Isng Pldw T*frn&i Ferloniun - UNIB Scholar Repository

SINURAT (2003) melaporkan bahwa kandungan nutrisi lumpur sawit yang di fermentasi dengan Aspergilus niger (LSF). Protein kasar (PK) 27,07%, serat kasa...

1 downloads 8 Views 4MB Size

Recommend Stories

No stories

Story Transcript


'

P&OEIL Frof. Dr. h. Yuqwra MSc.

Isng

Pldw T*frn&i

Ferloniun

r'-',: l,--4Ea'.

SINURAT (2003) melaporkan bahwa

kandungan nutrisi lumpur sawit yang di fermentasi dengan Aspergilus niger (LSF) Protein kasar (PK) 27,07%, serat kasar (SK) 78,6%,Energi (TME) 1717 kkal/ke, Ca 1.,24%

dan P 0,65%. Pada ayam broiler dan ayam

Bqhqn Mqhqnqn Ternqh Unggqt )osi Fenita Tuntutan konsumen untuk OIeh

mendapatkan kualitas

telur

yang

sempurna daoat dipenuhi dengan cara

memodifikasi zal gizi melalui bahan pakan sumber p karoten yang diperoleh melalui fermentasi dengan

menggunakan kapang yang bersifat karotegenik seperti Neurosporo sp, dengan harapan skor warna yolk dapat

meningkat. Penggunaan produk ini diharapkan mampu

fermentasi

meningkatkan performans produksi, kualitas telur serta meningkatkan kadar p-karoten, menurunkan kolesterol serta memperbaiki komposisi asam amino dalam kuning telurSalah satu bahan yang belum lazim digunakan dan cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan

adalah lumpur sawit. Lumpur sawit

merupakan produk

ikutan

yang

dihasilkan dalam proses pemerasan buah sawit untuk menghasilkan minyak sawit kasar atau crude polm oil ICPO). Lumpur sawit kering mengandung zat gizi rTang hampir sama dengan dedak,

akan tetapi bahan ini mengandung serat yang cukup tinggi. Ketersediaan asam amino yang rendah, menjadi faktor pembatas untuk ternak

dan monogastrik lainnya.

unggas

kampung lumpur sawit hanya dapat digunakan sekitar 10% (SINURAT et af 2000), pemberian yang lebih banyak sudah dapat

menyebabkan

penurunan

pertumbuhan, berbeda dengan ternak itik sedang tumbuh pemakaian sebanyak 15%

tidak menurunkan konsumsi

ransum,

meningkatkan pertambahan berat badan, heraf hidun dan nersent2


sangat rendah. SINURAT et ol (2OOO\, SINURAT (2003) dan FENITA et al {2010) telah mampu memperbaiki nilai gizi LSF. namun belum memberikan hasil yang maksimal untuk meningkatkan performans produksi. Hal ini diduga karena LSF defesien akan asam amino lisin dan metionin dan tidak seimbangnya asam amino essensial lainnya di dalam ransum yang mengandung LSF.

Kopong Neurosporo croso yang berwarna kuning orange merupakan kapang penghasil p karoten tertinggi diantara dengan kapang karotegenik lainnya yang diisolasi dari tongkol jagung. Kapang neurosporo

membutuhkan substrat sebagai nutrien terutama sumber karbon dan nitrogen.

Media fermentasi dengan

kandungan

nutrien yang seimbang diperlukan untuk menunjang kapang lebih makimal dalam memproduksi 6 karoten sehingga dihasilkan

suatu produk fermentasi yang kaya

F

karoten. Untuk tujan tersebut maka bahan potensial lumpur sawit difermentasi dengan

Untuk meningkatkan nilai gizi lumpur sawit telah dila kuka n fermentasi

mengunakan Neurospora craso dan diharapkan kandungan karoten akan

menggunakan Aspergil us nig e r.

bahan pakan ayam.

meningkat dan dapat dipergunakan sebagai

I

Sahabat Rafflesia Edisi 2 | 13

Pembuaton produk fermentosi koya 6 karoten

Teknologi fermentasi dengan mengunakan kapang neurosporo sp

Pembuatan produk fermentasi lumpur sawit. Lumpur sawit kering ditambahkan

mampu menguraikan serat kasar lumpur sawit yang kompleks menjadi sederhana. Pada proses tersebut sumber nitrogen anorganik dapat diubah menjadi protein

aquades (kadar air 70%) diaduk secara merata, baru dikukus selama 45 menit setelah air mendidih untuk mensterilkan

bahan, setelah

itu dibiarkan

sampai tercapai suhu kamar. Substrat kemudian diinokulasi dengan inokulum kapang N crosso sebanyak 9%. Diaduk secara merata

dan diinkubasi selama 7 hari. Setelah itu

produk fermentasi dipanen, dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari dan digiling.

sel mikroba dan juga menghasilkan enzim

hidrolitik yang dapat meningkatkan daya cerna lumpur sawit tersebut. Lumpur sawit dapat digunakan sebagai salah satu bahan pakan unggas setelah difermentasi dengan neurosporo sp. Hal tersebut disebabkan

Fermentasi dengan Kapang Neuraspora SP I

Lumpur Sawit Kering I

+

Air & Campuran Mineral (3.67. (NH42S04, 2Yo

Urea, 0.75% NaHTPO 4, 0.25% MgSO4 an 0.075% KCL) I

Dikukus Selama 45 Menit

+

lnokulum Neorosporo,

Sp

Abu (X,Ul

ca txBB P (X8f,1

Betahal$I AsaniliEfll AsBry,

L3.57% menjadi 23.45%. Kandungan asam amino lumpur

Sertn

sesudah

fermentasi juga meningkat, Berdasarkan hasil analisis terjadi peningkatan total asam amino dari 7,02% menjadi 8,54%.

Kadar asam amino lebih rendah dari protein kasar disebabkan komponen nitrogen bebas DNA pada protein kasar belum terhitung dengan jelas sehingga protein sejatinya belum diketahui. Namun

demikian, hal

tersebut

dapat mengambarkan bahwa dengan fermentasi neurosporo sp akan terjadi peningkatan nilai protein kasar sejumlah {73% unit),

peningkatan asam amino

I

fbCd PrdeinLa.E Serat ta.lC Lemaf ta.lf Energimffi

setelah difermentasi kandungan protein kasar lumpur sawit akan meningkat dari

sawit yang sebelurn dan Proses Pembuatan Lumpur Sawit

Tabelrrlfqnl derEil fca

dan

pengurangan nilai serat kasar (38% unit)

,g3/f'-EA&r 6ftsfui

Hffii Atgai Treol*t Abtrrrl,

Pralin

tirosit Volrra

*ret*ti Sistrn

tsoburte.rsitr

Fmitffi Lisia

Totolosamdl

pada produk fermentasi. I

lnkubasi Aerob

5 Hori

I I

lnkubasi Enzimatik 2 Hori

karoten, hampir dua kali lipat (3735,8 p/1009 vs 1860 p/100g) Hasil kandungan beta karoten pada produk lumpur sawit fermentasi {LSF) ini memiliki kandungan

I

Dikeringkon

Kandungan p-karoten produk fermentasi mengalami peningkatan nilai P-

)

Digiling

I

V

karoten yang lebih tinggi dari yang dilaporkan oleh NURAINI (2006).

Selanjutnya dilaporkan bahwa kandungan

Lumpur Sowit Fermentasi Neurosporo Sp

karoten dari fermentasi neurospora sp yang menggunakan substrat campuran 60% ampas sagu dengan 40% ampas tahu hanya sebesar 2700,60 U/100g.

14 | Sahabat Rafflesia Edisi

ilf li't fiEil ransum pade ri ransum mdt g 1X-11g €k* minggu hffil meningkl b dipengaruti * rSnsurn

ranil nyffi ransum- Hal rf, kesukaan terftd Konsumsi

berbeda

2

.rrrlfl

Tabel Kandungan gizi sebelum dan sesudah fermentasi dengan Neurospora sp

Lumpur Sawit

Komposisi

Protein kasar {% BK) S€rat kasar (%BK) Lemak kasar (%BK) Energi metabolisme Abu (%BK)

kal/g

Ca {%BK} P (%BK)

Beta karoten 1y'100g Asam amino {%} Asam osportot

Lumpur Sawit Fermentasi

13.57 28.03 11.67 1632 27.34 1.46 0.37 1873.4 0.67

Dan hal

ini juga didukung

dengan jumlah produksi telur

pada LSF 10% yang tidak

berbeda nyata

dengan

perlakuan kontrol.

23.45 L7.34 9.45

penelitian Hasil menunjukkan bahwa pemberian LSF tidak

\774 24.43

berpengaruh secara nyata terhadap bobot telur, tebal

1.32

kerabang, indeks albumen

0.56 3735.8

dan dan indeks yolk (P>0,05), tetapi berbeda nyata terhadap HU, kedalaman rongga udara (P<0.05) dan

0.82

,Asam g!utsrnat

n12

Serin

0.52 0.24 0.35

0.7i o.i1

Treonin

o.s6 0.38

Alanin

0.55

0.58 0.42 0.82

Protin

o.3i

0.i5

Tirosin

Leusin

0.42 0.16 0.29 0.31 0.52 0.22

0.55 0.19 0.36 0.42 0.74 0.25

Fenilolanin

0.i3

0.4L

Perbedaan

Lisin

0.34 7.02

0.39 8.54

karena kapang fermentasi

Glisin

Histidin Arginin

Valin

Metionin Sistin

lsoleusin

Total asom amino

0.41-

warna yolk

(P<0,01).

Meningkatnya warna yolk disebabkan oleh karena LSF kaya akan B karoten, suatu

zat pigmen yang memberi warna kuning cerah pada yolk. Hasil penelitian ini

berbeda dengan

haiil

penelitian FENITA et ol (2OO7l

dimana ayam petelur yang

diberi ampas sagu

yang

dengan

Aspergilus niger tidak meningkatkan warna yolk.

ini

disebabkan

yang digunakan

.sangat

berbeda, dimana Aspergilus Uji biologis produk fermentasi sebagai bahan konsumsi ransum pada minggu pertama dan kedua. konsumsi ransum masih sedikit berkisar antara 128.95 sampai 134.11 gekoilhari-1. Tapi pada minggu ketiga sampai minggu kedelapan konsumsi ransum cenderung

ransum menunjukkan bahwa rataan

niger tidak karoten

mengandung sementara

neurosparo sp sangat tinggi

kadar karotennya

sehingga

bisa meningkatkan

warna

yolk dari 5,83 rnenjadi 9,88.

meningkat. Konsumsi ransum nyata (P<0.05) dipengaruhi oleh jenis ransum yang diberikan.

Hal ini sesuai

Konsumsi ransum pada level L5% dan 20% tidak

OPARA (1998) rataan warna kuning telur yang disukai konsumen yaitu skor 9-12.

berbeda nyata (P>0.05) menurunkan konsumsi ransum. Hal ini menunjukkan pada ayam petelur

dengan

pendapat UDEDIBIE

DAN

kesukaan terhadap LSF hanya sampai taraf 1'0%.

Sahabat Rafflesia Edisi 2 | 15

Ponor housrnr funuxnx

lftrnpn Snwr MINYAK SAWIT KASAR [CPO)

MINYAK INTI

sAwrr [Pr(oJ MINYAK SAI,AD SHORTENING

METIL ESTER AMINO ACID

METIL ESTER FAT POWDER

VITAMIN A,E COCOA BUTTER SUBSTITUTE TCBSI

MINYAKSAWIT KASAR [CPO) BIODESEL

CONFECTIONFJRIES

16 | Sahabat Rafflesia Edisi 2

ESTERASAM LEMAK:

I.PALMITAT/PROPAND 2.STEAMT

MINYAK INTI

3.METIL ESTER 4.SULFONAT

sAwrT [PKO)

s.OLEAT/ GLYCOL 6.PROPYLENE GLYCOL

METALIC SALT:

l.OLEAT/BA 2.PALMITAT STE ARAT / Ca,Zn 3.STEAMTrrCa,Mg

4.STEAMT/AI,Li

FATTY ACID

5.OLEAT/Zn.Pb

POLYETHOXILATED DERIVATES:

l.PALMITAT/ETHYLENE PROPYI,ENE OXIDE

2.STEAMTE/ETHYLENE PROPYLENE OXIDE 3.OLEIC ACID DIMER ETHYLENE PROPYLENE OXIDE

MONOGLISERIDA,

DIGLISERID4

FATTYAMINES:

TRIGLISERIDA

l.SECONDARY

c16&C1BlETHOXYLATED 2.BETAIN 3,C 16 & C 18 ETHOXYT-ATED

ES KRIM

VANASPATI COCOA BUTTER

suBSrrrurE (cBs) SOAP CHIP SINGLE CELL PROTEIN

OXYGENATED FATTY ACID / ESTER: I.EPOXY STEARIC/ OCTANOL ESTER Z.EPTHIO STEARIN IVIONO & POLYHIDRIC ALCOHOI. ESTER

FATTYALCOHOL: KNT :275.000 ton 1.C16&C 18 ALCOHOL/SULPHATED 2.C16&C18 ALCo HOL/ESTERTFTED WtTH IJICHER SA'I'URATED FATTY ACIDS 3.C16&C19 ALCOHOL/ ETHOXYLATTON 4.MO NOCLISERI DA ETHOXYLATION

FATTYACIDESAMIDES: l.STEARAMIDE 2.ALKANOL AMIDES 3.SULPHATED ALCANOLAMIDES OF PALMITAT, STEARIC OLEIC ACIDS 4.OLEAMtDE

GLISEROL FOOD EMULSIFIER

Sahabat Rafflesia Edisi 2 | 17

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.