ada di PT.

XYZ.kemudian merupakan tahap dimana peneliti mencari dasar teori terkait dengan penelitian yang dilakukan di PT. XYZ melalui berbagai sumber yang ada khususnya tentang Peformance Prism. Berikut ini adalah sumber dasar teori utama yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Perumusan masalah adalah langkah awal dalam suatu penelitian. Perumusan masalah merupakan suatu usaha untuk meformulasikan atau memodelkan fenomena yang ada di dunia nyata secara sistematis berdasarkan teori-teori yang tersedia. Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa permasalahan dalam penelitian tugas akhir ini adalah mengidentifikasi dan menghitung bobot pada setiap key performance indicator berdasarkan metode performance prism dan diakhiri dengan melakukan perbandingan antara achievment dan target pada key performance indicator tersebut.Secara umum penelitian dilakukan untuk mengukur kinerja PT. XYZ dengan menggunakan metode performance prism. Secara terperinci tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.Pengumpulan data diperoleh langsung dari lokasi penilitian, artinya perolehan data yang didapat merupakan informasi-informasi yang sesuai dengan penilitian ini. Data yang diperluka dalam penelitian ini didapat dengan menggunakan metode dua teknik penelitian, Data yang diperoleh terkumpul kemudian dilakukan pengolahan dta yang akan digunakan sebagai dasar penganaliSetelah melakukan pengumpulan data berupa stakeholder statisfaction, stakeholder contribution, strategy, process, dan capability dari masing-masing stakeholder langkah berikutnya adalah menyeleksi data tersebut menjadi Key Performance

Indicator (KPI) perusahaan, dimana KPI yang dipilih diberi batasan berdasarkan kebutuhan perusahaan saat ini. Pada tahap pembobotan dilakukan pembobotan untuk semua KPI dengan menggunakan AHP. Tahap membandingan antara achievment dan target dengan scoring system dengan menggunakan Higer Is Better, Smaller Is Better, One ZeroSetelah melakukan pengolahan data, kemudian dilakukan analisis penilitian. Adapun tahapan analisa penilitian kemudian merupakan tahap yang berisi kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan dan merupakan jawaban dari rumusan masalah serta saran yang didapatkan dari

Identifikasi Lima Sisi Performance Prism Tahapan selanjutnya yang dilakukan pada penelitian ini adalah identifikasi 5 sisi Performance Prism yang meliputi stakeholder satisfaction, stakeholder contribution, strategy, process, dan capability dan dengan 5 pertanyaan kunci untuk masing-masing kelompok stakeholder pada perusahaan. Dari hasil identifikasi tersebut didapatkan 16 stakeholder satisfaction, 9 stakeholder contribution, 10 strategy, 11 process, dan 10 capability 16 untuk semua stakeholder.

hasil penelitian yang dilakukan

Identifikasi Key Perfomance Indicator Langkah selanjutnya adalah menyusun key performance indicator. Berdasarkan hasil diskusi (brainstroming) kepada karyawan pimpinan yang ada di PT. XYZ maka disusunlah performance indicator, untuk menghasilkan beberapa key performance indicator (KPI) yang sesuai dengan kerangka dasar performance prism dan keadaan yang sesungguhnya di PT. XYZ. KPI berjumlah 56 KPI yang terbagi atas 11 KPI Statisfaction, 12 KPI Contribution, 11 KPI Strategy, 11 KPI Process, 11 KPI Capability. Daftar key performance indicator dapat dilihat pada tabel 1

HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Stakeholder Perusahaan Tahap pertama adalah mengidentifikasi stakeholder yang memegang peranan penting bagi keberlangsungan perusahaan. Dari hasil wawancara diketahui bahwa yang merupakan stakeholder kunci adalah 1. Investor 2. Customer, 3. Employess, 4. Supplier 5. Regulator

Tabel 1 Daftar KPI Keseluruhan PT. XYZ No

1

2

Faset Performance Prism

Stakeholder Kunci PT. XYZ Investor

Ket

Current Rasio

I1

EBITDA Margin

I2

Debt Equity Ratio

I3

Persentase Anggaran Perusahaan yang Turun

I4

Stakholder Statifaction

Stakholder Distribution

Jumlah Ide/saran dari Investor

HPP 3

Strategy

ROA

Jumlah SS/GKM/PKM 4

5

Costumer

Ket

Indeks Kepuasan C2 Pelanggan

Jumlah Pelanggan Baru

C3

Utilisasi WTP

C4

Nilai Penjualan C5 Industri Non KS

I6

Jumlah Komplain C6

I8

Jumlah Survey Pelanggan Kontinuitas Suplai

Supplier Regulator Ket Ket Penyelesaian Mengikat penyedia bahan S1 Tingkat Kepuasan Masyarakat R1 Alum cair dengan kontrak jangka Penyelesaian Pekerjaan Volume (Ton/thn ) inventarisasi dan persediaan bahan S2 R2 evaluasi dokumen baku hukum

Ket

Produk Air Bersih Keterikatan Tenaga sesuai Permenkes C1 Kerja no. 416 th 1990

I5

I7

Employess

E1

Ruang dan Lingkungan yang terawat

E2

Pencapaian produktivitas karyawan

E3

Tepat waktu dalam S3 pengadaan barang

E4

Harga makimals (Rp/kg) Operating Suplies

Efektifitas Pelatihan Training Karyawan

Kepuasan Karyawan

E5

C7 C8

Jumlah Pelatihan

E6

Jumlah penambahan titik C9 Jumlah Pertemuan meter

E7

Process

Capability

Implementasi Risk Management

I9

Persentase Progres Realisasi Proyek

I10 Minimum tekanan C12

Jumlah kunjungan

Penyelesaian assessment kepada vendor OS Nilai Stok Suku Cadang Penyelesaian Perbaharuan dokumen yang kadaluarsa

R3

Seleksi terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan

R4

Pengendalian Administrasi Aset

R5

Melakukan Koordinasi Penertiban Jalur Pipa

R6

S6

Penyaluran dana CSR

R7

S7

Penerapan Dokumen Panduan CSR

R8

Score KPKU

R9

Nilai CGPI

R10

Pengendalian Aset

R11

S4

S5

Penyelesaian monitorting S8 pelaksanaan pengadaan proyek

C10 Jumlah jam training

E8

Level Frame Work Proses HCM

E9

Jumlah Gugus Kendali Mutu

Jumlah tera meter C13 Ketersediaan dana Jumlah Inovasi dan Proses I11 Penyelesaian untuk proyek C14 Komplain

E10

Biaya Variabel Produksi

Pembobotan KPI KPI yang telah dirumuskan kemudian dilanjutkan dengan proses pembobotan. Hal ini untuk mendapatkan nilai bobot yang merepresentasikan kontribusi setiap KPI di PT. XYZ secara keseluruhan. Hasil nilai pembobotan ini akan akan digunakan untuk menghitung skor yang diperoleh perusahaan. Pembobotan disini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pembobotan dilakukan sebanyak 3 kali Pembobotan tersebut adalah pembobotan antar kriteria stakeholder, pembobotan antar sub kriteria stakeholder, dan pembobotan antar KPI dalam setiap sub kriteria. Dari ketiga pembobotan yang dilakukan,akan didapatkan nilai pembobotan perusahaan secara keseluruhan. Untuk mendapatkan nilai bobot global KPI terhadap perusahaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: KPI I-1 = Nilai Bobot kritetia stakeholder investor x Nilai bobot sub kriteria statisfaction kriteria investor x Nilai bobot KPI I-1 = 0.22 x 0.20 x 0.58= 0.026

Membantu pembuatan dokumen hukum

S9 S10

Total nilai bobot global dari seluruh KPI adalah 1. Adapun nilai bobot global KPI terhadap perusahaan dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2 Bobot Global KPI Terhadap PT. XYZ

KPI I-1 I-2 I-3 I-4 I-5 I-6 I-7 I-8 I-9 I-10 I-11

Bobot 0.026 0.012 0.007 0.021 0.016 0.036 0.036 0.022 0.022 0.015 0.011

KPI Bobot C-1 0.034 C-2 0.023 C-3 0.026 C-4 0.006 C-5 0.006 C-6 0.032 C-7 0.004 C-8 0.005 C-9 0.012 C-10 0.007 C-11 0.009 C-12 0.007 C-13 0.007 C-14 0.007 Total Bobot Keseluruhan

KPI E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10

Bobot 0.039 0.021 0.049 0.023 0.057 0.029 0.045 0.026 0.018 0.023

KPI S-1 S-2 S-3 S-4 S-5 S-6 S-7 S-8 S-9 S-10

Bobot 0.010 0.004 0.011 0.005 0.012 0.008 0.009 0.009 0.007 0.007

1.000

KPI R-1 R-2 R-3 R-4 R-5 R-6 R-7 R-8 R-9 R-10 R-11

Bobot 0.018 0.024 0.012 0.015 0.018 0.016 0.013 0.015 0.015 0.017 0.017

Pengukuran Kinerja (Scoring System) Pengukuran kinerja sangat bergantung pada skor yang diperoleh tiap KPI. Untuk mengetahui pencapaian KPI, perlu adanya scoring system. Penentuan scoring system didasarkan pada metode higher is better, smaller is better dan one zero. Perhitungan skor pencapaian kinerja masing-masing KPI dihasilkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Higher is better merupakan metode yang dimana hasil achievement (A) diharapkan mendekat dengan target (T) atau melebihi. 2. Smaller is better merupakan metode yang dimana hasil achievement (A) diharapkan menjauhi dari target (T). 3. Zero-One merupakan metode yang dimana hasil achievement (A) diharapkan mendekati dengan ( 0 ) target (T) Setelah diukur dengan scoring system jumlah total nilai performasi sebesar 97.14 yang artinya bahwa PT.XYZ termasuk perusahaan yang baik. Ini menunjukan bahwa KPI yang dapat memenuhi target yang ditetapkan perusahaan. Adapun KPI yang tidak dapat memnuhi target adalah: 1. Jumlah Ide/Saran dari Investor (1-5) sebesar 2 dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 8. 2. Persentase Implementasi Risk Mangement (I-9) sebesar 75% dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 100%. 3. Persentase Progres Realisasi Proyek (I-10) sebesar 98.67 %, dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 100%. 4. Jumlah Pelatihan (E-6) sebesar 4, dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 5. 5. Persentase Penyelesaian Pekerjaan inventarisasi dan evaluasi dokumen hukum (R-2) sebesar 95% dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 100%. 6. Score KPKU (R-9) sebesar 519.9 dari target yang ditentukan perusahaan sebesar 520. 7. Nilai CGPI (R-10)sebesar 74.52, dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 76. 8. Persentasi Pengendalian Asset (R-11) sebesar 80% dari target yang ditentukan oleh perusahaan sebesar 100%. Selain adapun KPI yang tidak dapat memnuhi target, banyak juga KPI yang melebihi target, hal ini bisa juga diakibatkan dalam penentuan target yang kurang baik. Rekomendasi Perbaikan Dari hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa terdapat berapa KPI yang belum mencapai targetnya dimana perusahaan harus mengambil tindakan untuk memperbaiki kinerja tersebut, antara lain: 1. Jumlah Ide/Saran dari Investor dengan nilai pencapaian sebesar 25%. Untuk melakukan

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

perbaikannya perlu memperbanyak pertemuan dari pihak PT.XYZ dan PT. ABC. Implementasi Risk Mangement dengan nilai pencapaian sebesar 75%. Untuk melakukan perbaikannya adalah dilakukan pelatihan tentang manajemen resiko. Progres Realisasi Proyek dengan nilai pencapaian sebesar 98.67%. Untuk melakukan perbaikannya adalah pihak perusahaan perencanaan yang baik agar target proyek dapat terlaksana Jumlah Pelatihan dengan nilai pencapaian sebesar 80%. Untuk melakukan perbaikannya adalah pihak perusahaan penyesuaian pelatihan dengan waktu sibuk karyawan perusahaan Penyelesaian Pekerjaan inventarisasi dan evaluasi dokumen hukum nilai pencapaian sebesar sebesar 95%. Untuk melakukan perbaikannya adalah melakukan koordinasi dengan divisi terkait untuk menginventarisir SK-SK dan peraturan yang dipakai sebagai acuan kegiatan perusahaan. Score KPKU nilai pencapaian sebesar sebesar 99.9%. Untuk melakukan perbaikannya adalah pihak perusahaan mempertegas lagi tentang batas waktu dalam penilaian KPKU. Nilai CGPI nilai pencapaian sebesar sebesar 97.7 %. Untuk melakukan perbaikannya adalah melengkapi dokumen pendukung dan melakukan konsultasi dengan perusahaan lain / tenaga ahli dalam penulisan makalah tentang CGPI Pengendalian Asset nilai pencapaian sebesar 80%. Untuk melakukan perbaikannya adalah pemberian dana CSR lebih ditekankan didaerah sekitar asset perusahaan, agar masyarakat lebih menjaga asset perusahaan Dalam penentuan target dari setiap KPI, perusahaan hendaknya melihat juga kemampuan yang dimiliki oleh perushaan

KESIMPULAN Dari hasil pengukuran kinerja dengan metode performance prism yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 56 KPI yang terdiri dari 16 KPI Investor, 14 KPI Costumer, 10 KPI Employess, 10 KPI Supplier, dan 11 KPI Regulator.Dari hasil penelitian didapat bobot masing-masing stakeholder Pada Stakeholder Investor didapatkan bobot 0.22, Pada Stakeholder Costumer didapatkan bobot 0.18, Pada Stakeholder Employess didapatkan bobot 0.33, Pada Stakeholder Supplier didapatkan bobot 0.08, Pada Stakeholder Regulator didapatkan bobot 0.18Pencapaian kinerja perusahaan secara keseluruhan dengan menggunakan performance prism sebesar 111.53 yang menunjukan bahwa kinerja perusahaan baik. Namu hasilnya melebihi target sehingga untuk perusahaan perlu adanya penentuan targetnya harus melihat dari kemapuan perusahaan, agar hasilnya tidak lebi dari target yang terlalu besar

DAFTAR PUSTAKA Andika, D. 2013. Usulan Pemilihan Supplier Bahan Baku Tetap Menggunakan Metode Analytical Hierarki Process (AHP) Di PT. XYZ. Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Cilegon. Anshari, D.H. 2011, Analisis Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Metode Performance Prism (Studi Kasus: Pt. Perkebunan Nusantara IV Unit Adolina). Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara. Medan. Arianto, E.S. 2009. Analisa Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Metode Performance Prims (Studi Kasus: PT Petrokimia Gresik). Jurnal Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya Febriarso, P. 2008. Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Performance Prism (Studi Kasus Di Hotel Arini Jl. Brigjen Slamet Riyadi No. 361 Solo). Jurnal Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo Hidayat, A.S. 2012. Perencanaan Sistem Pengukuran Kinerja PT. XYZ Dengan Menggunakan Metode Performance Prism. Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Cilegon Kesuma, H. 2011, Analisa Pengukuran Kinerja Dengan Metode Performance Prism Pada PT. Perkebunan Nusantara III PKS Aek Nabara Selatan. Jurnal Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara. Medan. Mardiono, L. 2011. Pengukuran Kinerja Menggunakan Model Performance Prism (Studi Kasus di Perusahaan Makanan). Jurnal Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya, Surabaya Neely, A.D Kennerley, M and Adams, C.A, 2002. The Performance Prism. The Scorecard for Measuring and managing Business Success. Prentice Hall, UK. Wibisono, D. 2011. Manajemen Kinerja Korporasi & Organisasi: Panduan Penyusunan Indikator. Erlangga. Jakarta Widiyawati, S. 2013. Pengukuran Kinerja Pada Perusahaan Furniture Dengan Menggunakan Metode Performance Prism Dan Analytical Hierarchy Process. Jurnal Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya.

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.