KPI Telusuri Jual-Beli Waktu Siaran Televisi - PolMark

KPI Telusuri Jual-Beli Waktu Siaran Televisi. 23 September 2013 - Komisi Penyiaran Indonesia bakal memanggil sejumlah pemilik stasiun televisi yang di...

0 downloads 9 Views 3KB Size

Recommend Stories

No stories

Story Transcript


PolMark Indonesia-Political Consulting

KPI Telusuri Jual-Beli Waktu Siaran Televisi

23 September 2013 - Komisi Penyiaran Indonesia bakal memanggil sejumlah pemilik stasiun televisi yang diduga memperjualbelikan waktu siaran di luar waktu siaran iklan. Komisi sudah mengantongi laporan dari masyarakat soal iklan politik yang diselipkan di sela waktu siaran non-iklan di televisi. "Tentu kami akan panggil. Sudah ada laporan dan indikasi pelanggarannya, tapi perlu analisis lebih jauh," kata Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Rahmat Arifin, kemarin.

Sejak awal hingga pertengahan September ini, Komisi menemukan dugaan pelanggaran, antara lain, yang dilakukan dua stasiun televisi swasta. Menurut dokumen yang diperoleh Tempo, misalnya, pada 6 September 2013, pukul 14.26, dengan durasi sekitar 68 menit, Komisi menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan TV One karena menyiarkan program Kabar Khusus menayangkan Rapat Kerja Nasional Ketiga PDI Perjuangan. Pada 11 dan 14 September 2013, Metro TV juga diduga melakukan pelanggaran karena menyiarkan acara Orientasi Calon Legislator Partai NasDem dalam program Headline News, dengan durasi masing-masing sekitar 2 menit 53 detik dan 2 menit 47 detik pada pukul 22.01 dan 19.56. Kedua pemimpin redaksi stasiun TV tersebut membantah telah memberi perlakuan khusus terhadap partai tersebut. Adapun siaran tunda konvensi Demokrat di TVRI selama 2 jam 23 menit secara gelondongan pada 15 September lalu sudah divonis Komisi melanggar asas netralitas dan independensi. KPI berjanji akan bersikap adil terhadap seluruh televisi. Menurut Rahmat, jual-beli waktu siaran di luar waktu siaran iklan dilarang Undang-undang Penyiaran. Namun, kata dia, KPI kesulitan untuk menghitung jumlah waktu siaran iklan. "Belum lagi iklan yang built-in dalam acara," ujarnya. Tapi, kata dia, KPI bertekad membersihkan iklan terselubung di luar waktu siaran iklan yang telah ditetapkan. Pasal 46 mengatur waktu siaran iklan niaga lembaga penyiaran swasta maksimal 20 persen dari seluruh waktu siaran setiap hari. Sedangkan lembaga penyiaran publik (TVRI dan RRI) maksimal 15 persen. Kasus jual-beli waktu siaran mencuat setelah TVRI mengakui menjual waktu siaran seharga Rp 150 juta per jam. Salah satu pembelinya adalah Hizbut Tahrir Indonesia dan beberapa partai politik. "Itu cara TVRI memperoleh pendapatan dari luar iklan reguler dan anggaran negara," ujar Direktur Pengembangan Usaha TVRI Erwin Aryanantha, Jumat pekan lalu. Wakil Ketua KPI Idy Muzayyad mengecam tindakan tersebut. "Kalau jual-beli waktu siaran itu jelas melanggar. Sanksinya bisa pidana," katanya. Pasal 59 mengatur pidananya berupa denda maksimal Rp 2 miliar untuk televisi dan Rp 200 juta untuk radio. (Sumber: Tempo)

http://www.polmarkindonesia.com

Powered by Joomla!

Generated: 11 February, 2019, 18:19

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.