BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI

rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media dalam website KPI masing- ... demikian, hasil penelitian yang diperoleh adalah berita dalam website KPI belu...

0 downloads 7 Views 176KB Size

Recommend Stories

No stories

Story Transcript


BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA) Karina Pinem 100904046 Abstrak Penelitian ini berjudul Literasi Media dalam Website Komisi Penyiaran Indonesia (Analisis Isi Berita Mengenai Literasi Media dalam Website Komisi Penyiaran Indonesia). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah berita pada rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media dalam website KPI pada tanggal 01 November 2013- 01 Juni 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dengan mengikuti langkah sebagai berikut: pengumpulan data, reduksi data, reliabilitas, dan generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen literasi media yang terdapat dalam rubrik Dunia Penyiaran adalah kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat (40%) dan pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media (60%). Sedangkan dalam rubrik Literasi Media elemen yang terkandung adalah keterampilan berpikir kritis (90%) dan kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat (10%). Frekuensi berita literasi media pada rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media dalam website KPI masing- masing sebesar 50%. Persentase uji realibilitas dalam penelitian ini sebesar 90%. Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh adalah berita dalam website KPI belum mencakup seluruh elemen literasi media, selain itu frekuensi berita literasi media dalam website KPI masih sangat minim. Kata kunci: Analisis isi, Berita, Literasi media, Komisi Penyiaran Indonesia PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Media massa di era informasi sekarang ini merupakan sarana utama masyarakat untuk mendapatkan pemahaman akan realitas yang terjadi sehari-hari di lingkungannya. Permasalahannya adalah sebagian besar masyarakat tidak sepenuhnya memahami bahwa realitas media tidak serupa dengan kenyataan yang terjadi sehari-hari di masyarakat. Media massa memiliki kemampuan untuk membangun citra dalam masyarakat serta membentuk pendapat mereka. Media melalui isi pesannya melakukan strategi pembingkaian, yakni menyoroti aspekaspek tertentu dan mengabaikan aspek-aspek lain dalam memandang kenyataan. Isi pesan media sangat tergantung pada ideologi dan tentu saja kepentingan ekonomi perusahaan media tersebut. Strategi pembingkaian ini dilakukan secara halus agar tidak disadari oleh publik.

1

Kenyataan inilah yang mendorong munculnya kebutuhan akan literasi media atau melek media sebagai metode atau langkah-langkah untuk mencegah masyarakat percaya dan menerima begitu saja apa yang disajikan media. Literasi media merupakan kemampuan khalayak untuk menganalisis dan memahami isi pesan media dengan cara mengevaluasi sumber, tujuan, teknik, dan maknanya agar tidak terjebak dalam realitas media. Program literasi media oleh KPI merupakan wujud dari tugas dan kewajiban KPI untuk menjamin masyarakat agar memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia. KPI sebagai lembaga independen negara juga wajib menyampaikan segala informasi yang berhubungan dengan tugas KPI kepada masyarakat secara terbuka. Salah satu sarana yang digunakan KPI sebagai lembaga publik untuk menyampaikan informasi kepada khalayak secara praktis, hemat, serta menjangkau khalayak luas adalah internet, dalam hal ini adalah website. Penelitian ini berfokus pada berita yang disajikan dalam website KPI yang berkaitan dengan literasi media. Berita dalam website ini akan dilihat lebih dalam mengenai frekuensi pemberitaan tentang kegiatan literasi media serta identifikasi berita berdasarkan kegiatan literasi media. Dalam penelitian ini peneliti memilih rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media sebagai objek penelitian karena diantara rubrik yang lain kedua rubrik ini yang paling dominan berisi berita mengenai literasi media. Data tentang ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki website KPI sehingga masyarakat semakin mengerti mengenai pentingnya literasi media. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti adalah “Bagaimanakah elemen literasi media yang terkandung dan berapa frekuensi berita literasi media dalam website KPI yang mencakup rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media?” Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui elemen-elemen literasi media apa saja yang terdapat dalam berita literasi media pada rubrik Dunia Penyiaran dan rubrik Literasi Media di dalam website KPI. 2. Untuk mengetahui frekuensi berita mengenai literasi media yang terdapat dalam pada website KPI yang mencakup rubrik Dunia Penyiaran dan rubrik Literasi Media. URAIAN TEORITIS Berita Berita secara sosiologis adalah semua hal yang terjadi di dunia. Dalam gambaran sederhana, berita adalah apa yang dituliskan surat kabar, apa yang disiarkan radio, dan apa yang ditayangkan televisi. Berita menampilkan fakta, tetapi tidak semua fakta adalah berita. Berita merupakan sejumlah peristiwa yang terjadi di dunia, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan.

2

Merujuk pada beberapa definisi berita di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan yang mengikat pada berikut, yaitu: menarik perhatian, luar biasa dan baru. Berdasarkan persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide baru yang benar, menarik, dan penting bagi sebagian besar khalayak melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media definisi internet (Sumadiria, 2005:65). Hal ini berarti berita bukan hanya merujuk pada pers atau media massa cetak atau surat kabar melainkan juga telah menjadi “darah daging” bagi radio, televisi, maupun internet. Tak ada media tanpa berita begitupun sebaliknya, tak ada berita tanpa media. Berita telah tampil sebagai kebutuhan dasar masyarakat modern di seluruh dunia. Komunikasi Massa Komunikasi massa adalah suatu studi ilmiah tentang media massa beserta pesan yang dihasilkan, pembaca/pendengar/penonton yang akan coba diraihnya dan efeknya terhadap mereka. Pada dasarnya, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (Nuruddin, 2003:1). Sementara Pool mendefinisikan komunikasi massa sebagai komunikasi yang berlangsung dalam situasi interposed ketika antara sumber dan penerima tidak terjadi kontak secara langsung, pesan-pesan komunikasi mengalir kepada penerima melalui saluran-saluran media massa, seperti surat kabar, majalah, radio, film, atau televisi (Wiryanto, 2006:03). Berdasarkan pendapat-pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa konteks komunikasi massa mencakup saluran maupun khalayak. Konteks komunikasi massa ini unik. Pertama, konteks ini memberikan kemampuan baik pada pengirim maupun penerima pesan untuk melakukan kontrol. Sumber-sumber seperti editor surat kabar atau penyiar televisi membuat keputusan mengenai informasi apa yang akan dikirim, sedangkan penerima memiliki kendali terhadap informasi apa yang mereka terima. Selain itu, konteks komunikasi massa berbeda dengan konteks komunikasi lain karena komunikasi yang terjadi biasanya lebih terkendali dan terbatas. Maksudnya, komunikasi dipengaruhi oleh biaya, politik, dan oleh kepentingan-kepentingan lain. Pembuat keputusan biasanya, menggunakan batas untung-rugi untuk menentukan apakah pesan-pesan tertentu akan tetap disampaikan atau tidak (West dan Turner, 2008:42). Literasi Media Literasi media berasal dari Bahasa Inggris yaitu “media literacy”, yang terdiri dari dua suku kata. Media berarti media tempat pertukaran pesan dan literacy yang berarti melek. Literasi media atau melek media dalam hal ini merujuk pada kemampuan khalayak yang melek terhadap media dan pesan media massa dalam konteks komunikasi massa. Aspen Media Literacy Leadership Institute (1992) mendefenisikan literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, meneliti, mengevaluasi dan menciptakan media di dalam bermacam-macam wujud. Hal ini terkait

3

kemampuan setiap individu dalam beragam tahapan aktivitas literasi media (Tamburaka, 2013:9). Berdasarkan berbagai pendapat ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa literasi media merupakan sebuah keterampilan yang dibutuhkan dalam berinteraksi secara cerdas dengan media. Literasi media mengajak kita mengevaluasi dan berpikir kritis mengenai pesan yang disampaikan media. Hal ini sangat penting agar kita sebagai khalayak media dapat terhindar dari berbagai dampak negatif media. Kerangka Konsep Website KPI

Berita Analisis Isi Frekuensi: 1. Rubrik Literasi Media 2. Rubrik Penyiaran

Identifikasi elemen literasi media: 1. Keterampilan berpikir kritis 2. Pemahaman terhadap proses komunikasi massa. 3. Kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat. 4. Strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan-pesan media. 5. Kesadaran akan isi media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita. 6. Kemampuan untuk menikmati, memahami, dan menghargai isi media. 7. Pengembangan keterampilan produksi yang efektif dan bertanggung jawab 8. Pemahaman akan kewajiban etis dan moral praktisi media.

4

Variabel Penelitian No Variabel Teoritis 1.

Website KPI

Variabel Operasional 1.

Frekuensi muncul data berkaitan dengan literasi media pada rubrik: a. Dunia Penyiaran b. Literasi Media 2. Identifikasi kegiatan literasi media. Berita tentang: a. Keterampilan berpikir kritis. b. Pemahaman terhadap proses komunikasi massa. c. Kesadaran akan dampak media. d. Strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan-pesan media. e. Kesadaran akan isi media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita. f. Kemampuan untuk menikmati, memahami, dan menghargai isi media. g. Pengembangan keterampilan produksi yang efektif dan bertanggung jawab. h. Pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media.

METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah berita pada rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media dalam website KPI (www.kpi.go.id) pada tanggal 01 November 2013 - 01 Juni 2014. Teknik Pengumpulan Data Teknik penarikan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah: 1. Studi Dokumentasi 2. Studi Kepustakaan Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan langkah sebagai berikut: 1. Pengumpulan Data 2. Reduksi Data 3. Reliabilitas 4. Generalisasi

5

HASIL DAN PEMBAHASAN Perbandingan Koder 1 dan Koder 2 pada Rubrik Dunia Penyiaran No. Elemen Literasi Media Koder Koder Jumlah Persentase I II (%) 1. Keterampilan berpikir kritis 0 0 0 0 2. Pemahaman terhadap 0 0 0 0 komunikasi massa 3. Kesadaran akan dampak media 2 1 3 30 terhadap individu dan masyarakat 4. Strategi untuk menganalisis dan 0 0 0 0 mendiskusikan pesan-pesan media 5. Sebuah kesadaran akan isi 0 0 0 0 media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita 6. Kemampuan untuk menikmati, 0 0 0 0 memahami, dan menghargai isi media 7. Pengembangan keterampilan 0 0 0 0 produksi yang efektif dan bertanggung jawab 8. Pemahaman akan kewajiban etis 3 4 7 70 dan moral para praktisi media Jumlah 5 5 10 100 Hasil pencatatan menunjukkan berita dalam rubrik Dunia Penyiaran pada website Komisi Penyiaran Indonesia belum memenuhi seluruh elemen-elemen literasi media. Dari 5 berita yang diteliti, 2 (40%) diantaranya mengandung elemen literasi media kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat. Sedangkan 3 (60%) berita lainnya mengandung elemen literasi media pemahaman akan kewajiban etis dan moral praktisi media. Hal ini menunjukkan berita dalam Rubrik Dunia Penyiaran lebih menyoroti elemen literasi media yang bertujuan membuat khalayak memahami masing-masing kewajiban hukum dan etis praktisi media. Selain elemen pemahaman akan kewajiban etis dan moral praktisi media, dalam rubrik Dunia Penyiaran juga terdapat berita yang mengandung elemen kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat. Sedangkan berita yang mengandung elemen literasi media lainnya seperti, keterampilan berpikir kritis, pemahaman terhadap proses komunikasi massa, strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan-pesan media, sebuah kesadaran akan isi media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita, kemampuan untuk menikmati, memahami dan menghargai isi media, dan pengembangan keterampilan produksi yang efektif dan

6

bertanggung jawab tidak terdapat sama sekali dalam rubrik Dunia Penyiaran dalam website KPI selama periode 01 November 2013 hingga 01 Juni 2014. Perbandingan Koder 1 dan Koder 2 pada Rubrik Literasi Media No Elemen Literasi Media Koder I Koder II Jumlah Persentase (%) 1 Keterampilan berpikir 4 4 8 80 kritis 2 Pemahaman terhadap 0 0 0 0 komunikasi massa 3 Kesadaran akan dampak 1 1 2 20 media terhadap individu dan masyarakat 4 Strategi untuk 0 0 0 0 menganalisis dan mendiskusikan pesanpesan media 5 Sebuah kesadaran akan isi 0 0 0 0 media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita 6 Kemampuan untuk 0 0 0 0 menikmati, memahami, dan menghargai isi media 7 Pengembangan 0 0 0 0 keterampilan produksi yang efektif dan bertanggung jawab 8 Pemahaman akan 0 0 0 0 kewajiban etis dan moral para praktisi media Jumlah 5 5 10 100 Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa 80% berita pada rubrik Literasi Media mengandung elemen keterampilan berpikir kritis, sedangkan 20% lagi mengandung elemen kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa berita pada rubrik literasi media belum memenuhi seluruh elemen literasi media, sama halnya dengan berita pada rubrik Dunia Penyiaran. Berita pada rubrik Literasi Media lebih banyak menyoroti elemen keterampilan berpikir kritis yang bertujuan mengajak khalayak untuk mengasah dan mengembangkan penilaian yang independen terhadap isi media. Elemen literasi media lainnya yang terdapat dalam berita pada rubrik Literasi Media adalah kesadaran akan dampak terhadap individu dan masyarakat. Sementara itu, elemen literasi media lainnya seperti, pemahaman terhadap proses komunikasi massa, strategi untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan7

pesan media, sebuah kesadaran akan isi media sebagai suatu teks yang menyediakan wawasan bagi budaya dan kehidupan kita, kemampuan untuk menikmati, memahami dan menghargai isi media, pengembangan keterampilan produksi yang efektif dan bertanggung jawab, serta pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media tidak terdapat sama sekali dalam berita pada rubrik Literasi Media dalam website KPI selama periode 01 November 2013 hingga 01 Juni 2014. Frekuensi Berita Kategori Rubrik Jumlah Persentase 5 50 Dunia Penyiaran 5 50 Literasi Media Jumlah 10 100 Tabel di atas menunjukkan berita mengenai literasi media pada rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media dalam website KPI selama periode 01 November 2013 – 01 Juni 2014 memiliki porsi yang sama, yaitu masing-masing sebanyak 5 berita atau 50 % dari total berita. Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa frekuensi berita mengenai literasi media dalam website KPI sangat minim. Dilihat dari jumlah berita yang berkaitan dengan literasi media dalam periode 7 bulan (01 November 2013 – 01 Juni 2014), yaitu 10 berita. Dengan rincian 5 berita dalam rubrik Dunia Penyiaran dan 5 berita dalam rubrik Literasi Media. Selain itu, dari 8 elemen literasi media yang ada, hanya 3 elemen yang terkandung di dalam 10 berita tersebut, yaitu elemen keterampilan berpikir kritis, kesadaran akan dampak media, terhadap individu dan masyarakat, serta pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media. Uji Reliabilitas Berita

Kategori Elemen Literasi Media

Setuju (S) atau Tidak Setuju

Koder I

Koder II

(TS)

Berita 1

Kategori 2

Kategori 3

TS

Berita 2

Kategori 8

Kategori 8

S

Berita 3

Kategori 3

Kategori 3

S

Berita 4

Kategori 1

Kategori 1

S

Berita 5

Kategori 8

Kategori 8

S

Berita 6

Kategori 8

Kategori 8

S

Berita 7

Kategori 3

Kategori 3

S

Berita 8

Kategori 1

Kategori 1

S

Berita 9

Kategori 1

Kategori 1

S

8

Berita 10

Kategori 1

Kategori 1

S Total S = 9 Total TS = 1

Maka reliabilitas pengkodingan dalam penelitian ini adalah: 2 .9 18 CR = = = 0,9 (90 %) 10 + 10 20 Dari hasil penghitungan tingkat reliabilitas tersebut, maka peneliti memperoleh data tes reliabilitas antara kedua pengkoding adalah 0,90%. Menurut standar reliabilitas hasil tersebut dapat diterima dan dinyatakan layak uji sehingga kedua pengkoding tidak perlu melakukan pengkodingan ulang. Dalam formula Holsti, angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0.70 atau 70%. Artinya, jika hasil penghitungan menunjukkan angka reliabilitas diatas 0,7 berarti alat ukur ini (coding sheet) benar-benar reliabel. Tetapi, jika dibawah angka 0,7 berarti alat ukur ini bukan alat yang reliabel. Dengan demikian, hasil pengkodingan ini telah memenuhi persyaratan sebagai hasil pelaporan yang layak dipercaya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka beberapa kesimpulan yang dapat diambil adalah: 1. Elemen literasi media yang terdapat dalam berita pada website KPI sangat minim. Literasi media merupakan sebuah keterampilan yang dibutuhkan dalam berinteraksi secara cerdas dengan media. Literasi media mengajak kita mengevaluasi dan berpikir kritis mengenai pesan yang disampaikan media. Dari 8 elemen literasi media, berita di dalam website KPI hanya terdapat 3 elemen literasi media, yaitu keterampilan berpikir kritis, kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat, serta pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media. 2. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berhasil menghitung frekuensi berita literasi media yang terdapat dalam website KPI, yang mencakup rubrik Dunia Penyiaran dan Literasi Media pada periode 01 November 2013 – 01 Juni 2014. Frekuensi elemen literasi media dalam berita pada rubrik Dunia Penyiaran: kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat sebanyak 40% dan pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media sebanyak 60%. Frekuensi elemen literasi media dalam berita pada rubrik Literasi Media: keterampilan berpikir kritis sebanyak 90% dan kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat sebanyak 10%. Total berita literasi media pada rubrik Dunia Penyiaran adalah 50% atau sebanyak 5 berita dan rubrik Literasi Media sebesar 50% atau sebanyak 5 berita. Dari hasil pengamatan tersebut dapat dilihat bahwa kedua rubrik dalam website KPI ini memiliki porsi yang sama dalam menampilkan berita literasi media.

9

3. Elemen literasi media yang paling banyak terdapat dalam berita pada website KPI adalah keterampilan berpikir kritis yaitu sebanyak 4 berita. Sementara elemen kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat serta pemahaman akan kewajiban etis dan moral para praktisi media masing-masing berjumlah 3 berita. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka saran yang dapat penulis berikan adalah: 1. Komisi Penyiaran Indonesia perlu meningkatkan jumlah berita-berita mengenai literasi media pada website-nya agar khalayak mendapatkan informasi yang cukup mengenai literasi media dalam rangka membuat khalayak dapat memahami, mengkonsumsi dan mengevaluasi secara kritis pesan yang disampaikan oleh media. 2. Berita pada website KPI hendaknya mengandung seluruh elemen literasi media agar masyarakat tidak hanya melihat pesan media secara kritis tapi juga memahami bagaimana sebenarnya pesan-pesan media itu dibuat dan bahkan mereka dapat memproduksi pesan medianya sendiri secara efektif dan bertanggung jawab. 3. Selain berita, Komisi Penyiaran Indonesia juga perlu meningkatkan program kegiatan literasi media yang melibatkan langsung masyarakat di setiap daerah seperti seminar, workshop, atau bahkan menerapkan program literasi media sebagai kurikulum di sekolah agar dapat menciptakan masyarakat yang melek media dan memiliki strategi menghadapi media secara cerdas dan kritis. 4. Komisi Penyiaran Indonesia juga dapat menggunakan jejaring sosial untuk membantu tujuan website sekaligus sebagai sarana sosialisasi website agar dapat dikunjungi oleh masyarakat yang lebih luas. DAFTAR REFERENSI Nuruddin. 2003. Komunikasi Massa. Malang: Cespur. Sumadiria, A.S Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature, Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Tamburaka, Apriadi. 2013. Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. West, Richard dan Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika. Wiryanto. 2006. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Grasindo.

10

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2019 FEXDOC.COM - All rights reserved.