7 findings inrii9(!!e !M! the

The Rese(ITr:/7 findings inrii9(!!e !M! the pr09e$S of word formation ryakugo Japanese are 8 types ryakugo and divided in 3 ryakugo pattern formation ...

1 downloads 2 Views 888KB Size

Recommend Stories


CHAPTER IV FINDINGS AND DISCUSSIONS A. Findings This chapter
This chapter, the writer describes the result of research on the field based on the test ..... After the rain let up a bit we also left the place, and there my friend who.

No Name Gender M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M
M. 14 Abshir Abdi Hassan Mohamud. M. 15 Abshir Hersi Geedi. M. 16 Ahmed Ibrahim Ahmed Aden. M. 17 Ahmed Mohamed Afi. M. 18 Ahmed Mohamed Jama.

chapter iv findings and discussions - Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya
Awi Setiyono. #MataNajwa. The utterance of Awi Setyono is Commisive. Responding to previous statement, Awi Setyono promise to preventing the incident from ...

Ernest M. Funk, M
Judul: Hatchery operation and management / Ernest M. Funk, M. Richard Irwin. Pengarang/Penulis: Funk, Ernest M. Subjek: Poultry-Technique, Procedures ...

M
Jalan Kolektor Primer yang selanjutnya disingkat JKP terdiri atas JKP-1 (jalan ... Jalan Kolektor Sekunder yang selanjutnya disingkat JKS adalah jalan yang.

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang The 7 Deadly Sins
seni, dan mereka yang menganut sub-culture Goth, para kolektor benda seni ... bahasa Inggris dikarenakan cakupan dari Art Book ini nantinya adalah ... mengamati penggalan-penggalan dalam Alkitab (karena The 7 Deadly Sins berasal.

Uma Certa Crueldade – The Spilling 7 – Sophie Hannah
Cinco palavras-chave percorrem o novo romance da britânica Sophie Hannah ligando as diversas camadas e tramas paralelas da história, que traz de volta o casal de detetives Simon e Charlie, de A vítima perfeita e A outra casa. Dona de uma obra respeit

3456789 5 4345 45 34567 7 75 7!95"7# "7 75 !$ 34"45 "48 7 73 !97 "7
3456789 5 4345 45 34567 7 75. 7!95"7# "7 75 !$ 34"45 "48 7 73 !97 "7 79 ". % &'() 4*+),)- +.(. !./&0, 71'/&./ 3'23)1 !0&. 4*.,./5 6 !8 3. 7189:;8< =:; [email protected]@

REFERENCES Abrams, Rhonda M. “The Successful Business Plan
Janggu, et. all. “The Current State of Corporate Social Responsibility Among. Industrial Companies in Malaysia”, Social Responsibility Journal, Vol. 3, No. 3,.

Story Transcript


K;ifjaI} l.ingws6k AgllslllS 201~ 25.9 - 273 Copyrigbt @201~ Pro,guuD Studj l.ingllistik SP-s lfSl]. L55iV 16.93·4660

Tahunke-l~

N02

POLA PEMBENTUKAN RYAKUGO (PEMENDEKAN) BAHASA JEPANG : SUATU TINJAUAN MORFOLOGI STRUKTURAL

Kbaira Seanty Darlan Universitas Sumatera Utani Hamzon Situmorang FIB Universitas Sumatera Utara Abstract ' The purpose of this research is to investigate the process of a word formation which derived from a shortened form of a word process called abbreviation or shouryakugo in Japanese. In the study of abbreviation (Shouryakugo) examines the acrorrym, clipping or ryakugo in Japanese. Ryakugo is a word shortenedfrom the longform with a shortened one part of the word, or by cutting part ofthe word form.The data of ryakugo will be analized the part ofryakugo and the formation pattern will be formulated This research uses a a descriptive qualitative methodological research with content analysis, and using ,'library research The research based on structural morphology method which taking data source from newspapers, textbooks, comics and existing data on the internet. The data in this research is a shortened form from the long form of the word, which corifigurate a new word while perpetuating parts of letters or syllables in each componem.The data analyzing uses the word data, the rules of wordformation and the analysis of

word 90nstro9tiOn /ormation. The Rese(ITr:/7 findings inrii9(!!e !M! the p r 09e$S of word formation ryakugo Japanese are 8 types ryakugo and divided in 3 ryakugo pattern formation in the form of acronyms, and abbreviations fragment. The third pattern is examined based on the formaf kanji,hiragana, katakana and romaji.Different letter characters between Indonesian and Japanese influence the different construction of ryakugo formation pattern in Japanese and acrorrym in Indonesian. Keywords: Word Formation, Abbreviasion, Acronym, Structural Morphology Study.

PENDAHULUAN Makalah ini membahas pola pembentukan ryakugo (pemendekan) dalam berkomunikasi lisan untuk menyampaikan ide dan pikiran kepada lawan tutur dalam bahasa Jepang. Ketika berkomunikasi dalam bahasa Jepang, dipedukan mengikuti aturan atau kaidah pemakaian yang berlaku pada bahasa tersebut. Kimura (1988:27) menyebutkan dua kaidah bahasayaitu (speech of code) dan cara pemakaiannya (speech of act). Kaidah, bahasa meliputi kajian fonetik, fonologi, aksen, perbendaharaan kata, tata bahasa, cara penulisan, huruf, dan sebagainya, sedangkan earn pemakaian bahasa meHputi aspek berbicara, menulis, menyimak dan lain-lain. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kaidah bahasa dan penggunaannya merupakan aspek kajian kebahasaan yang sangat penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia KAJIAN PUSTAKA

Salah satu yang menjadi kaidah bahasa Jepang adalah huruf. Situmorang (2007:3) mengatakan bahwa huruf yang digunakan di dunia ada tiga jenis. Yaitu:

Khaira SeanLy Dar/aIl

1.

1ftif:SC!:f! (tanonmo,yi) ,yaitu burnf yang mengutarakan potongan bunyi yang terkecil,

hurnf ini dapat menuliskan muatan sebuah bunyi vokal maupun konsonan secara heroiri sendui Atau sebuah huruf sebagai gambaran sebuab kopsonan atau vokal tertentu. Yang teimasuk ke dalali) jenishuruf ini misalnya adalah huruf romawi. 2. ifiPJt* (~nsetsumonji) , yaitu burnf yang menggambarkan potongan bunyi suam, burnf ini dapat menuljskim muatall bunyi vokal. tempi J,JOruk bunyi konsonan bjaSMY~ diucapkan bersamaan dengan bunyi vokal. Huruf ini tidak menggambarkan bunyi konsonan berdirisendiri. Contoh burnf yang termasuk ke dalam jenis ini adalah hurnf hiragana dan katakana dan. juga hurnf-hurnf dalam bahasa daerah di Indonesia pada umumnya. 3. 3l~Jt* (hyouimo,yi) , yaitu burnf yang menggambarkan sebuah arti, dalam huruf ini Iebih dipentingkan mengutarakan muatan arti atau makna dari pada bunyi baCaannya. Dalam jenis hurnf ini, sebuah huruf mempunyai satu arti atau makna, tetapi kadang-kadang sebuah. burUf mempunyai carabaca yang lebih dari satu: Yang tennasuk dalam jenis hurnf ini adalah. hurnf kanji. Hurnf kanji tidak sarna bacaannya menurut orang Jeparig dan menurnt China. RyakugC! berasal dari kata yang panjang yang disingkat atau dipendekkan· agar lebih praktis. Bentuk ryOkugo dapatberupa akronim,singkatan dan pemendekan dalam bahasa Indonesia. lni disebabkan karen a ryakugo mernpakan pemendekan dari bentuk yang panjang menjadi bentuk yang singkat atau dipendekkan dari kata yang panjang dan dilafalkan sebagai suatu kata. Dalam ryakugo, terdapat bermacam bentukan dan memiliki pola yang berbeda-beda. Pola pembentukan ryakugo tersebut dapat dengan menggabungkan hurnf hiragana pertama pada tiap komponen, atau gabungan burnf kanji pertama pada tiap komponen, alau dengan menggabungkan hurnf kanji pertama dan kedua serta kata seutuhnya pada komponen kedua dan pola pembentukan Iainnya. Berikut beberapa contoh ryakugo dan pola pembentukannya; -5:;1.J ~ (rajikase) Ryakugo ini dipendekkan dari kata "7:;;t 7J i!'Y t-- (rajio kasetto), yang artinya 'radio kasel'. Ini melUpakan kata serapan yang berasal dari bahasa inggris, pada kata tersebut teJjadi pemendekan kata dengan pola pengekalan pada dua burnf pertama katakana yaitu hurnf ? :; dan 11 i!. Ryakugo ini merupakan bentuk akronim. -lk* {toudaO RyaJc..Jgo ini dipendekkan dari katalkg 7c'!:F (toukyou daigaku) yang artinya 'Universitas Tokyo'. Pada kata tersebut teJjadi pemendekan pada hurnf kanji dengan pengekalan pada huruf kanji pertama tiap komponen yang merupakan gabungan orryomi tou Oli) dan orryomi da; C*:). Ryakugo ini merupakan akronim. -fill (nouken) Ryakugo ini dipendekkan dari kata tmtJ~~ (nQJ!.ryouku shiken) , yang artinya 'ujian kemampuan'. Pada kata tersebut teJjadi pemendekan pada hurnf kanji dengan pengekalan buruf kanji pertama pada komponen pertama dan ka,y; terakhir pada komponen kedua dan merupakan gabungan orryomi nou (im) dan orryom; ken (~). Ryakugo ini merupakan bentuk akronim. - J-!'-< ~ (doigo) Ryakugo ini dipendekkan dari kata J-! -( 'Y~ (doitsugg) yang artinya 'bahasa Jerman'. Pola pembentukan akronim pada kata doigo dengan melesapkan hurnfyang ditengah (tsu) dan pengekalan dua hurnfkatakana di awal dan kata seutuhnya pada komponen kedua. Ryakugo ini merupakan bentuk akronim. -tIT I.) 11 (oriden) Ryakugo ini dipendekkan dari kata tIT I.) ~ l., 11~ (orikaeshi denwa) yang artinya 'telepon balik'. Pada kata tersebut teJjadi pemendekan dengan pengekalan pada dua huruf

260

K;yi;lIl Lingllistik. TallllIJke-J(). No 2

Agustus 2013

pertama (kanji tJTdan hurnf hiragana I.) dari komponen pertama dan huruf kanji pertama pada komponen kedua. Ryakugo ini merupakan bentuk akronim. -L \t:: -r: /v(itaden) Ryakugo ini dipendekkan dari kata L\ t::"9 i; t~ (itazura denwa) yang artinya 'te1epon iseng'. Pada kata tersebut teJjadi pemendekan dengan pengekal.fu dna' hurnf hiraganapertama , (L't::) dan huruf kanji pertama ( t ) pada komponen kedua. Ryakugo ini me~pakan bentuk akronim. - ~#r~ 3 (nomihou) Ryakugo ini dipendekkan dari kata ~# *"t"1&m" ( nomimasu houdai) yang artinya 'minum sesukanyalsepuas-puasnya'. ,Pada katatersebut teJjadipemendekan dengan pengekaJan p~a duahurnf pertama pada komponen pertama (hurnf kanji~dan hurufhirngana ;Jj.) dan pengekaJan hurufkanji pertama (burnf kanji 1&) pada komponen kedua. Ryalcugo ini merupakan bentuk akronim. -iF.>rtf.>N:> (akeome) , Ryakugo ini' dipendekkaIi dari kata iF.> It L -C 13 N:>-r: l::? (akemashite omedetou) yang artinya 'selamat tahun barn'. Pada kata tersebut teljadi ¢mendekan dengan pengekalan pada dua huruf hirngana pertama pada tiap koniponeil~ yaitu dengan meiJggabungkan kata iF.> rt d3.n kata is N:>. Ryakugo ini merupakan bentuk akronim. -77F (apo) Ryakugo' ini dipendekkan dari kata7;F.{:",,,, j. :,.. ... (f!IlQintomento) yang artinya 'perjanjian '. Pada kata tersebut terjadi pemendekan pada kata serapan dari bahasa asing dengan pengekalan dua huruf katakana pertama dan melesapkan semua hurnf setelahnya. Ryalcugo ini merupakan bentuk penggalan. -7T(ANA) Ryakugoini merupakan pemendekan dari kata 'All Nippon.Airlines' _Pada kata tersebut terjadi penyingkatan pada hurnf pertama pada tiap komponen dan dilafalkan sebagai kata, sehingga ryalcugo ini merupakan bentuk akronim. - WI)J.,(OL} Ryakugo ini merupakan singkatan dari kata 'Office Lady' yang artinya 'kruyawati wanita'. Bentuk ryalcugo' ini mengekalkan, hurnf pertama pada tiap' kata dan merupakan bentuk singkatan. Pada contoh ryakugo di atas, terdapat berbagai bentuk ryakugo dan pola pemendekan ryGkugo yang berbeda. Ryakugo terse but didalam bahasa Indonesia merupakanbentuk abreviasi yang berupa akronim, penggalan dan singkatan.Penulis mengumpulkan data ryakugo dan mengeJompokan berdasarkan jenisnya.berdasarkan pola pembentokannya yang terbentuk dari berbagai gabungan hurnf kanji, hiragana dan katakana serta romaji sehingga pada akhirnya akan terbentuk suatu rumusanatau kaidah pola pembentukan ryalcugo .. Hal initentunya menarik' untukditeliti karenajenisdan rumusankaidah ryakugo dapat dengan mudahdifahami. Pola pembentukan ryakugo ini dikaji dalam kajian morfoJogi, karena morfoJogi merupakan bidang linguistik yang mengkaji tentang pembentukan kata. SiJtedi'(2003:41) mengatakan bahwa morfologi merupakan cabang dari linguistik yang mengkaji tentang kata dan proses pembentukannya. Dalam bahasa Jepang morfologi disebutdengan keitairon (~~~)" keitai (~~) = bentuk, ron (raB)= i1mu. Maka objek yang'dipelajarinya yaitu tentang kata (go (~) atau tango (!t!~)) dan morfem yang disebut denganketaiso (Jf~~~). Koizumi (1993: 89) niengatakan "~~raBJ;t~~(})~tJitJ{cp,j) C:. tJ. ~"(ketairon wa gokei no bunseki ga chusin to naru). ' modoiogi adalah suatu bidang ilmu yang meneliti pem~entukan kata'. ' Dalam Illorfologi, terdapat morfem yang menjadi bagian yang. dikaji lca{ena kata merupakan satuan y~g, dianalisis sebagai satu, mo,rfeIll atau lebih~ Morfem, adalah 'satuan-satillm bah~ terkecil yallg ~rmakfla. Morfem dapat membentuk sua.tu kata. Kata adalah satuan morfeInis atau bentuk bebas dalain tuturan: Bentuk bebas secara niorfemis adalahbentuk yang dapat

*

261

Kbam /ie;1Il1y Dar/aIl

berdiri sendiri, artinya tidak membutuhkan bentuk lain yang digabungkan dengannya, dan dapat dipisabkan dari bentuk-bentuk bebas lainnya. Dalam menganalisis ryakugo, penulis menggunakan teori morfologi struktural dengan mengumpulkan data ryakugo dan menganalisis proses morfologis pada daftar ryakugo tersebut yang pada akhimya akan membentuk suatu kaidah atau rumusan. Kajian. morfologi dalam bidang pembentukan kata merupakan subsistem dalam sistem bahasa. Pembentukan kata lazimnya diuraikan dari sudut prosesnya. Dalam pembicaraaan pembentukan suatu kata itwnelalui proses-proses pengimbuhan, penggandaan, atau pemajemukan. Pembentukan kata yang terbentuk dari memendekkan kata. yang panjang menjadi kata yang lebih singkat merupakan bagian dari pembentukan kata barn. Kata yang disingkat tersebut membentuk pola pembentukan kata yang- bervariasi. Terdapatnya variasi dan perbedaan dalam pembentukan ryakugo tersebut membuat para pembe1ajai bahasa Jepang menjadi sulit UIituk memahami po]a pembentukannya. Ditambah lagi. banyaknyaryakugo yang jarang dipakai atau dipakai dalam' bidang yang khusus seperti di bagian kepolisian dan bagian pemerintahan. .Melihat permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk menganalisis bentuk dan ,proses pembentukanryakugo dalam bahasa Jepang. PenuIis, akan menganalisis ryakugoyang terdapat pada bahasa Jepang berdasarkan proses morfologis. Penelitian ini mengambil data dari ryakugo yang ada di koran, komik, buku pelajaran, kamus dan internet.

METODE PENEUTIAN Pene1itian ini merupakan penelitian deksriptif dengan studi kepustakaan (library research) yakni data yang digunakan berupa buku-buku dan literatur yang menunjang penelitian inise1ain itu, penelitian ini berupa penelitian kualitatif untuk menje1askan makna yang mendasar terhadap ciri-cili dati hal-hal tertentu yang tidak berkaitan dengan jumJah atau sesuatu dalam arti kuantitatif. Sumber data penelitian berupa kata-kata dan gambar untuk dideskripsikan berdasarkan data dan fakta sebenamya, serta menganalisanya melalui konsep-konsep yang telah dikembangkan dam metode morfologi struktural dengan peneliti sebagai instrumen itu sendiri dalam memecahkan pennasalahan. Kajian Morfologi Struktural Teori ini dipelopori oleh seorang linguis ternama yang bernama Ferdinand de Saussure. Teori yang menyatakan bahasa sebagai sistem komunikasi mempunyai struktur yang dibangun oleh . komponen atau perangkat. Perangkat yang dimaksud dimulai dari tata urutan yang paling kecil, yaitu bunyi bahasa sampai pada tata tingkat yang paling besar, yaitu wacana. Tiap-tiap kQmponen atau perangkat dibidangi oleh ilmu masing-masing, yaitu fonologi (ilmu bunyi), morfologi (tata bentuk kata), sintaksis (tata kalimat), semantik (makna), dan wacaria (teks). Tiap-tiap perangkat ini walaupun dibidangi oleh ilmu yang berbeda, tetap mempunyai hubungan antara satu bidang dan bidang yang lain. Hubungan inilah yang seringdisebut dengan .struktur. Jadi. fonologi. morfologi. sintaksis. semailtik. dan wacana merupakan bidang struktur bahasa. Selanjutnya,kajian bahasa yang dilakukan dengan pandangan Saussure disebut dengan kajian secara struktural. Chaer (1994:346-349) mengatakan bahwa Saussure mengungkapkan pandangannya mengenai konsep: (1) telaah sinkronik dan diakronik, (2) perbedaan langue dan Parole, (3) perbedaan signifiant. dan signifie dan (4) hubungansintagmatik dan paradigmatik banyak berpengaruh dalam perkembangan Iinguistik dikemudian hari. Saussure membedakan telaah bahasa secara sinkron~k dan telaah bahasa secara diakronik. Yang dimaksud dengan telaah bahasa secara sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada sutu kurun waktu tertentu Saja. Misalnya, mempeJajari bahasa Indonesia yang digunakan pada zaman Jepang atali pada masa tahun 50 an. Sedangkan te1aah bahasa secara diakronik adaJah teJaah bahasa sepanjangmasa, atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh para penutumya. Jadi,kalau mempelajari bahasa Indonesia se¢ara. diakronik, maka harus dirnulai sejak jaman Sriwijaya sampai zaman sekarang ini. Dengan demikian bisa dikatakan tdaah bahasa secara diakronik jauh Jebih sulit dari pada telaah bahasa secara sinkronik. Saussure juga membedakan adanya apa yang disebut la langue dan la

262

K;yiaIl LiIlguistik,. TallllIl ke-lo, No 2

r\gustus 2013

parole. Yang dimaksud dengan la langue adalah keseluruhansistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa yang bersifat abstrak Sedangkan yang dimaksud dengan la parole adalah. pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa yang bersifat konkret karen a parole itu tidak lain dari pada relitasi yang bebeda dari orang yang satu dengan orang yang Jain. Dalam hal ini yang nienjadi obyek telaah linguistik a:dalah langue, yang tentu saja dilakukan metalui parole, karena parole itulah wujudbahasa yang konkret yang dapat diamatidan diteliti. Saussure mengemukakan teoTi bahwa setiap tanda atau tanda linguistik (signe atau signe lingustique) dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan, yaitu komponen signifiant dan komponensignifie. Yang di maksud signifiant adalah citra bunyi atau kesan psikologis yang timbul. dalam pikiran kita. Sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam ,pikiran kita. Untuk lebib jelas, ada yang menyamakan signe itu sarnadengan 'kata';, signijie sarna dengan' 'makna'; dan signijiant sarna dengan 'bunyi bahasa dalam bentuk urutan fonem·fonemtertentu' . Hubungan antara signifiant dengan signifie sangat erat karena keduanya merupakan,kesatuan yang tidak ·dapat·dipisahkan. Signifie' (malena), signe linguistique (kala), significant (Bentuk). Sebagai tanda linguistik, signifiant dan signifie itu biasanya mengacu pada sebuah acuan ~tau, referen yang beradadi alam nyata, sebagai sesuatu yang ditandai oleh signe linguistique itu. Sebagai contoh kita ambil kata bahasa Arab htah dan dalam bahasa Inggris hook yang berarti 'buku'dan mengacu pada sebuah acuan, yaitu buku. Saussure membedakan adanya dua macam hubungan, yaitu hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik. Yang dimaksud dengan hubungan sintagmatikadalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersustm secara berurutan dan bersifat linear. Hubungan sintagmatik ini terdapat dalam tataran fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi tampak pada urutan fonem-fonem dengan urutan Ik, i, t, a, b/. Apabila urutannya diubah, maka maknanya akan berubah, atau tidak bermakna sarna sekali. Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi tampak pada urutan morfem-morfem pada suatu kata, yang juga tidak dapat diubah tanpa merusak,makna dari kata tersebut. Ada kemungkinan maknanya berubah, tetapi ada kemungkinan pula tak bermakna sarna sekali. Umpamanya kata 'segiempat' tidaksarna dengan 'empatsegi;,kata'barangkali' tidak sarna dengan 'kalibarang', dan kata 'tertua' tidak, sarna dengan'tuater\ Hubungansintagmatik pada tataran sintaksis tampak pada urutan kata-kata yang mungkin dapat diubah, tetapi rnungkin juga tidak dapat diubah tanpa mengubah makna kaJimat tersebut, atau menyebabkan tidak bermakna sarna sekali. Yang dirnaksud dengan hubungan paradigrnatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur yang terdapat dalarn suatu tuturan dengan unSUf-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Hubungan parndigmatik dapat dilihat dengan carn subtitusi, baik dalamtataran fonologi, rnorfologi, maupun tataran sintaksis. Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi tarnpak pada contoh: antara bunyi Irl, 1kJ, fbi, Imf, dan Id/ yang terdapat pada kata rata, kata, hala, mata, dan data. Hubungan paradigmatik pada tataran rnorfologi tampak pada pref1k.sme-,di-,pe-, dan te-. Yang terdapat dalarn kata merawat, dirawat, perawat, dan terawat. Sedarigkan hubungan paradigrnatik pada tataran sintaksis dapat dilihat pada hubungan kata-kata yang rnenduduki fungsi subjek, predikat, objek. Teori Jinguistik struktura:J digunakan sebagai acuan da]am rnenentukan bentuk po]a akronirn d~llam bahasa Jepang. Berituk yang dimaksuddalam penelitian ini adalah satuan grarnatikal bahasa yang bisa berupa rnorfem, kata, frase, klausa dan kalimat. Ryakugo terben~ dari penyingkatan kalimat atau kata yang panjang rnenjadi kata baru yang lebih pendek sehingga mernpermudah pengucapan. Pernbentukan kata barn ini terstruktur pada bidang rnorfologi yang membahas proses mOrfologis yang didalarnnya terdapat abreviasi yang rnerupakan proses penanggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksern sehingga jadilah bentuk barn yang berstatus kata DaTi pernendekan lata tersebut akan terbentuk bentuk ryakugo yang merupakan proses menggabungkanhuruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata. Penulis mengurnpulkan data ryakugo yang berupa akronirn, singkatan dan penggalan serta mengidentifikasikan berdasarkan jenisnya dan menganalisis proses morfologisnya sehingga rnernbentuk suatu rurnusan.

263

KJJ.aira SeaIlty DClT/aIl

BASIL DAN PEMBAHASAN Pola kontruksi akronim menjadi 16 pola pembentukan yang dihasilkan Kridalaksanadilandasi dari penggabungan fonem, sementara bentuk ryakugo terbentuk dari suku kata tanpa fonem yang berdiri sendiri karena tidak ada konsonan dalam bahasa Jepang yangberdiri sendiri kecuali huruf In!. Data ryakugo yang ditemukan pada buku Gendaijin no tame no.Nihongo no joushiki Daihyakka sebanyak 49 ryakugo, pada ... komik Cherry sebanyak 24 ryakugo; pada surat kabar Asahi Shimbun sebanyak 23 ryakugo dan ryakugo yang terdapat pada artikel di internet sebanyak 38 ryakugo, buku minna no nihonngoII{minna /1)1 ryakugo, skripsi Dimas Andi 5 ryakugo,· kamus ryakugo 10 ryakugo. Dalam. penelitian ini ditemukanbeberapa temuanyang berkaitan dengail jenis ryakugo dan kaidah pembentukan ryakugo dalam bahasa Jepang. Kaidah Pembentukan Ryakugo berdasarkan huruf yang· dikekalkan dalam pembentukan ryakugo, ditemukan empatkaidah pembentukan .ryakugo yang berupa huruf kanji, ·huruf hiragana,huiuf katakana· dan huruf romaji yang terbagi pada akronim, penggalan dan singkatan. Data ryakugo yang sudah dibagi kedalam beberapa tipe kemudian dikelompokkanke dalam bagian ke]ompok yang mudah dipahami sehingga terbentuk suatu bentukrumusan kaidahryakugo tersebut. Keseluruhan tipe tersebut memiliki ciri-ciri proses pembentukannya Adapun kaidah proses pembentukan ryakugotersebut adalah: 1. Ryakugo dapat dibentuk .dari pengekalan huruf kanji dan huruf kanji 2. Ryakugo dapat dibentuk dengan pengekalan huruf hiragana dan huruf hiragana 3. Ryakugo yang dibentuk denganpengekalan hurufkatakana dan huruf katakana 4. Ryakugo juga dapat dibentuk dengan pengekalan huruf kanji dan huruf hiragana 5. Ryakugo juga dapat dibentuk dengan pengekalan huruf kanji dan huruf katakana 6. Ryakugo juga dapat dibentuk dengan pengekalan romaji

Proses Pengekalan huruf kanji Pada proses pengekalan huruf. kanji,. proses pembentukan ryakugo. dibentuk dengan mengekalkan huruf kanji dari tiap komponen. Huruf kanji yang dikekalkan dapat di awaJ, di tengah atau di akhir dari komponen-komponen yang dikekalkan. Berikut ini tipe pembentukan ryakugo yang terbentuk dengan pengekalan huruf· kanji. Tipe pembentukan ryalcugo toudai, rikujidan shuukatsu merupakan pengekalandari kanji pertama pada tiap komponen (K1 +KI). a. PengekaJan kanji pertama dari tiap komponen (Kl+Kl). b. (toudaiJ ----. !lJ:il *~ --Wniversitas Tokyo toukyou daigaku Kl Kl c. R¥EI(rikuji)----' liLt ~flijP.l ~gkatan pertahanan damt rikujou jieitai K1 K1 d. fiX.ftj(shuukatsu) --+ ~ III . -aMivitas melamar pekerjaan (shuushokuka~udou) . Kl Kl Pengekalan huruf kiznji pertama pada komponen pertama dan hurnf kanji akhir pada komponen kedua (Kl + K2). . Tipe pembentukan ryakugo nouken, gyoukaku dan seisaku·merupakan pengekalan h~f kanji pertama pada komponen pertama dan huruf kanji akhir pada komponen kedua (Kl + K2 ). a. ~!l (nouken) --+. tJ ~. ~an kemampuan nouryouku shiken KI K2.

**

at.

b.

fi 1$..(gyoukaku) --.f,i-i&. &1i'i --+ remisi peraturan pemerintah 1:J!QY.Sei. kaikaku

c.

i&*

Kl K2 . . (seisaku)--+ IUf.f )lill --+ peQanganan pemerintah

264

Kgian Lin..,ouistiJe. TabuIl ke-10, No 2

d.

Agustus 2013

seifu taisa ku Kl K2

Pengekalan· hurnf kanji pertamadan hurnf kanji akhir serta pelepasan pada hurnf kanji· tengah pada komponen (Kl+L+K3,K4) Tipe pembentukan ryakugo gaijin, koukou dan kyuumu merupakan pengekaJan huruf lcmlji pertama dan huruf kanji akhir dan pelesapan pada huruf kanji yang berada di tengah kata (K1+L+K3). a. 91-.A. (gaijiTi)-+ *OO.A.--+ orang asmg ggikokuii!J. Kl K3 b. . ~*X(kouk071"}-+ . jIj~~t:i--+, SMA koutougakkou Kl K4 c. ~~ (kyuumu)--+ til ~ffa--+tugas mendadak ~naninmu

Kl K3 Pengekalan hum! kanji pertama dan kedua' padakomponen akhir dan pelepasan komponen sebelmnya (L+Kl,K2) Tipe pembentukan ryakugo inten, rengo dan souhyou merupakan pengekalan huruf lcmlji pertama dan kedua pada komponen terakhir dan pelepasan komponen sebelumnya (L+K 1$2). a. ImHl(inten) --+B * §fHfi ~II~~ --..Pameran Akademi Seni Jepang nihon bijutsu intenrankai Kl K2 iI~~' -.konfederasi gabungan b. il15-(rengo) --+ ~B* J:i'lb buruh Jepang zennihon rodo kumiai rengokai Kl K2 c. ·f(t~(souhyou) - . B ;$:3J'1IJ .if iI~ -+rapat umum perburuhan nihon roudouku miai sohyougikai Kl K2

m15-

m15-

Pengekalan hurnf kanji kedua pada komponen pertama dan huruf kanji pertama pada komponen kedua (K2+Kl) Tipe pembentukan ryakugo kuubo dan kuuji merupakan pengekalan huruf kanji pertama dan kedua pada komponen terakhir dan pelepasan komponen sebelumnya (K2+Kl). a. ~H! (kuubo) -+ i1i~ Blli -+ kapal induk koukuubokan K2 Kl b. ~I3(kuuji) -+i1i~ 13t!j1ll -+ angkatan pertahanan udara koukuu jjeitai K2 Kl Pengekalan dua hurnf kanji pertama pada komponen pertama dan duahuruf kanji akhlr pada komponen akhir serta pelepasan komponen di tengah (Kl,K2+L+K3,K4) Tipe pembentukan ryakugo sanhanseido merupakan pengekalan huruf kanji pertama dan kedua pada komponen pertama dan pengekalan dua huruf kanji akhir pada komponen akhir serta pelepasan kanji di tengah (Kl,K2+L+K3,K4).

¥iP.li$lJI3t(sanhanseido) ---liili1i:1C ~~.~ ~~'Ul yang akan dijual kembali

265

--..sistim peJjanjian harga barang

KhaiIa Seanty Dar/an

nhanbai kakaku iji keiyakuseido KI K2 K3 K4 Pengekalan hurnf kanji pertama· pada komponenpertama dan komponen kedua dan hurnf kanji akhir pada komponen kedua (Kl+Kl,K3) Tipe pembentukanryakugo keikichou merupakan pengekalan pada suku huruf kanji'Pertama pada komponen pertama dan huruf kanji pertama dan akhir pada komponen kedua (K1+KI,K3). a. *!:itff (keikichou) --.&~ :itiOOfT -MadanPerancang Perekonomian keizai kikakuchou KI KI K3 b. il!i!f.~(tsuusanshou) -.;mi8i jl~1ti ,--:Bepartemen Perindustrian ' Perdagangan tsuusan gmgyoushou KI KI K3 Pengekalan hurnf kanji pertama pada komponen kedua dan komponen ketiga serta pelepasan komponen pertama dan keempat (L+Kl+K1+L) Tipe pembent;ukan ryakugozaikei merupakan pengekaJ;m huruf kanji pertama pada komponen kedua dan huruf kanji pertama pada komponen ketiga serta pe1epasan .komponen pertallla dan k~mpat (L+K1+Kl+L). a. ~ ~(seikyou) - . ;f:jJf~ ~;.s ~fiil t:Ilft -llrirsatuan Perlindngan Konsumen shiyouhisha seikatsu 19?Jmdou kumiai KI KI b. M~(zaikei) -.t1J:Ji~ Iti!f. ~~ itlJJi -sittem pengaturan harta pemilik pekerja kinrousha zaisan keisan seido Kl Kl Pengekalan hurnf kanji pertama pada ko~ponen pertama dan k~mponen k,edua serta pelepasan komponen berikutnya (Kl+Kl+L) .. Tipe pembentukan ryakugo koutori, kokutai dan eir,on merupakan pengeka}an suku kata pertama pada komponen pertama dan komponen kedua serta pelepasan komponen berikutnya (K1+KI+L). a *1N(koutorij ~~jfJti51~ ft~ ~mitetransaksi adil kousei torihiki iinkai Kl Kl b. lEU. (kokutai) ~ ~ f*'A' j(~ tterlombaan olah raga nasionaI kokumin taUku taikai KI KI c. &.*~ (eiron) ~iOO ill! mJE ~l! ~ ~ ~ -balian sensor film figa ronri kitei kanri iinkai Kl KI Pengekalan hurnf kanji pertama pada komponen kedua dan komponen ketiga serta pelepasan komponen pertama (L+Kl+Kl) Tipe pembentukan ryakugo shokuan, kokutetsu merupakan peng~kalan kanji pertama pada komponen kedua dan ketiga serta pelepasan komponen pertama (L+K 1+K 1). a. m~(shokuan) ~~.~ ~JEjiJf -liomisi perlindungan agar pekeIja dapat tetap bekeIja dengan tenang koukyou shokugyou anteijo Kl Kl b. IEjl(kokutets~ 8 ~fl .~ --.Perusahaan Kereta Api Negara nihon fsglsJ!yuu tetsudou

*

266

KI KI Pengekalan dua huruf kanji pada komponen akhir serta pelepasan komponen sebeJumnya (L+K2,K3) Tipe pembentukan ryakugo doumei merupakan pengekalan suku kata kedua dan suku kata ketiga pada komponen akhir (L+K2,K3). fiiJ.ml (doumel)-+B* 3J'fIIJ Mft ~fiiJll. --+Persatuan Buruh Seluruh Indonesia nihon roudou kumiai soudoumei K2 K3 Peogekalao huruf kanji akhir pada komponeo pertama dao hornf kanji pertama pada komponen kedua (K2+Kl) Tipe pembentukan ryakugo kuuji merupakan pengekalan huruf kanji akhir pada .komponen pertama dan hurufkanji pertama pada komponen kedua (K2+Kl). gg §(kuzlji) ~iIi:~EHti~ ...,-Jtmgkatan pertahanan ndara Koukuu jieitai K2 Kl Pengekalan horuf kanji pertama tiap komponeo serta peogekalao komponeo peouh (Kl+Kl+KU) Tipe pembentukan ryakugo nibeiiinkai merupakan pengekalan huruf kanji pertama pada komponen pertama dan kedna serta pengekalan utuhpacia komponeu berikutnya (SI+SI+KU). B *~~~ (nibeiiinkai}--+ 8* *00 ~fl~ ----Jtt>mite Amerika nihon beikoku iinkai Kl Kl KU Peogekalao hurnf kanji deogao sosuoao hurnf kanji yang dibalik Pertama pada komponen ketiga dan kanji pertama pada komponen pertama (Kl+Kl), pada type iniryakugo dibalik snsunan kanjinya. ¥Et(tansan) --..~~ ~~ ¥- t:llft ---If'ersatuan perusahaan industri . . masmg-masmg saTJK)lou betsu tan ichi kumiai Kl Kl Pengekalao hurnf kanji dengan menggonakan katalain tanpa mengobah u,akna .kata (K1+KlJ1 Pada ryakugo ini kata kuru diganti dengan kata rai dan pada huruf kanji ni teIjadi penambahan suku kata chi karena pemilihan huruf yang disingkatkan menggunakan eara baea kunyomi nichi. a. 8 (rainichi) --.. 8 1::* ~ ---*Dengunjungi negara Jepang Nihon ni kuru Rai Kl KU pen
*

*

*

267

Khaira Scanty Dar-Jan

a.

~rjanjian jaminan

3i:f*(anpo)

keamanan Jepang Amerika nichibei anzen hoshou jouyaku KI KI anho menjadi anpo Pada ryakugo anpo teIjadi proses asimilasi dengan teIjadi perubahan pada konsonan /hi menjadi Ip/. h. :lff*W (anbo71) • ~ ~ Ii III W $ ~ .-tfttt keamanan PBB anzen hoshou tiijikai KI K1 K1 Pada ryakugo anbori teIjadi proses asimilasi dengan teIjadi perubahan konsonan /hi menjadi fbi.· c. EIljt(dangou) -+811* 3t ~ --ttmsyawarab yg diadakan oleh organisasi buruh terhadap pengusaha dantai koushou Kl Kl . Padaryakugo dangouteIjadi prosesiasimilasi dengan teIjadi perubaban konsonan IkI menjadi IgJ. Pengekalan pada kata utuh komponen (L+KU+L) a. f(t~(souhyou) ---*::Jl'itIJ M~.fit ~~ K.mite Pusat Serikat Buruh Jepang nihon roudou kumiai souhyou gikai KU b. i7~iI (yochiren) -+~~ 7~il *!~ -tKelompok Komunikasi Meramal Gempa Bumi j ishin yochiren rakukai KU Pengekalan hurnf kanji dengan penambahan hurnf(Kl+K+L+K1+Kl) Ryakugo nikkyougumi yang terbentuk dari huruf kanji ni, kyou dan ku dengan penambahan konsonan 1kI. a. B Jil (nitten) -+ B ~{fi .Jr~ -+ pameran seni Jepang nihon bijutsu tenrankai Kl Kl Ryakugo nitten yang terbentuk dari huruf kanji ni dan ten dengan penambahan konsonan It!. b. B ft (nikkei) -+ B *.~ tJrRR -+perusahaan surat kabar ekonomi Jepang nihon keizai shinbun Kl Kl Ryakugo nikkei yang terbentuk dari huruf kanji ni dan kei dengan penambahan konsonan Iki. c. B fkM(nikkyougumi}+B '(111ft Il~ -+Persatuan Organisasi Pengajar nihon kyoushokuin kumiai

*

*

S1 S1 S1 Pada 18 type pengekalan huruf kanji ini,teidapat rumusan atau pola pembentukan ryakugo (±L) = pe]esapan mungkin teljadi, Kl= huruf kanji pertama, K2= huruf kanji kedua, K3= huruf kanji ketiga, (±Asi) = asimilasi mungkin teljadi, (±K) =penambahan huruf konsonan = komponen utuh mungkin teIjadi sebagai berikut: mungkin teIjadi, KU

(+L) + Kl,2,3 (+L) (±Asi) (+K) Kl,2,3,4 (+L) (+KU)

268

Kaji;lIllin.,uuistik, TahUIl ke-Io. No 2

Agustus 2013

Proses pengekalan hurufhiragana Tipe pembentukan ryakugo kimutaku merupakan pengekalan burnf hiragana pertama dan kedna tiap komponen (HI,H2+HI,H2). ~t'i; t:: ~ -iIflmaaktorJepang a. ~q;t:: (kimutaku) Kimura Ta kuya HI H2 HI H2 L -C t-3ltJ-r: l:? --.selamat tahun barn b. t-3ltJ (akeome~ a ke mashit~ 0 me detou HI H2 HI H2 Pada pengekalan burnf hiragana ini, terdapat rumusan atau pola pembentukan ryakugo HI burnf hiragana pertama dan H2 = buruf hiragana kedua sebagai berikut:

<

<

aort*

Hl,H2+Hl,H2

I

Proses pengekalan huruf katakana Type pembentukan ryakugo sekuhara, waapuro, rajikase, dejikame, dan rimokon merupakan pengekalan suku burnf katakana pertama dan kedua pada tiap komponen (KtI,Kt2 + KtI ,Kt2). a. Pengekalan huruf katakana pertama dan kedua pada tiap komponen (Ktl,Kt2 + Ktl,Kt2) t!.? 1\ 7 (sekuhara) ---.. t!.? /\7 1\7 'y-l:!;.( ~ I-- -Jlpeleceban sexual sekuhara harassento KtI Kt2 Kt 1 Kt2 r; - -:J D (waapuro) --+ ry - t-= -:J D -I:! ':J -Ij-- ~ord proseSSOT waado purosessaa Ktl Ktl Kt2 7 ~ 11 -I:! (rajikase) --+ 7 ~;t, 11 t!. 'y I-- --tradio kaset ra jio kasetto Ktl Kt2 Ktl Kt2 T~11;'( (dejikame) --+ T~? J(; 11 7-7 ~eradigita1 de jitaru ka mera Ktl Kt2 Ktl Kt2 I) ~:J ~(rimokon) --+ I) ~ I-- :J ~ I-- J(; ---.emote control ri mota kontoru Ktl Kt2 KtI Peugekalan huruf katakana pertama dan pelepasan hurufberikutnya (Ktl,Kt2,Kt3 + L) Tipe pembentukan ryakugo kiro, makudo dan apo merupakan pengekalan burnf katakana pertama, kedua atau dengan ketiga dan pelesapan burnf kataJrana setelahnya (Kt1+Kt2+Kt3+L) a TIF (apo) --to7~-{ ~ I--:J. ~ I-- ~anjian apo intomento KtI Kt2 b. "X? t-= (makudo) --+"':l? t:-j-J(; t-= -Me.Donald ma ku donarudo Ktl Kt2 KtJ c. =\=- 0 (kiro) --+ ~O:J. T)\' --lMlometer Kirometeru KtI Kt2 Pengekalan huruf katakana akhir dan pelepasan ,.hurufkatakana pertama ( L+ Ktl,Kt2,Kt3) Tipe pembentukan ryakugo dachi, kouchou dan baito merupakan pengekalan suku kata akhir dan pelesapan suku kata pertama (L+Kt3,Kt4).

269

Khaira Seanty DaIian

I~.{ Hbaito)

---+7 Jld~"''''

--kerja sambilan Arubaito Kt3 Kt4 Pada pengekalan huruf katakana ini, terdapat rumusan atau pola pembentukan ryakugo (L) pelepasan mungkin terjadi, KI = hurufkanji I, K2 = huruf kanji 2, Ktl = huruf katakana 1 dan Kt2 = huruf katakana 2 sebagai berikut:

(L)+Ktl+Kt2+Kt3+Kt4+(L)

I

Proses pengekalan huruf kanji dan huruf katakana *7 J~ (sotsuaru) ---+ * . 7 J~/~.b. --.album kelulusan sotsugyou a rubamu K1 K2 KI K2 if t:"5 (rendora) ---+iI*"t r:"5 ~ --tkama seri renzoku do rama Kl Ktl Kt2 Pada pengekalan huruf kanji dan katakana ini, terdapat rumusan atau pola pembentukan ryakugo Kl = huruf kanji 1, K2 == huruf kanji 2, KtI = huruf katakana I dan Kt2 = huruf katakana 2 sebagai berikut:

Kl,K2+Ktl +Kt2 Proses pengekalan burnf kanji dan buruf hiragana tJT L) 11 (oriden) ----4IT "J i!& L .~ --ielepon batik o rikaeshi denwa KIH2 KI (,\t::.-r!Iv(itaden) ---.a.\t::."9~t~ ~epon iseng i tazura denwa HI H2 KI Pada pengekalan huruf kanji dan hiragana ini, terdapat rumusan atau pola pembentukan ryakugo KI = huruf kanji 1, HI = huruf hiragana 1 dan H2 = huruf hiragana 2 sebagai berikut:

Kl,Hl,H2+Kl Proses pengekalan hurnf Tomaji Pola pembentukan ryakugo UFO, ANA dan JETRO merupakan pengekalan huruf romaji pertama pada tiap komponen (R1+R1+RI). a. ry '7 ~ (UFO) -+ Unidentified flying Object Rl Rl RI b. 7T(ANA) -+ All Nippon Airlines RI RI RI 'c. :/;I'" [J ,(JETRO) \--.Japan External Irade, Organization RI RI RI RI

270

KigiaI1Linguis/ik.

Tahllnke-l~

No2

Agustus 2013

Pada pengekalan huruf romaji ini, terdapat rumusanatau pola pembentukan ryakugo RI = huruf romaji 1, R2 huruf romaji 2, R3 = huruf romaji 3 dan R4 = huruf romaji 4 sebagaiberikut:

Rl+R2+R3+R4' Dari rumusan atau kaidah pembentukan ryakugo yang diperoleh' dari data yang dikumpulkan, maka dapat digeneralisasikan rumusanproses pengekalan pembentukan ryakugo sebagai berikut:

" «±L) + Kl,2,3 (±L) (±Asi) (±K)Kl,2,3,4(±L) :(±KU)+ (Hl,H2+Hl,H2)+ (L)+Kt1+Kt2+Kt3+Kt4+(L» + (Kl,K2+KtJ.+Kt2)+( Proses pengekalan pembentukan akronim dapat dideskripsikan sebag~i berikut : (±L) = pelesapan mungkin teJjadi = hurufkanjipertama Kl = huruf kanji kedua K2 = huruf kanji ketiga K3 (±Asi) = asimilasi mungkin teIjadi (K) = penambahan huruf konsonanmungkin terjadi =komponen utuh mungkin terjadi KU = huruf hiragana 1 HI = huruf hiragana 2 H2 = huruf kanji 1 KI = huruf kanji 2 K2 = huruf katakana 1 Ktl = huruf katakana 2 Kt2 = hurufkatakana 3 Kt3 Kt4 = huruf katakana 4 Berikut ini adalah stniktur kaidah ryakugo dalam bahasa Jepang:

Ryakugo dapat dibentuk dari pengekalan huruf k~ii dan huruf kanji

Kaidahl Pola Pembentnkan ryakugo

Ryakugo dapatdibentuk dengan pengekalan huruf hiragana dan huruf hiragana Ryakugo yang dibentUk dengan pengekalan huruf katakana dan hurufkatakana Ryakugo dapat dibentuk dengan pengekalan roman

KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang ada, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Jenis-jenis ryakugo yang ditemukan berdasarkan huruf ryakugo dapat dibagi atas:

271

Khaira SeellJly Darlw

Ryakugo yang berupa akronim dan terbentuk dengan mengekalkan huruf kanji pada komponen. Ryakugo yang berupa akronim dan terbentuk dengan mengekalkan hurufhiragana pada komponen. Ryakugo yang berupa akronim dan terbentuk dengan mengekalkan huruf kOtakana pada komponen. . Ryakugo yang berupa akronim dan terbentuk dengan mengekalkan huruf pertama romaji pada kompon:en. Ryakugo yang berupapemendekan dan terbentuk dengan mengekalkan huruf kanji pada komponen. Ryakugo yang berupa penggalan dan terbentuk dengan mengekalkan huruf hiragana pada komponen. . . . Ryakugo yang berupa penggalan dan terbentuk dengan mengekalkan huruf katakana padi komporien. . Ryakugo yang berupa singkatan dan terbentuk dengan mengekalkan huruf pertama romaji pada komponen. 2.

Kaidah pembentukan ryakugo dapat dirumuskan sebagai berikut:

«±L) + Kl,2,3 (±L) (±Asi) (±K) Kl,2,3,4 (±L) (±KU))+ (Hl,H2+Hl,H2)+ «L)+Kt1+Kt2+Kt3+Kt4+(L))+( Kl,K2+Kt1+Kt2)+ ( Kl,Hl,H2+Kl)+(Rl,R2,R3,R4)

DAFTAR PUSTAKA Ba'dulu, A. Muis dan Herman. 2005. Moifosintaksis. Jakarta: Rineka Cipta Bodgan, R. dan Tailor, J. Steven. 1993. Kualtatif: Dasar-Dasar Penelitian. Surabaya: Usaha Nasional. Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum.. Jakarta: Rineka Cipta Chaer, Abdul. 2008. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum.. Jakarta: Rineka Cipta Ryakugo Proses Moifologis Akronim Bahasa Dimas,Andi.l995. Jepang.Skripsi.Bandung.VniversitasPadjajaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1996. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakqn. Jakarta: Balai Pustaka. Haruhiko, Kanedaichi. 1978. Kamus Kokugo Daijiten. Tokyo: Gakken Harumi, Tanaka. 1987.Gendai Gengogaku Jiten. Honoruru : Seibido Hayashi, Shiro. 1993.Renkai Shinkokugo Jiten.Tokyo: Sansei do Co. Ltd Katou, Chikara. 1994, KyounoWakamono KotobaJiten, Tokyo: Kaisestu Keraf, Gorys. 1980. Tata Bahasa Indonesia. Flores: Nusa lndah Kimura, Muneo. (1988). Nihongo Kyoujuhou Nyuumon. Tokyo: Bonjinsha Koizumi, Tamotsu. 1993. Nihonggo Kyoushi no Tame no Genggogaku Nyuumon. Tokyo: Taishukan Shoten Kridalaksana, Harimurti. 2010. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Vmum Mizutani.Osamu.1985. Nihongo no jousiki Daihyakkais . Tokyo :Koudansya Moeliono dkk.1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Moleong, L.2006.Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung Remaja Rosdakarya.

272

IVgiwliIlguislik. TaJJUlJ ke-IO, No 2

Agustus 2013

Nomoto, Kikuo. 1988. Kamus Pemakaian Bahasa Jepang Dasar Edisi Bahasa Indonesia. Tokyo: Kokuritsu Kokugo Kekyusho Ramlan, M. 1985. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Kruyono Ramlan, M. 1985. Tata bahasa Indonesia Penggolongan Kata. Yogyakarta: Andi offset Ristanti, Destin Nurafiati. 2009. "Bahasa Yakuza dalam Drama Te/evisi Jepang Berjudul "MY Boss My Hero". Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia. Samsuri. 1994. Analisis Bahasa: Memahami Bahasa Secara Emiah. Jakarta: Airlangga Sibarani,Robert, 2006. An Introduction to Morphology. Medan : PODA Situmorang, Hamzon. 2007. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Medan : USU Press Sudjianto, dan Ahmad Dahidi. 2007. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc Sugiono. 2008. Metode Peneiitian Bisnis. Bandung: Alfabeta Sutedi, Dedi. 2003. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press (UHP) Tanaka, Harumi & Sachiko Tanaka. 1997. Shakoi Genggogaku e no Shootai, Society-Culture. Communication, Mineruba Shoboo, Kyoto Tsujimura, Natsuko. 1996. An Introduction to Japanese Linguistics. Massachussets : Blackwell Varda, 2004. Analisis Penggunaan Wakamono Kotoba Pada Media Cetak Jepang.Skripsi pada UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Verhaar. IW.M. 2001. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: UGM Daftar Internet

hikarisubs. indoanime.netl?p= 1580 id wikipedia.orglwikilKosakata_dari_ bahasa_ asing_dalam_ bahasa_Jepang http://id.wordpress.comltaglsingkatan-katakanal yasuitori. blogspot. coml2008112lhongkat-hobi-singkatan. html

273

Life Enjoy

" Life is a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2016 - 2018 FEXDOC.COM - All rights reserved.