PENERAPAN PRINSIP 5C DALAM PEMBERIAN KREDIT SEBAGAI

Pemberian kredit kepada nasabah Debitur, dapat menimbulkan kerugian atau ... memperlancar kredit perbankan bagi .... Perjanjian Kredit Sindikasi yang...

0 downloads 9 Views 90KB Size

Recommend Stories


PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PEMBERIAN
Untuk beNq-wHite, HapE bLue dan JupEx yang selalu menemani ... Untuk keluarga besar kos doni : mb gilang, mb silvi, mb ratih, mb lilies, mb eLi, mb iin, mb ...

Penerapan manajemen risiko kredit dalam proses pemberian kredit
Penyaluran kredit perbankan pada sektor konsumsi mengalami peningkatan drastis ... sehingga korporasi sangat sedikit menyerap kredit dari bank. Perbankan.

Perjanjian Baku Ditinjau dari Prinsip-prinsip Pemberian Kredit dan
Perjanjian pemberian kredit dapat dikategorikan sebagai kontrak baku. Hal ini dapat dilihat ... kembali isi klausula kepada pihak nasabah debitur. Kata kunci: ...

analisis perbandingan penerapan pemberian kredit konsumtif pada
KONSUMTIF PADA BANK NTB DAN PEMBIAYAAN MURABAHAH. PADA BANK NTB SYARIAH. SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna ...

penerapan prinsip-prinsip hukum perburuhan internasional dalam
INTERNASIONAL DALAM HUKUM PERBURUHAN INDONESIA. AGUS , DEDE. Pembimbing : Dr. M. Hadi Shubhan, S.H.,M.H.,C.N.. LABOR COURTS ; LABOR ...

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ISLAM DALAM ... - Neliti
tanggal 17 Agustus 2011, pukul 17.07 WIB). Kusumah, Wiraatmadja Suba, 2010, Aspek Hablumminallah dan. Hablumminannas (Ebony & Ivory, Bagian I).

TINJAUAN HUKUM ISLAM DALAM PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP
Aparatur Sipil Negara memiliki tugas sebagai pelayan publik yang baik tanpa ..... angka (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur. Sipil ...

Penerapan prinsip pengajaran Bahasa Tionghoa sebagai bahasa
Semakin banyaknya permintaan akan pembelajaran bahasa Tionghoa akan .... mengandung nuansa tertulis seperti ini kepada peserta didik jelas tidak tepat.

PELAKSANAAN PRINSIP KEADILAN DALAM PEMBERIAN ... - Neliti
I Made Resa Arimurti CS 106. 79.600.000 ..... Lombok Tengah, Lalu Ida Yunus, terdapat beberapa ... 22 Wawancara dengan Lalu Ida Yunus, Staf Subsi.

i IMPLEMENTASI PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENERAPAN
kehati-hatian dan perlindungan bagi nasabah dalam layanan branchless banking di. PT. ..... Perbedaan Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Laku Pandai .. 68.

Story Transcript


PENERAPAN PRINSIP 5C DALAM PEMBERIAN KREDIT SEBAGAI PERLINDUNGAN BANK Niniek Wahyuni, S.H.,M.Hum [email protected] Abstrak Pemberian kredit kepada nasabah Debitur, dapat menimbulkan kerugian atau risiko bagi bank selaku kreditur apabila hal-hal yang mendasar diabaikan. Untuk memperoleh keyakinan dan melindungi kepentingan bank, maka bank harus melakukan penilaian yang seksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan dan prospek usaha dari nasabah debitur, yang dikenal dengan “5C”. Namun dalam praktiknya penerapan analisis prinsip 5C ini belum dapat dilaksanakan secara maksimal, bahkan ada kecenderungan bank memberikan kemudahan persyaratan kepada nasabah debitur, karena adanya tutuntan target yang harus dipenuhi bank. Kata Kunci : Prinsip 5C. Kredit, Perlindungan Bank. Abstract Provision of credit to Debtor's customers may result in loss or risk to the bank as creditor if the underlying matters are ignored. To gain confidence and protect the interests of the bank, the bank must make a careful assessment of the nature, capability, capital, collateral and business prospects of the debtor's customers, known as "5C". But in practice the application of 5C principle analysis has not been implemented maximally, even there is a tendency of banks to provide ease of requirements to the debtor's customers, because of the target that must be fulfill by bank. Keywords: Principle 5C. Credit, Bank Protection. *Niniek Wahyuni, S.H.,M.Hum. Dosen Fakultas Hukum Universitas Kadiri Pada

prinsipnya

bank

Undang Perbankan), yaitu bahwa

merupakan lembaga intermediary.

kegiatan

Fungsi utama bank sebagaimana

penghimpunan dana dan penyaluran

disebutkan pada Pasal 3 Undang-

dana

Undang Nomor 7 Tahun 1992

Penghimpunan dana dalam bentuk

Tentang

simpanan

telah Undang

Perbankan

diubah

sebagaimana

dengan

Undang-

Nomor 10 Tahun 1998

(selanjutnya

disebut

Undang-

utama

kepada

giro,

bank

adalah

masyarakat.

tabungan

dan

deposito tersebutlah, yang kemudian disalurkaannya

kembali

kepada

masyarakat yang membutuhkannya.

Penyaluran

tersebut

katkan kualitas dan kuantitas kredit

dapat diwujudkan dalam bentuk

perbankan dengan tetap memelihara

pinjaman atau lebih dikenal dengan

kestabilan ekonomi, terutama lebih

kredit.

memperlancar kredit perbankan bagi

uang

dana

Kredit adalah penyediaan atau

tagihan

dipersamakan

yang

dapat

dengan

berdasarkan

itu,

persetujuan

kesepakatan

pinjam

atau

dunia

usaha,

berpedoman

dengan pada

tetap asas-asas

perkreditan yang sehat.

meminjam

Pemberian kredit melahirkan

antara bank dan orang lain yang

suatu

mewajibkan pihak peminjam untuk

segala konsekuensi yuridis yang

melunasi hutangnya setelah jangka

dapat menimbulkan kerugian atau

waktu tertentu dengan jumlah/bunga,

risiko bagi bank selaku kreditur

dengan imbalan atau pembagian

apabila

keuntungan.

Untuk

itu

bank

terabaikan. Risiko adalah potensi

memperoleh

keuntungan

yang

kerugian akibat terjadinya suatu

didapat dari perbedaan suku bunga

peristiwa tertentu. Sementara itu

antara kegiatan penyaluran dana dan

risiko kerugian adalah kerugian yang

penghimpunan dana tersebut.

terjadi sebagai konsekuensi langsung

Sejalan dengan dinamika dan perkembangan

industri

perbankan,

jasa

hubungan

hal-hal

hukum

yang

dengan

mendasar

atau tidak langsung dari kejadian risiko. Kerugian itu bisa berbentuk

untuk

fungsi

perbankan

Sedangkan yang dimaksud risiko

sebagai agent of development, maka

kredit adalah risiko akibat kegagalan

industri

dituntut

nasabah atau pihak lain (debitur)

untuk selalu dapat menciptakan dan

dalam memenuhi kewajiban kepada

menunjang

bank sesuai dengan perjanjian yang

memperkokoh

buhan kepada rakyat

jasa

perbankan

peningkatan

ekonomi

yang

peningkatan banyak.

pemerintah

terus

langkah-langkah

partum-

finansial

atau

non

finansial.1

serta

mengarah

taraf

hidup

Selain itu, mengupayakan untuk

mening-

1

Bambang Rianto Rustam, Manajemen Risiko Perbankan Syariah di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta, 2013, hlm, 30.

disepakati.

Kegagalan

membayar

adagium

yang berbunyi : “Bisnis

yang dilakukan oleh debitur dapat

perbankan adalah bisnis risiko” dan

dibedakan menjadi dua jenis gagal

dengan pertimbangan risiko inilah,

bayar, yaitu :

a) Yang mampu

setiap pemberian kredit hendaknya

(gagal bayar dengan sengaja), dan b)

dijiwai oleh asas konservatif dengan

Gagal bayar karena bangkrut, yaitu

semangat menghindarkan diri dari

tidak mampu membayar kembali

pemberian kredit yang spekulatif dan

utangnya.

berisiko tinggi. Hal ini berarti bahwa

Risiko

kredit

dapat

bank-bank

dalam

setiap

proses

bersumber dari berbagai aktivitas

pemberian kredit, terlebih dahulu

bisnis bank. Pada sebagian besar

haruslah dilakukan analisis yang

bank, pemberian pinjaman modal

mendalam

pada debitur merupakan sumber

permohonan

risiko kredit yang terbesar. Selain itu

diterimanya,

bank menghadapi risiko kredit dari

aspeknya.

berbagai instrumen keuangan seperti

terhadap

setiap

kredit

yang

dalam

berbagai

Penyebab utama terjadinya

surat berharga, akseptasi, transaksi

risiko

antar bank, transaksi pembiayaan

mudahnya

perdagangan, transaksi nilai tukar,

pinjaman atau melakukan investasi

dan

karena

derivative,

serta

kewajiban

komitmen dan kontigensi.

kredit bank

terlalu

adalah

terlalu

memberikan

dituntut

untuk

Risiko

memanfaatkan kelebihan likuiditas.

kredit juga dapat meningkat karena

Akibatnya, penilaian/analisis kredit

terkonsentrasinya penyediaan dana

kurang cermat dalam mengantisipasi

pada debitur.

berbagai kemungkinan risiko usaha

Pada adalah

hakekatnya

penanaman

yang dibiayainya.

dalam

Untuk meminimalkan risiko

Penyaluran

kredit macet dalam pemberian kredit

dana dalam bentuk kredit kepada

dan melindungi kepentingan bank

nasabah debitur, terdapat risiko tidak

sebagai kreditur, diperlukan adanya

kembalinya dana atau kredit yang

jaminan pemberian kredit dalam arti

disalurkan tersebut sehingga ada

keyakinan atas kemampuan dan

bentuk “risk assets”.

dana

kredit

kesanggupan debitur untuk melunasi

bunga, imbalan atau pembagian hasil

hutangnya sesuai yang diperjanjikan.

keuntungan

Untuk memperoleh keyakinan dan

tersebut berlangsung.2

selama

masa

kredit

melindungi kepentingan bank, maka

Pengertian kredit menurut

bank harus melakukan penilaian

Pasal 1 angka 11 Undang Undang

yang

watak,

No mor 10 Tahun 1998 tentang

kemampuan, modal, agunan dan

Perubahan atas Undang Undang

prospek usaha dari nasabah debitur,

Nomor

yang dikenal dengan “5C”

Perbankan adalah :

seksama

terhadap

7

Tahun

1992

tentang

Berdasarkan latar belakang

“penyediaan uang atau tagihan

masalah tersebut, maka isu hukum

yang dapat dipersamakan dengan

yang akan dibahas dalam penulisan

itu berdasarkan persetujuan atau

ilmiah ini adalah Penerapan Prinsip

kesepakatan pinjam meminjam

5C’

antara bank dengan pihak lain

Dalam Pemberian Kredit

Sebagai Perlindungan Bank.

yang

mewajibkan

peminjam

2. Pembahasan

untuk

melunasi

hutangnya

Perjanjian Kredit

setelah jangka waktu tertentu

Yang

dimaksud

dengan

dengan jumlah bunga, imbalan

perkreditan adalah suatu penyediaan

atau

uang

keuntungan”.

atau

dengannya,

yang

dipersamakan

yang

didasari

atas

pembagian

Kata

kredit

bahasa

pihak kreditur (bank, perusahaan

merupakan bentuk past participle

atau

pihak

dari kata credere yang berarti to

yang

trust atau faith. Kata trust itu berarti

debitur

dengan

(peminjam),

creditus

dari

perjanjian pinjam meminjam antara

perorangan)

latin

berasal

hasil

yang

mewajibkan pihak debitur untuk melunasi hutangnya dalam jangka waktu tertentu, di mana sebagai imbalan kreditur

jasanya,

kepada

pihak

(pemberi

pinjaman)

diberikan hak untuk

mendapatkan

2

Munir Fuady (1), Pengantar Hukum Bisnis, Menata Bisnis Modern di Era Global, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2002, hlm. 111

kepercayaan.3 Maksud dari percaya

layak untuk diberikan, untuk dapat

adalah ia percaya kepada penerima

terlaksananya

kredit

yang

terlebih dahulu haruslah dengan

akan

diadakannya suatu persetujuan atau

perjanjian.

kesepakatan dalam bentuk perjanjian

Sedangkan bagi si penerima kredit

kredit. Salah satu dasar yang cukup

merupakan penerimaan kepercayaan

jelas bagi bank mengenai keharusan

sehingga

adanya suatu perjanjian kredit adalah

bahwa

kredit

disalurkannya

pasti

dikembalikan

untuk

sesuai

mempunyai

membayar

kewajiban

sesuai

jangka

waktu.

pelepasan

kredit,

terdapat dalam Pasal 1 angka 11 Undang Undang Perbankan, dimana

Black’s

Law

Dictionary

disebutkan “bahwa kredit diberikan

memberikan pengertian kredit, yaitu

berdasarkan

persetujuan

:“The ability of a businessman to

kesepakatan

borrow money, or to obtain goods

antara bank dan pihak lain”.

pinjam

atau

meminjam

on time, inconsequence of

the

favorableopinion

the

persetujuan atau kesepakatan pinjam

particular lender, as to his solvency

meminjam di dalam definisi atau

and reliability”4

pengertian

held

by

Pencantuman

kredit

kata-kata

sebagaimana

Terhadap pemberian kredit

disebut dalam Pasal 1 angka (11)

oleh bank kepada nasabahnya, maka

tersebut dapat mempunyai beberapa

akan

maksud, sebagai berikut :5

selalu

permohonan bersangkutan.

dimulai oleh

nasabah

Apabila

dengan yang

1. Bahwa pembentuk undang-

bank

undang

menganggap permohonan tersebut

bermaksud

menegaskan

untuk bahwa

hubungan kredit bank adalah hubungan kontraktual antara 3

Munir Fuady(2), Hukum Perkreditan Kontemporer, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1996, hlm. 5. Bryan A. Garner, Black’s Law Dictionary, seventh edition, St. Paul Min., 1999, hlm. 375. 4

5

H.R. Daeng Naja, Hukum Kredit dan Bank Garansi The Bankers Hand Book. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2005, hlm. 181-182

bank dan nasabah debitur

unsur yang sering disebut sebagai

yang

unsur-unsur kredit, yaitu:6

berbentuk

pinjam-

meminjam.

1. Kepercayaan,

yaitu

keyakinan

pemberi

kredit

bahwa

kredit

2. Bahwa pembentuk undangundang

bermaksud

mengharuskan kredit

yang

hubungan

diberikannya akan diterima

dibuat

kembali dalam jangka waktu

perjanjian

tertentu di kemudian hari.

bank

berdasarkan

untuk

tertulis.

Sutan

Namun demikian yang lebih

mengatakan bahwa hubungan

penting daripada dasar diadakannya

antara bank dengan penerima

perjanjian kredit, adalah filosofi dari

kredit

keharusan adanya suatu perjanjian

mempunyai sifat hubungan

kredit atas setiap pelepasan kredit

kepercayaan yang membe-

bank kepada nasabahnya. Adapun

bankan

filosofi tersebut adalah berfungsinya

cayaan (fiduary obligations)

perjanjian kredit tersebut sebagai

kepada

alat bukti dan sebagaimana diketahui

nasabahnya,

bahwa surat-surat perjanjian yang

masyarakat

ditandatangani adalah suatu akta.

perbankan Indonesia telah melihat

memberikan

Sjahdeini

(nasabah

debitur),

kewajiban

bank

keper-

terhadap maka

bisnis

pula

dan

bahwa

hubungan antara bank dan

Unsur-unsur Kredit Pemberian

Remy

kredit

berarti

kepercayaan

kepada

debitur oleh kreditur,

meskipun

kepercayaan tersebut mengandung risiko yang tinggi. Karena itu dalam pemberian kredit terdapat beberapa

6

Rudyanti Dorotea Tobing, Hukum Perjanjian Kredit, Konsep Perjanjian Kredit Sindikasi yang Berasaskan Demokrasi Ekonomi, Laksbang Grafika, Yogjakarta, 2014, hlm. 181-182. Lihat juga Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1998, hlm. 78-79

nasabah

adalah

adalah lebih tinggi daripada

hubungan kepercayaan. Dari

nilai uang yang akan diterima

pengertian kredit, hubungan

pada waktu pengembalian

antara bank dengan nasabah

kredit di kemudian hari.

debitur

debitur

bukan

sekedar

3. Degree of Risk, yaitu adanya

hubungan kontraktual belaka,

tingkat

tetapi

dihadapi

sebagai

akibat

hubungan kepercayaan. Di

jangka

waktu

yang

dalam bisnis yang diberikan

memisahkan

atau yang diterima sebagai

berian

penukar uang, barang atau

pengembalian

jasa

kepercayaan.

kemudian hari. Makin lama

Karena bank hanya bersedia

jangka waktu pengembalian

memberikan kredit kepada

kredit berarti makin tinggi

nasabah debitur atas dasar

pula

kepercayaan bahwa nasabah

Karena ada unsur risiko ini

debitur mampu dan mau

maka suatu perjanjian kredit

membayar kembali kreditnya

perlu suatu jaminan.8

juga

adalah

merupakan

tersebut.7

risiko

yang

akan

antara

pem-

kredit kredit

tingkat

4. Prestasi

dan di

risikonya.

yang

diberikan

2. Waktu, yaitu jangka waktu

adalah suatu prestasi yang

antara masa pemberian kredit

dapat berupa barang, jasa

dan

atau

masa

pengembalian

uang.

Dalam

kredit. Di sini terkandung arti

perkembangan perkreditan di

bahwa nilai uang pada waktu

alam modern maka yang

pemberian kredit (nilai agio)

dimaksud dalam

dengan pemberian

prestasi kredit

7

Sutan Remy Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia, Institut Bnakir Indonesia, Jakarta, 1993, hlm. 175.

8

Muchdarsyah Sinungan, Dasardasar dan Teknik Managemen Kredit, Bina Aksara, Bandung, 1991, hlm. 3-4.

adalah uang.9 Secara teori

Menurut

kredit dapat diberikan dalam

samping ke empat unsur

bentuk uang atau pun barang

tersebut maka di dalam kredit

tetapi

juga

dalam

ekonomi

kehidupan

modern

selalu

Kasmir12,

mengandung

di

unsur

yang ke 5, yaitu kesepakatan

didasarkan pada uang, maka

antara

kredit dalam bentuk uang ini

dengan si penerima kredit.

dilakukan.10

Kesepakatan ini dituangkan

yang

banyak

Dalam

Undang

Perbankan,

objek

si

pemberi

Undang

dalam suatu perjanjian di

kredit

mana masing-masing pihak

berbentuk uang atau tagihan

menandatangani

yang

kewajibannya

dapat

dipersamakan

dengan (Pasal 1 angka (11)

masing.

dan

Ahmad

tidak

dalam

kredit

bentuk

hak

Rizki

dan

masing-

Sridadi

barang.

Dengan

demikian

sebagaimana mengutip dari Rivai

dalam

hukum

Indonesia

menambahkan beberapa unsur-unsur

dewasa ini kredit perbankan

dalam

objeknya

berikut :13

selalu

dalam

bentuk uang atau tagihan dan apabila

dalam

kredit

perbankan

pembelian

kredit

sebagai

1. Adanya dua pihak, yaitu

perjanjian

pemberi kredit dan penerima

dengan

barang,

perjanjian

kredit;

maka

akan merupakan kredit yang bertujuan

untuk

membeli

barang atau benda tertentu.11

9

Ibid.

10

Thomas Suyatno, Dasar-dasar Perkreditan, Gramedia, Jakarta, 1990, hlm. 12-13. 11

Ibid.

12

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1998, hlm. 78-79 13

Ahmad Rizki Sridadi, Aspek Hukum Dalam Bisnis, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Airlangga University Press, Surabaya, 2009, hlm. 188.

2. Adanya

kepercayaan

atas

yang menentukan batal atau

dasar credit rating;

tidak batalnya perjanjian lain

3. Adanya persetujuan untuk menyediakan pemberi

kredit kredit

membayar

kredit

yang mengikutinya,

dari

nya

dan

jaminan.

misal-

perjanjian pengikatan

oleh

2. Perjanjian kredit berfungsi

penerima kredit baik secara

sebagai alat bukti mengenai

tertulis, lisan, atau instrument

batasan-batasan

(credit instrument);

kewajiban di antara kreditur

4. Adanya penyerahan barang, jasa, atau uang dari pemberi kredit

kepada

hak

dan

dan debitur. 3. Perjanjian kredit berfungsi

penerima

sebagai alat untuk melakukan

kredit;

monitoring kredit.

5. Adanya unsur waktu; 6. Adanya unsur risiko; dan 7. Adanya

unsur

Tujuan Kredit

bunga

Tujuan kredit adalah untuk

(interest) sebagai kompensasi

mengembangkan

kepada penerima kredit.

dengan berdasarkan prinsip ekonomi

Perjanjian kredit mempunyai

yaitu dengan pengorbanan sekecil-

fungsi yang sangat penting dalam

kecilnya dapat diperoleh keuntungan

pemberian, pengelolaannya, maupun

yang sebesar-besarnya, maka pada

penatalaksanaan kredit. Menurut Ch.

umumnya

Gatot

ekonomis adalah untuk mendapat

Wardoyo,

dikutip

Daeng

sebagaimana Naja,

fungsi

perjanjian kredit, diantaranya :14 1. Sebagai perjanjian-perjanjian pokok, kredit

artinya merupakan

perjanjian sesuatu

tujuan

pembangunan

kredit

secara

keuntungan. Karena itu bank akan memberikan kredit apabila ia yakin bahwa calon debitur itu akan mampu mengembalikan kredit disertai bunga sebagaimana telah disepakati. Kepentingan dan keuntungan

14

H.R. Daeng Naja, Op. Cit., hlm. 182-183.

yang

diharapkan

masyarakat

maupun

baik

oleh

oleh

bank,

tercermin dalam dua kegiatan pokok

hanya untuk mendapat keuntungan

yaitu to receive deposits and to make

semata-mata terdapat pada negara

loans.

liberal.16

Para

penyimpan

dana

mendapat

keun-

negara yang sedang membangun,

tungan dari bunga, sedangkan pihak

tujuan utama kredit adalah untuk

bank

keuntungan

mensukseskan pembangunan, karena

dengan mengoperkan dana tersebut

itu ada beberapa program kredit

dalam bentuk kredit. Dengan ini

berupa bantuan dari

pemerintah

timbul saling membutuhkan antara

dengan

membantu

bank dan masyarakat.15

masyarakat untuk ikut berperan serta

mengharapkan

memperoleh

Dari faktor kemampuan dan

Di

Indonesia

tujuan

sebagai

di dalam pembangunan.

kemauan tersebut, tersimpul unsur

Setiap

kredit

selalu

keamanan (safety) dan sekaligus

mempunyai tujuan dan tujuannya

juga unsur keuntungan (profitability)

tersebut

suatu kredit. Kedua unsur tersebut

sebagai nama kredit (misal Kredit

saling berkaitan. Keamanan atau

Investasi, Kredit Konsumtif, Kredit

safety yang dimaksudkan adalah

Kendaraan

Bermotor,

bahwa prestasi yang diberikan dalam

Pemilikan

Rumah).

bentuk uang, barang atau jasa itu

demikian tidak ada pemberian kredit

betul-betul

pengem-

tanpa tujuan, artinya kredit yang

profitability

dimohon hanya diberikan untuk

baliannya yang

terjamin sehingga

diharapkan

dapat

menjadi

biasanya

Kredit Dengan

suatu tujuan tertentu dalam peran

kenyataan. Karena itu keuntungan

serta

atau profitability merupakan tujuan

membangun.

masyarakat

yang terjelma dalam bentuk bunga yang diterima.

dicantumkan

Kredit

selalu

untuk

ikut

bertujuan,

karena itu tidak mungkin kreditur

Menurut Thomas Suyatno

memberikan kredit kepada debitur

tujuan kredit semacam itu yang

dengan asal saja tanpa tujuan atau

15

Muchdarsyah Sinungan, Op. Cit., hlm. 26.

16

Thomas Suyatno, Loc. Cit.

untuk dipakai untuk apa saja oleh

pada program pemerintah dalam

debitur. Bank dalam memberikan

pembangunan.18 Menurut Thomas

kredit selalu memastikan untuk apa

Suyatno tujuan pemberian kredit,

penggunaan kredit tersebut, karena

terutama oleh bank milik pemerintah

apabila terjadi penyimpangan dari

adalah sebagai berikut: 19

tujuan kredit yang telah disepakati

1. Turut mensukseskan program

akan dapat mengancam kepentingan

pemerintah

bank.

ekonomi dan pembangunan. Bank

akan

melakukan

di

2. Meningkatkan

bidang

aktivitas

pengawasan terhadap penggunaan

perusahaan

kredit yang diberikan tersebut, tetapi

menjalankan fungsinya guna

dalam praktik pada beberapa bank

menjamin

kurang

kebutuhan masyarakat.

ketat

dalam

melakukan

pengawasan terhadap penggunaan

agar

dapat

terpenuhinya

3. Memperoleh

laba,

agar

kredit, bahkan hampir tidak ada,

kelangsungan hidup perusa-

sehingga kredit dipergunakan untuk

haan

kepentingan lain yang tidak sesuai

memperluas usahanya.

dengan tujuan. Dengan demikian

Memperhatikan

terjamin

tujuan

tujuan kredit sebagaimana yang telah

pemberian

disepakati tidak tercapai. Keadaan

disimpulkan

ini dapat menggangu pengembalian

keseimbangan antara kepentingan

kredit sesuai dengan waktu yang

pemerintah, masyarakat dan pemilik

telah ditentukan.

17

Penerima kredit tidak bebas

kredit

dan

tersebut

bahwa

dapat

harus

ada

modal. Dengan demikian tidak ada kredit tanpa tujuan, artinya kredit

untuk menentukan sendiri tujuan

yang

dimohon

hanya

diberikan

penggunaan kredit dalam perjanjian

untuk suatu tujuan tertentu dalam

kredit. Penggunaan kredit terikat 18

17

Djuhaendah Hasan, “Masalah Jaminan Dalam Perjanjian Kredit”, Hasil Penelitian, BPHN, 1992.

Mariam Darus Badrulzaman, Kompilasi Hukum Perikatan, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001, hlm. 26. 19

Thomas Suyatno, Loc. Cit.

peran serta masyarakat untuk ikut membangun.

a. Ketiadaan

kemauan

membayar (willingness to pay),

akibat

masalah karakter debitur,

Risiko Pemberian Kredit Setiap

terutama

kredit

dan dapat pula disebab-

yang diajukan oleh calon debitur,

kan oleh kelemahan bank

tentu

penilaian

dalam melakukan iden-

secara seksama oleh pejabat bank.

fikikasi kelayakan debitur

Terlebih lagi untuk pemberian kredit

dan atau itikad tidak baik

jangka

Bank

harus

permohonan

dilakukan

panjang,

seperti

kredit

investasi. Mengingat semakin lama jangka waktu kredit, maka semakin tinggi

faktor

ketidakpastian,

dalam

kegiatan

penyaluran dana. b. Ketiadaan

kemampuan

membayar

(ability

to

sehingga semakin besar pula risiko

pay). yang antara lain

yang dihadapi.

disebabkan menurunnya

Risiko kredit (credit risk)

kondisi

usaha

adalah suatu risiko kerugian yang

baik

disebabkan oleh ketidakmampuan/

pengelolaan

gagal

pengaruh faktor ekonomi

bayar

kewajiban

dari

debitur

pembayaran

atas

utangnya

baik utang pokok maupun bunganya ataupun keduanya. Meskipun analis kredit berusaha secara maksimal dalam

menganaliss

setiap

permohonan kredit, kemungkinan terjadinya

risiko

kredit,

berupa

kredit macet pasti ada. Dua faktor utama penyebab terjadinya risiko kredit, adalah : 1. Faktor Eksternal Bank :

akibat

debitur,

makro

kesalahan dan

atau

atau

sektor

industri tertentu. 2. Faktor Internal Bank : a. Konsentrasi risiko kredit dalam Portofolio Asset; b. Kelemahan

sistem

pengendalian dan proses Manajemen

Risiko

Kredit; c. Itikad

tidak

pengurus lain

:

bank,

baik antara

Kesengajaan

mengabaikan

prinsip

aktivitas perbankannya. Agar kredit

kehati-hatian

dalam

tidak macet, maka bank dalam memberikan kredit, harus berhati-

proses

penilaian

kela-

yakan

kredit

dan

hati

dengan

menganalisa

dan

penyediaan dana lainnya;

mempertimbangkan semua faktor

kerjasama/kolusi dengan

yang relevan. Untuk itu, juga perlu

debitur.

dilakukan

pengawasan

terhadap

pemberian kredit. Hal yang penting dilakukan pihak

bank

sebelum

membuat

Pemberian Kredit Berdasarkan

perjanjian kredit dengan nasabah

Penilaian Prinsip 5C

debitur

Dalam

proses

adalah

melakukan

penyaluran

pemeriksaan disertai analisis yang

dana (pemberian kredit ) kepada

mendalam mengenai itikad baik dan

masyarakat, bank harus memenuhi

kemampuan nasabah debitur dalam

dua prinsip utama bank, yakni

mengembalikan

kredit

atau

prinsip kepercayaan dan prinsip

pembiayaannya

sehingga

bank

kehati-hatian. Prinsip kepercayaan

memperoleh

memberikan perhatian kepada upaya

memberikan kredit atau pembiayaan

bank

dimaksud.

untuk menempatkan masya-

rakat

(nasabah

Keyakinan

untuk

tersebut

pada

diperoleh dari hasil penilaian kredit

posisinya yang utama dalam setiap

sebelum kredit disalurkan. Penilaian

aktivitas

sehingga

atau analisis kredit oleh bank dapat

kreditur)

dilakukan dengan berbagai cara

senantiasa percaya kepada peran

untuk mendapatkan kayikan tentang

perbankan sebagai sarana investasi.

nasabahnya,

Adapun

prosedur

masyarakat

debitur)

keyakinan

perbankan (nasabah

prinsip

kehati-hatian

seperti

yang

benar;

:

melalui dalam

memberikan tekanan pada upaya

melakukan penilaian kriteria-kriteria

bank untuk memperlakukan dana

serta aspek penilaiannya tetap sama;

masyarakat (nasabah kreditur) secara

dan

cermat dan aman dalam setiap

dengan ukuran-ukuran yang

ditetapkan sudah menjadi standar

rasio-rasio

keuangan

untuk

penilaian setiap bank.

menentukan

kebutuhan

kredit

Secara kredit

umum

dapat

pengajuan

diajukan

oleh

yang wajar”.20 bertujuan

untuk

perorangan atau badan hukum,baik

keyakinan

berupa

mempunyai

kredit

produktif. prosedur

konsumtif

Berkaitan pengajuan

atau dengan

kredit

dan

memperoleh

apakah

nasabah

kemauan

dan

kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara tertib,

penilaian kredit, antara bank yang

baik

satu dengan bank yang lain tidak

pinjaman

jauh berbeda.

sesuai

Pada umumnya

Analisis kredit

pembayaran

pokok

maupun dengan

adalah sebagai berikut :

dengan bank.

a. Penyerahan berkas oleh Debitur.

Menurut

bunganya, kesepakatan

konsep

manajemen

Pemohon menyerahkan permo-

keuangan

perbankan,

bank

honan kredit dilampiri dengan

hendaknya

memeriksa

aspek-

berkas-berkas yang dibutuhkan.

aspek

b. Penyelidikan Berkas. Penyelidikan

bertujuan

yang

dimiliki

atau

melekat pada nasabah debitur untuk

yang dapat digunakan untuk

mengetahui kelengkapan berkas

mengukur kemampuan nasabah

dan persyaratan yang diminta.

debitur dalam mengembalikan

Jika belum lengkap mohon untuk

pinjamannya

segera dilengkapi.

Kriteria

c. Analisis Kredit.

kepada

bank.

penilaian/pemeriksaan

yang harus dilakukan oleh bank

Analisis kredit adalah melakukan

untuk

mendapatkan

nasabah

penilaian kredit dalam segala

yang

benar-benar

aspek, baik keuangan maupun

tungkan dan mampu membayar

mengun-

non keuangan. Menurut Lukman Dendawijaya, “Analisis Kredit 20

adalah

suatu

kredit

dengan

proses

analisis

menggunakan

pendekatan-pendekatan

dan

hlm, 88

Lukman Dendawijaya, 2005,

kreditnya, analisa

dilakukan

dengan

aspek-aspek

yang

dikenal

dengan

kemudian

sebutan Prinsip 5C meliputi :

masa depan, sehingga usaha pemohon

berjalan

baik dan memberikan untung (rendable), akhirnya

1. Watak (Character).

dengan

dan dapat

balikan

pada mengem-

kredit

Suatu keyakinan bahwa, sifat

diterimanya.

atau watak dari orang yang

3. Modal (Capital).

yang

akan diberikan kredit benar-

Yaitu modal dari pemohon

benar dapat dipercaya. Hal

kredit,

untuk

ini tercantum dalam latar

bangkan

usahanya.

belakang nasabah, baik yang

melihat penggunaan modal

bersifat

apakah efektif, dilihat dari

latar

pekerjaan

belakang

maupun

yang

laporan

mengem-

keuangan

(neraca

bersifat pribadi, seperti : cara

dan

hidup atau gaya hidup yang

dengan melakukan pengu-

dianutnya, keadaan keluarga,

kuran

hobby, sosial standingnya,

likuiditas dan solvabilitas,

moral

rentabilitas

dan

kejujuran

pemohon kredit.

dalam

rugi

seperti

laba)

dari

dan

segi

ukuran

lainnya. Capital juga harus

2. Kemampuan (Capacity). Untuk

laporan

Untuk

melihat

nasabah

kemampuan

untuk

dilihat dari sumber mana saja modal yang ada. 4. Jaminan (Collateral).

mengendalikan bisnis, yang

adalah kakayaan yang dapat

dihubungkan dengan pendi-

diikat sebagai jaminan, guna

dikannya,

kemampuannya

kepastian

dalam memahami ketentuan-

belakang

hari,

kalau

ketentuan

pemerintah,

penerima

kredit

tidak

memimpin,

menguasasi

melunasi

bidang

usahanya,

pelunasan

di

hutangnya.

kesung-

Jaminan hendaknya melebihi

guhan dan melihat prespektif

jumlah kredit yang diberikan.

Jaminan juga harus diteliti

Menurut Ahmad Rizki

keabsahannya, sehingga jika

Srihadi,

terjadi masalah atau kredit

pengucuran kredit tidak hanya

macet, maka jaminan yang

menuntut

dititipkan

(assessment) terhadap kualitas

akan

dipergunakan mungkin.

dapat secepat

Jaminan

tidak

dalam

proses

adanya

calon

penilaian

penerima

berdasarkan

kredit,

prinsip

5C

:

hanya berbentuk kebendaan

Character, Capacity, Capital,

tapi juga dapat berbentuk

Collateral.

jaminan

tidak

Economy. Tetapi ditambahkan 1

berwujud, seperti : jaminan

(satu) prinsip lagi yang disebut

pribadi (borgtocht), Letter of

Constraints21, sehingga menjadi

guarantee, Letter of comfort,

prinsip 6C.

yang

rekomendasi dan avails.

Condition

Constraints

5. Kondisi ekonomi (Condition

of

adalah

batasan dan hambatan yang tidak

of Economic), yaitu situasi

memungkinkan

politik,

untuk dilaksanakan pada tenpat

social,

ekonomi,

suatu

bisnis

budaya yang dapat mempe-

tertentu,

ngaruhi

keadaan perekono-

suatu usaha pompa bensin yang

mian pada waktu dan jangka

disekitarnya banyak bengkel las

waktu tertentu, dimana kredit

atau pembakaran batu bara. Bank

diberikan

juga harus mengetahui tang-

bank

kepada

misalnya pendirian

pemohon, termasuk prospek

gapan

usaha

terhadap rencana investasi yang

dari

sektor

yang

masyarakat

dijalankan, haruslah prospek

akan

usaja

nasabahnya (debiturnya).

yang

benar-benar

dilakukan

setempat

oleh

calon

memiliki prospek yang baik,

Dari 6 prinsip tersebut,

sehingga kemungkinan kredit

yang paling perlu mendapatkan

tersebut bermasalah relatif kecil. 21

Ahmad Rizki Sridadi, Loc.Cit.

perhatian account officer adalah

maupun

character, dan apabila prinsip ini

Personality juga mencakup

tidak terpenuhi, prinsip lainnya

sikap, emosi, tingkah laku

tidak berarti. Dengan perkataan

dan tindakan masabah dalam

lain,

menghadapi suatu masalah.

permohonannya

harus

masa

lalunya.

ditolak. Menurut salah seorang

2. Party

Analis Kredit, dalam melakukan

Yaitu

analisa terhadap prinsip-prinsip

nasabah ke dalam klasifikasi

tersebut, terutama yang berkaitan

tertentu

dengan watak (character) ini

golongan tertentu berdasar-

kadang

agak

diprediksi,

mengklasifikasikan

atau

golongan-

sulit

untuk

kan modal, loyalitas serta

terutama

untuk

karakternya.

Sehingga

nasabah yang baru pertama kali

nasabah daapat digolongkan

mengajukan permohonan kredit.

ke golongan tertentu dan

Demikian pula jika ada debitur

akan mendapatkan fasilitas

yang mempunyai

yang berbeda dari bank.

itikad tidak

baik, dia sangat lihai dalam menjawab

3. Perpose

pertanyaan

dan

Yaitu

perilaku

yang

tujuan

menunjukkan

untuk

mengetahui

nasabah

dalam

sangat baik, yang memberikan

mengambil kredit, termasuk

kesan bahwa dia dapat dipercaya

jenis kredit yang diinginkan.

dan layak untuk mendapat kredit.

Tujuan pengambilan kredit

Selain berpedoman pada Prinsip

6C,

maka

dapat

bermacam-macam.

dalam

Sebagai contoh apakah untuk

pemberian kredit juga harus

modal kerja atau investasi,

melakukan analisis pada prinsip

konsumtif atau produktif dan

7P, sebagai berikut :

lain sebagainya.

1. Personality

4. Prospect

Yaitu menilai nasabah dari

Yaitu untuk memilih usaha

segi

atau

nasabah dimasa yang akan

tingkah lakunya sehari-hari

datang menguntungkan atau

kepribadiannya

tidak, atau dengan kata lain mempunyai

prospek

atau

7. Protection Tujuannya adalah bagaimana

sebaliknya. Hal ini penting

menjaga

mengingat jika suatu fasilitas

jaminan

mendapatkan

kredit yang dibiayai tanpa

perlindungan.

Perlindungan

mempunyai prospek, bukan

dapat berupa jaminan barang

hanya bank yang rugi tetapi

atau

juga nasabah.

asuransi.

5. Payment ukuran cara

bagainasabah

mengembalikan kredit yang telah

orang

usaha

atau

dan

jaminan

Prinsip 3R dalam kredit juga

Merupakan mana

agar

diambil

atau

dari

menjadi

petimbangan

dalam

memutus kredit. Prinsip tersebut adalah : 1. Return

sumber mana saja dana untuk

Yaitu penilaian atas hasil

mengembalikan

yang

Semakin

banyak

kredit.

akan

dicapai

oleh

sumber

perusahaan calon peminjam

maka

setelah mendapatkan kredit,

akan semakin baik. Sehingga

apakah hasil tersebut cukup

jika salah saatu usahanya

untuk

merugi akan dapat ditutupi

pinjaman

oleh sektor lainnya.

memungkinkan pula usaha-

penghasilan

debitur

6. Profitability.

menutup

sekaligus

nya untuk berkembang terus,

Untuk menganalisa bagai-

2. Repayment

mana kemampuan nasabah

Sebagai

dalam

return

mencari

Profitability

serta

hasil

diukur

laba. dari

kelanjutan

dari

atas,

yang

di

kemudian

diperhitungkan

periode ke periode apakah

kemampuan,

akan tetap sama atau akan

jangka waktu pengembalian.

semakin meningkat, apalagi

jadwal

serta

3. Risk Bearing Activity

dengan tambahan kredit yang

Yaitu sejauh mana ketahanan

akan diperolehnya.

suatu

perusahaan

calon

peminjam gung

untuk

risiko

menang-

dalam Pasal 1 angka 11 Undang-

kegagalan

Undang

andaikata terjadi suatu hal di kemudian hari yang tidak

Perbankan,

yang

ditandatangani kedua pihak. f. Realisasi/Pencairan Kredit.

diinginkan.

Realisasi kredit adalah tahap

d. Keputusan Pemberian Kredit

akhir

dalam

proses

Keputusan untuk memberikan

Dengan

kredit kepada nasabah, selain

kepada nasabah debitur, setelah

menggunakan Prinsip 6C, 7P dan

penandatangan surat-surat yang

3R, maka penilaian suatu kredit

bersangkutan dengan pembukaan

layak atau tidak layak untuk

rekening giro atau tanbungan.

diberikan,

harus

dicairkannya

kredit. dana

dilakukan

dengan menilai seluruh aspek yang ada. Penilaian terhadap

Kesimpulan

seluruh aspek yang ada dikenal

Pemberian

kredit

kepada

dengan nama studi kelayakan

nasabah merupakan salah satau cara

usaha.

ini

untuk meningkatkan pembangunan.

untuk

Untuk melindungi bank dari risiko

bernilai

kredit yang berupa kredit macet,

Penilaian

biasanya

digunakan

prosyek-proyek besar

model

dan

yang

berjangka

waktu

panjang.

sebelum

penyaluran

e. Perjanjian Kredit. Hasil

maka

analisa

dilakukan

bank

harus

melaksanakan prinsip hati-hati yaitu yang

telah

cara

terlebih

dahulu

melakukan analisa secara maksimal,

ternyata disetujui permohonan

tidak saja berdasarkan berdasarkan

kreditnya,

Prinsip 5C+1C, tapi juga prinsip 7P

dituangkan

bank,

dengan

jika

pemberian

oleh

kredit,

melakukan

maka

persetujuan

kredit dalam

tersebut suatu

perjanjian tertulis antara bank

dan

meminimalkan macet.

dan nasabah pemohon kredit (debitur),

sebagaimana

diatur

3R,

Saran

sehingga

dapat

terjadinya

kredit

Pejabat

perbankan

lebih hati-hati, teliti

dan

harus benar

dalam melakukan analisa terhadap permohonan

kredit

oleh

calon

nasabah debitur, berdasarkan Prinsip

Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001. Muchdarsyah Sinungan, Dasardasar dan Teknik Managemen Kredit, Bina Aksara, Bandung, 1991.

5C+1C, 7P dan 3R.

Daftar Bacaan Ahmad Rizki Sridadi, Aspek Hukum Dalam Bisnis, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Airlangga University Press, Surabaya, 2009. Bambang Rianto Rustam, Manajemen Risiko Perbankan Syariah di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta, 2013. Bryan A. Garner, Black’s Law Dictionary, seventh edition, St. Paul Min., 1999. Djuhaendah Hasan, “Masalah Jaminan Dalam Perjanjian Kredit”, Hasil Penelitian, BPHN, 1992. H.R. Daeng Naja, Hukum Kredit dan Bank Garansi The Bankers Hand Book. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2005. Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1998. Mariam Darus Badrulzaman, Kompilasi Hukum Perikatan,

Munir Fuady (1), Pengantar Hukum Bisnis, Menata Bisnis Modern di Era Global, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2002. Munir Fuady (2), Hukum Perkreditan Kontemporer, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1996. Rudyanti Dorotea Tobing, Hukum Perjanjian Kredit, Konsep Perjanjian Kredit Sindikasi yang Berasaskan Demokrasi Ekonomi, Laksbang Grafika, Yogjakarta, 2014. Sutan Remy Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia, Institut Bankir Indonesia, Jakarta, 1993. Thomas Suyatno, Perkreditan, Jakarta, 1990.

Dasar-dasar Gramedia,

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.